Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Hal-Hal Apik dari Aksi Juventus Balikin Manchester City ke Krisis Sambil Keluar dari Status Spesialis Seri
    Liga Champion/Europa

    Hal-Hal Apik dari Aksi Juventus Balikin Manchester City ke Krisis Sambil Keluar dari Status Spesialis Seri

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaDecember 12, 2024Updated:December 12, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Weston McKennie, gol spektakuler yang hancurkan Man. City. (foto: twitter forzajuveen)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Juventus membukukan kemenangan meyakinkan atas Manchester City dalam lanjutan fase liga Liga Champion pada Rabu (11/12). Man. City kembali ke jalur kekalahan, sementara Juve enggak berkutat di status spesialis seri.

    Pertandingan di Allianz Stadium alias Juventus Stadium ini meramai di paruh kedua setelah nirgol pada babak pertama yang sebenarnya dikuasai City. Beberapa hal perlu disimak dari paruh kedua.

     

    Gebrak Awal Paruh II

    City sudah menguasai babak pertama dengan 65% ball possession. Meski demikian, Juventus bisa membuat tiga percobaan dengan sebuah shot on goal. Catatan serupa tersebut dibuat City. Perimbangan itu terlihat pula dalam skor seri saat jeda antarbabak.

    Babak kedua menampilkan pemandangan berbeda. Juventus menggebrak setelah restart, dengan hasil gol Dusan Vlahovic menyelesaikan operan Kenan Yildiz (53′).

     

    Pergantian Pas Sejarah Paman Sam

    Allenatore Juventus, Thiago Motta, membuat dua pergantian pada menit ke-69 yang terbukti tepat. Weston McKennie menggantikan Kephren Thuram, Timothy Weah masuk mengisi tempat Chico Conceicao.

    Dua pemain pengganti tak menunggu waktu lama buat nyetel. Weah mengirimkan operan untuk disantap McKennie guna membawa La Vecchia Signora unggul dua gol pada menit ke-75.

    Kolaborasi dua pengganti itu lalu menghasilkan sejarah. Untuk pertama kalinya dalam Liga Champion kerja sama dua pemain asal Amerika Serikat berbuah gol.

    McKennie layak mendapat atensi khusus dengan gol tendangan guntingnya. Gol dengan eksekusi ini pernah dibuat sang pemain pada Desember empat tahun lalu ke gawang Barcelona.

     

    Kredit Di Gregorio

    Michele Di Gregorio menjadi salah satu pemain yang pantas mendapat pujian untuk kemenangan ini. Eks kiper Monza itu membuat penyelamatan gemilang menahan tembakan Erling Haaland dalam posisi satu lawan satu.

    “Sejujurnya saya tidak tahu bagaimana saya bisa menghasilkan penyelamatan itu. Saya gembira karena inilah impian setiap anak, bermain di Liga Champion. Lalu, menghadapi tim seperti Man. City,” ucap Di Gregorio kepada La Gazzetta dello Sport dikutip Football Italia.

     

    Akhiri Rangkaian Imbang

    Keberhasilan I Bianconeri mencetak kemenangan mengeluarkan mereka dari deret imbang sejak 24 November lalu. Sejak itu, Juventus selalu harus puas dengan hasil imbang di empat pertandingan di semua kompetisi, termasuk di laga sebelumnya di Liga Champion di kandang Aston Villa.

    “Kami tahu harus bertahan lebih dalam daripada biasanya. Kami melakukannya sebagai tim, begitu pula saat menyerang dengan tembakan di saat yang tepat. Kemenangan yang layak. Kami bermain tidak hanya dengan hati dan jiwa, tetapi juga otak dengan hasrat melakukan semuanya dengan benar,” ucap Motta kepada Amazon Prime Video Italia.

    Tiga angka membuat perolehan Juve menjadi 11 angka yang menempatkan mereka di peringakt ke-14. City, dengan 8 poin, juga berada di zona play-off fase gugur, tepatnya di peringkat ke-22 atau dua anak tangga di atas zona tersingkir.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

     

    Balik Keok Lagi: Guardiola atau Rio Ferdinand?

    Sebelas awal City pun masih diperkuat sebagian besar pemain mumpuni. Ruben Dias berduet dengan Josko Gvardiol di jantung pertahanan. Jack Grealish dan Jeremy Doku mengapit ujung tombak Erling Haaland.

    Pep Guardiola memainkan The Cityzens sejak awal untuk pertama kali di ajang ini sejak sang pengatur serangan mengalami cedera kala menjamu Inter Milan pada 18 September. Ilkay Gundogan dan Bernardo Silva mengisi dua tempat lain di lini tengah. Meski demikian, City kembali menampilkan kepayahan dalam bertahan maupun menyerang.

    Yang cukup aneh, Guardiola hanya membuat dua pergantian, keduanya setelah City tertinggal. Pergantian itu tidak berujung sebuah gol pun di gawang Di Gregorio.

    Yang lebih pahit buat Man. City, mereka sekali mendapati bahwa dominasi tidak menyelamatkan mereka dari kekalahan. Meski bertandang, Cityzens bisa membuat 69% penguasaan bola.

    Setelah hanya bisa sekali seri dan enam kali kalah dalam tujuh pertandingandi semua ajang, City mulai memperlihatkan tanda kebangkitan. City menorehkan sekali menang dan sekali seri sebelum melawat ke Torino. Kini Cityzens kembali ke jalur kekalahan.

    Guardiola menyatakan bahwa dirinya masih percaya bahwa Man. City masih merupakan tim terbaik. Sementara, eks bek Man. United, Rio Ferdinand menilai bahwa Cityzens tengah sungguh tertekan sehingga tidak pernah tampil seburuk beberapa bulan terakhir sejak dipegang Pep.

    Yang mana yang benar?

    de bruyne di gregorio doku grealish guardiola haaland juventus man city 2-0 mckennie Rio Ferdinand thiago motta thuram vlahovic weah yildiz
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.