Barcelona mematri gelar La Liga musim ini dengan kemenangan 2-0 di derbi Catalan. Pada Kamis (15/5), di RCDE Stadium alias Montjuic, rumahnya, Espanyol memberikan perlawanan. Akan tetapi, tuan rumah akhirnya mesti mengakui perbedaan kualitas.
Dominan, tapi Tak Menggigit.
Barcelona menorehkan 75% penguasaan bola. Blaugrana melepaskan total selusin tembakan, dengan empat buah yang mengarah ke gawang Espanyol. Tuan rumah membuat sembilan percobaan, dengan hanya sebuah yang menjadi shot on goal. Namun, Espanyol beberapa kali membuat pertahanan Barca kocar-kacir.
Reputasi Serangan Balik.
Espanyol membangun reputasi sebagai tim dengan serangan balik berbahaya. Skema itu mereka perlihatkan di awal laga. Namun, eksekusi Urko Gonzalez masih melebar (4′).
Kans Espanyol dari serangan balik berikutnya berujung pada tembakan Javi Puado kembali di dalam kotak penalti. Kali ini, sambil menjatuhkan diri, Wojciech Szczesny bisa menepis bola keluar (16′).
Minim Kans Babak I.
Barcelona tak menghasilkan peluang bagus di babak pertama. Tembakan Robert Lewandowski melebar dan tembakan Raphinha lemah mudah dikuasai Joan Garcia.
Sinar Yamal.
Usai rada sunyi di babak pertama termasuk tembakan yang melayang jauh, kualitas Lamine Yamal menjadi pembeda di paruh kedua. Dari sebuah bangunan serangan, sang sayap kiri bertukar operan dengan Dani Olmo. Aksi mengiris ke depan kotak penalti dilanjutkan Yamal dengan tembakan melengkung mengesankan yang menjaringkan bola di pojok atas kanan gawang lawan.

Merah Cabrera.
Petaka buat Espanyol ditambah dengan kartu merah Leandro Cabrera (80′). Diperkuat pemeriksaan VAR, wasit mengusir Cabrera setelah sang pemain kehilangan kendali sehingga menyikut Yamal di sisi kiri pertahanan Espanyol.
Assist buat Fermin.
Yamal meneruskan kiprah mantapnya dengan assist untuk gol kedua Los Cules saat injury time memasuki menit kelima. Berawal dari kerja kerasnya, Fermin Lopez menyarangkan bola di pojok kanan gawang Joan Garcia (90+5′).
Belum Aman.
Kekalahan di kandang membuat posisi Espanyol besutan Manolo Gonzalez belum bisa memastikan bertahan di divisi teratas. Klub berjulukan Blanc-i-blaus atau Si Putih-Biru masih terpaut lima angka dari zona degradasi dengan dua pekan tersisa.
Nomor 28.
Gelar ini menjadi yang ke-28 buat Barcelona, masih tertinggal 12 buah dari Real Madrid. Hansi Flick mempersembahkannya di musim perdana menukangi Los Cules. Espanyol menyalakan keran air untuk membasahi lapangan sekaligus mencegah perayaan Barca di lapangan. Keriaan dipindahkan ke kamar ganti.
“Tidak setiap hari kita memenangi liga, jadi mesti dinikmati dan dihargai setinggi mungkin,” ucap Pedri dikutip Movistar.
View this post on Instagram


