Stadio Diego Armando Maradona kembali menggelora merayakan keberhasilan besar. Napoli tampil lagi menjadi scudetto usai mendulang angka penuh saat menjamu Cagliari di pekan terakhir pada Jumat (23/5).
Napoli harus menang untuk memastikan gelar, tak masalah hasil laga lain Como menjamu pesaing utama meraih gelar, Inter Milan, pada saat bersamaan. Cagliari memberikan kesulitan buat Gli Azzurri, terutama di babak pertama.
Keras Kepala Cagliari.
Napoli membuat sejumlah peluang di paruh pertama, tapi mentok di pertahanan Cagliari. Tembakan Billy Gilmour dan Amir Rrahmani dalam rentang sekitar dua menit dimentahkan kiper Cagliari, Alen Sherri.
Kans Giacomo Raspadori juga bisa ditangkal lini belakang tim tamu asuhan Davide Nicola. Tembakan Romelu Lukaku ditangkal tekel Yerry Mina sambil menjatuhkan diri.
Tekanan dan Drama.
Seiring tekanan konstan I Partenopei, Cagliari mengancam dengan serangan balik. Namun, lini belakang I Partenopei berhasil tampil waspada di paruh pertama.
Babak pertama sempat diwarnai VAR untuk memeriksa tudingan Matteo Politano bahwa Antoine Makoumnbou telah menyikutnya. Namun, walau pemeriksaan butuh beberapa menit, wasit tidak menaikkan sanksi dari kartu kuning menjadi merah buat Makoumbou.
Gol Dahsyat Pujaan Baru.
Momen terbaik buat tuan rumah baru muncul pada menit ke-42. Umpan Politano dari sayap kanan ke tengah kotak penalti disambar Scott McTominay dengan tendangan gunting di tengah kawalan ketat Gabriele Zappa. Sherri kali ini tak bisa menahannya. Stadion berkabut asap suar yang dinyalakan tifosi Napoli sampai jeda antarbabak.

Singgung Dikit yang Lagi Kacau-Balau.
Membahas laga ini jadi rada susah untuk enggak menyinggung Man. United. Raksasa Inggris yang terpuruk di liga dan gagal menambah trofi usai kalah di final Liga Europa itu mungkin semakin muram melihat kiprah mengilap eks pemain mereka di Napoli.
Mengikuti jejak McTominay yang kebetulan sama-sama menjalani musim pertama di Napoli, Romelu Lukaku mencetak gol di laga ini yang semakin melegakan tifosi. Menerima bola di garis tengah hasil sapuan Rrahmani dari kanan belakang, Lukaku melewati kawalan Mina dan kemudian Michel Adopo untuk kemudian menempatkan bola di pojok kiri gawang Cagliari (51′).
AG4IN!
Unggul dua gol, Napoli tampil rileks untuk menjaga keunggulan. Meski penguasaan bola menurun di babak kedua, sampai akhir duel I Partenopei bisa mencetak 67% penguasaan bola.
Begitu wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya laga, keunggulan dua gol Partenopei tetap terjaga. Atmosfer stadion yang dulu dikenal dengan San Paolo itu segera gegap gempita. Napoli meraih scudetto keempat sepanjang sejarah, atau yang kedua dalam tiga tahun terakhir.

Rekor Antik Conte.
Antonio Conte pun menjadi pelatih pertama yang membawa tiga klub menjuarai Serie A. Dua klub sebelumnya adalah Juventus dan Inter Milan. Yang mengesankan, eks pelatih Chelsea itu melakukannya di tahun pertama keberadaannya di Napoli. Tak mengherankan bila Conte didaulat menjadi pelatih terbaik musim ini.
Yang juga menjadi perhatian di laga ini adalah absensi sang allenatore. Conte menjalani sanksi untuk kartu merah di pekan ke-37 sehingga digantikan asistennya, Cristian Stellini. Saat turun ke lapangan usai laga, ia disambut bak pahlawan.
MVP Serie A.
Gol fantastisnya di partai ini membuat McTominay genap mengoleksi 12 gol liga. Catatan selusin gol plus empat assist membawa anugerah Most Valuable Player (MVP) untuk gelandang Skotlandia itu.
“Saya kehilangan kata-kata. Luar biasa pengorbanan setiap pemain adalah alasan di balik gelar ini. Para pendukung layak mendapatkannya karena mereka selalu mendukung sejak hari pertama. Seperti mimpi rasanya saya bisa datang dan mengalaminya,” ucap McTominay dikutip BBC.
Sambut Napoli, Campione D’Italia!
View this post on Instagram


