Di periode bursa transfer musim panas 2024 silam, nama Scott McTominay sebenarnya tak masuk radar Napoli. Skuat Partenopei lebih fokus memburu Marco Brescianini yang tampil bagus di sepanjang musim 2023/24 meski klubnya, Frosinone, terdegradasi.
Brescianini bahkan sudah melakukan tes medis sebelum akhirnya kesepakatan dengan Napoli batal terjalin. Ia nyebrang ke Atalanta.
Kala itu, Sporting Director Napoli, Giovanni Manna, tengah berada di Inggris guna mendekati Billy Gilmour. Begitu tanda tangan Gilmour didapat, Manna memperpanjang masa perburuannya. Ia lanjut bertolak ke Manchester.
Kala itu, McTominay memang jadi salah satu pemain yang masuk dalam daftar jual United. Negosiasi berjalan mulus dan McTominay resmi merapat ke Napoli.
Kini, jelang bergulirnya dua pekan terakhir Serie A 2024/25, McTominay sukses menjadikan Napoli sebagai calon kuat juara. Mereka tengah menempati puncak klasemen dan unggul satu poin dari Inter Milan.
Sosok yang tadinya dianggap biasa-biasa saja di Old Trafford, justru menjadi pemain dambaan publik Diego Armando Maradona Stadium.
Ya, McTominay berperan besar dalam perjalanan Napoli di Serie A musim ini. Untuk urusan gol, koleksi 11 gol McTominay menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua Napoli musim ini setelah Romelu Lukaku (13 gol).
Selain itu, McTominay juga sudah mengoleksi empat assist. Jika jumlah gol dan assistnya dijumlah, McTominay berarti sudah terlibat langsung dalam 15 gol Napoli musim ini. Jumlah itu lagi-lagi cuma kalah dengan Lukaku yang sudah terlibat langsung dalam 23 gol dengan rincian 13 gol dan 10 assist).
Produktivitas McTominay itu tak lepas dari peran pelatih Antonio Conte yang lebih mempercayakan pemain timnas Skotlandia itu beroperasi sebagai gelandang serang ketimbang gelandang bertahan seperti kala masih di Manchester United.
Perubahan itu makin kentara jika berkaca pada data statistik. Menurut Opta, dari total 16.024 menit bermain McTominay di United, lebih dari 70%-nya ia berposisi sebagai gelandang bertahan.
Itu pula mengapa McTominay mampu mencatatkan rata-rata 2,1 tekel dan 6,1 perebutan bola di setiap laga. Selain itu, McTominay cuma bisa melepaskan kurang dari satu tembakan (0,9) tiap kali tampil penuh.
Data itu berubah setelah ia berseragam Napoli. Tugasnya sebagai tukang tekel dan tukang jegal berkurang karena dipercaya Conte untuk tampil lebih ofensif.
Kini, di Napoli, McTominay cuma mencatatkan 1,4 tekel per laga. Lalu, jumlah rata-rata tembakannya juga bertambah menjadi 2,4 tembakan per laga. Hampir tiga kali lipat dibanding upayanya kala masih di United.
Diantara para gelandang Serie A yang musim ini sudah mengecap minimal 900 menit bermain, McTominay menempati peringkat tujuh dalam rata-rata jumlah sentuhan di kotak penalti lawan, peringkat keempat dalam rata-rata jumlah tembakan, dan peringkat kelima dalam rata-rata jumlah tembakan di area kotak penalti lawan.
Dari data-data tersebut, tampak jelas kecenderungan McTominay yang tampil lebih ofensif di Napoli musim ini dibanding kala masih berseragam Setan Merah.
Yang terakhir, hanya ada delapan pemain yang mengoleksi jumlah gol lebih banyak dibanding koleksi 11 gol McTominay. Namun, di antara delapan pemain tersebut, cuma McTominay yang berposisi sebagai gelandang. Sisanya merupakan striker maupun winger.
===
View this post on Instagram


