London is red. Bukan kali pertama tajuk itu berkumandang tiap kali Arsenal bersua Tottenham Hotspur di laga derbi London Utara.
Begitu pula yang terjadi dini hari tadi, Kamis (16/1) di Emirates Stadium. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Son Heung Min (menit 25’), Arsenal menang comeback berkat gol bunuh diri Dominic Solanke (40’) dan Leandro Trossard (44’).
Berdasarkan catatan head-to-head, kemenangan ini makin menunjukkan dominasi skuat London Merah dari London Putih. Ya, North London is red.
Spurs bukanlah rival sekota yang sepadan. Dilansir Squawka, ini merupakan kali pertama sepanjang sejarah Arsenal sukses memborong kemenangan dalam tiga pertemuan terakhir di liga atas rival sekota mereka tersebut.
Data lain menunjukkan bahwa ini merupakan kali kelima, The Gunners memenangi dua pertemuan versus The Lilywhites dalam satu musimnya. Rinciannya, tiga kali di bawah komando Mikel Arteta, dan dua kali di bawah asuhan Arsene Wenger.
Selain catatan tak berimbang di atas, berikut beberapa fakta menarik lainnya dari kemenangan ini.
*Menang setelah dua kali tersingkir
Bagi Arsenal, kemenangan ini sangat berarti, terutama jika mengacu pada hasil buruk di dua laga sebelum bersua Spurs, yakni kalah adu penalti dari Manchester United dan kalah 0-2 dari Newcastle.
Pasalnya, kedua kekalahan tersebut tidak hanya terjadi di kandang sendiri, tapi juga menutup peluang juara di luar Premier League.
Kekalahan dari United membuat Arsenal tersingkir dari Piala FA, sedangkan kekalahan dari Newcastle membuat skuat Meriam London tersingkir dari Carabao Cup.
*Odegaard serba sibuk dan agak termaafkan
Di laga versus United, nama Martin Odegaard jadi sorotan karena dianggap sebagai salah satu biang kekalahan. Ia gagal mengeksekusi penalti di waktu normal. Kegagalan tersebut bahkan menjadi kegagalan pertama Odegaard dari titik putih.
Ia memang sukses menjaringkan bola dari kondisi serupa di babak adu penalti. Namun, Arsenal tetap tak selamat dari kekalahan.
Yang mungkin sedikit termaafkan dari Odegaard adalah lantaran ia sebenarnya sudah tampil optimal.
Menurut data statistik Opta, sang kapten sukses mengkreasikan 14 peluang di dua laga terakhir (vs United dan Spurs). Jumlah itu sudah setara dengan jumlah peluang yang dibuat rekan-rekan setimnya di kedua laga tersebut.
Khusus di laga Spurs dini hari tadi, ia menyumbang satu assist untuk gol penentu kemenangan yang dicetak Trossard. Selain itu, Odegaard juga melakukan 73 sentuhan, 34 umpan di 1/3 akhir lapangan, lima kali sentuhan di kotak penalti lawan, empat kali menang duel dari enam kesempatan, dan melahirkan empat peluang.
*2 gol dari 1 peluang
Kok bisa? Nyatanya memang demikian. Performa Arsenal di babak pertama memang biasa-biasa saja. Buktinya, dua gol Arsenal lahir hanya lewat satu peluang.
Dilansir Flashscore, Odegaard dkk. cuma bisa melepaskan satu tembakan on-target di 45 menit awal. Peluang itu berujung gol Trossard. Nah, satu gol lagi Arsenal lahir lewat gol bunuh diri Solanke.
Serangan-serangan Arsenal di babak pertama memang lebih banyak diarahkan lewat Trossard. Buktinya, Trossard mencatatkan enam kali sentuhan bola di kotak penalti lawan. Enam sentuhan tersebut bahkan masih unggul dibanding jumlah serupa yang dicatatkan seluruh pemain Spurs di babak pertama (4 kali sentuhan).
*Spurs terbenam meski sempat menang dari United dan Liverpool
Sementara itu bagi Spurs, kekalahan ini membuat mereka terus berada di luar 10 besar klasemen (peringkat 13). Catatan negatif ini lahir lantaran Ange Postecoglu dan pasukannya cuma bisa meraih satu kemenangan di sembilan pekan terakhir.
Kekalahan ini juga menunjukkan inkonsistensi Spurs, terutama jika mengacu bagaimana mereka sebelumnya sukses menyingkirkan Liverpool dan Manchester United di ajang Carabao Cup.
*Son ke-2 Terproduktif di derbi London Barat
Berkat tambahan satu gol, Son Heung Min kini makin terpandang di serial North London Derby. Pasalnya, gol tersebut merupakan gol ke-8 Son.
Menurut Squawka, koleksi delapan gol Son tersebut sudah cukup untuk menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua di sejarah derbi London Utara.
Ia cuma kalah dari Harry Kane (14 gol). Selebihnya, Son lebih produktif dibanding Robert Pires (7 gol), Gareth Bale (4 gol), Thierry Henry (4 gol), dan Robin van Persie (4 gol).
===
View this post on Instagram


