Liverpool akhirnya dapat merayakan gelar Premier League di depan publik Anfield pada Minggu (25/5). Tak mengherankan bila perayaan berlangsung meriah, walau ada sisi pilunya pula.
Liverpool menjamu Crystal Palace pada Ahad yang berakhir dengan 1-1 melalui gol Mohamed Salah di pengujung laga. The Reds kemudian mendapatkan pelantikan resmi sebagai kampiun Premier League 2024-25.
Tergelar banyak pemandangan menarik dari selebrasi di depan suporter yang terakhir kali mereka lakukan 35 tahun lalu. Si Merah juara lima tahun lalu, tapi para pendukung tidak bisa datang ke Anfield karena pandemi. Kegembiraan pun mencuat, diselingi dengan cerita haru pula, di stadion keramat Liverpool sebelum parade trofi keliling kota pada Senin.
Pengukuhan gelar liga ke-20. (foto: twitter lfc)
Arne Slot, beban menggantikan Jurgen Klopp berujung kesuksesan menjadi pelatih Belanda pertama yang membawa klub juara EPL, di musim perdana pula. (foto: twitter lfc)
Perayaan di depan The Kop yang legendaris, dipimpin Virgil van Dijk, kapten Belanda pertama kampiun Premier League. (foto: twitter lfc)
“Penobatan” Raja Mesir, Mo Salah. (foto: twitter thisisanfield)
Alexis Mac Allister, bisa dibilang nyawa lini tengah The Reds. (foto: twitter theanfieldbuzz)
Alisson Becker, masih yang terbaik. (foto: twitter theanfieldwrap)
Jurgen Klopp, figur penting yang hadir di tribun. Pengaruhnya masih gede, terbukti dari anjurannya untuk menghormati keputusan TAA. (foto: thisisanfield)
Wataru Endo, salah satu yang dinanti para fan. (foto: twitter anfieldrd96)
Darwin Nunez, golnya saat melawan Brentford terbukti krusial. (foto: twitter anfieldrd96)
Federico Chiesa, sampai beberapa kali harus didorong untuk mengangkat piala. (foto: twitter snappedlfc)