Inter Milan telah melakukan kewajiban terakhir di Serie A. Pada Jumat (23/5) di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Si Biru-Hitam menekuk tuan rumah Como. Namun, nasib akhir ditentukan pertandingan lain.
Puncak 22 Menit.
Inter sempat memuncaki klasemen ketika memimpin pada menit ke-20. Stefan de Vrij mencuat untuk menyundul umpan Hakan Calhanoglu buat memberikan tekanan kepada Napoli di kandangnya di pertandingan lain.
Puncak klasemen itu bertahan 22 menit. Napoli mencetak gol saat waktu normal babak pertama tersisa tiga menit.
Akhir Merah Pepe.
Inter boleh jadi semakin mudah mendapatkan tiga angka di Como usai momen ini. Tuan rumah besutan Cesc Fabregas mesti bermain dengan 10 orang di pengujung paruh pertama. Kiper berusia 42 tahun, Pepe Reina, didapati VAR telah melanggar Mehdi Taremi di luar kotak penalti.
Sebelum laga, eks kiper Liverpool itu mengumumkan bahwa partai ini akan menjadi penutup kariernya yang telah berlangsung selama 25 tahun. Akhir kurang mulus buat Reina.
Tripoin, Juga di Tempat Lain.
Inter praktis mematri tiga poin saat mengukir gol kedua melalui Joaquin Correa (51′). Menerima bola dari Taremi, Correa mengiris dan berkelit dari tekel Smolcic sebelum melepaskan tembakan melengkung.
I Nerazzurri telah melakukan yang terbaik di Como. Akan tetapi, Napoli terlalu tangguh di rumahnya buat Cagliari sehingga juga dapat menang 2-0 yang memastikan scudetto.
Beberapa Pelapis.
Inter boleh jadi telah melayangkan fokus ke laga selanjutnya. Pekan depan, Inter berpeluang meraih trofi. Nerazzurri akan melakoni final Liga Champion menghadapi PSG.
Simone Inzaghi terbilang cukup realistis dengan menurunkan beberapa pelapis di Como. Correa, Taremi, Kristjan Asllani, Nicola Zalewski, dan Carlos Augusto adalah sejumlah nama pelapis yang berkesempatan jadi starter.
Setelah Final.
Hal penting selanjutnya buat masa depan Inter adalah soal kontrak Inzaghi. Sebelum laga, presiden klub, Giuseppe Marotta, menyatakan akan mengajukan tawaran kontrak baru buat sang manajer pada musim panas ini.
Ikatan Inzaghi di Inter masih tersisa satu tahun. Namun, kabar yang muncul bahwa klub Arab Saudi bersiap merayu dengan gaji sampai 50 juta euro bisa merusak rencana Nerazzurri.
“Kami memiliki relasi simbiosis luar biasa dengan Inzaghi. Ia adalah arsitek utama dalam musim-musim luar biasa dan kami ingin melanjutkan relasi dengannya. Saya tak melihat tanda-tanda ia berpikir sebaliknya,” ujar Marotta.
Sang presiden mengisyaratkan waktu untuk memberikan tawaran baru buat Inzaghi. “Setelah final Liga Champion, ada Club World Cup. Namun, kami akan mencari waktu untuk duduk mendiskusikan proposal kontrak baru,” pungkasnya.
View this post on Instagram


