Kakang Rudianto dan Malik Risaldi memberikan kontribusi penting bagi kemenangan ASEAN All Stars atas Manchester United. Laga persahabatan tersebut digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Rabu (28/5) malam. Meski hanya sebagai pemain pengganti, keduanya menunjukkan performa yang mengesankan melawan tim raksasa Inggris tersebut.
Kakang Rudianto masuk pada menit ke-68 menggantikan Irfan Fandi dan langsung menunjukkan ketangguhannya di area pertahanan. Pemain Persib Bandung itu tampil efektif dengan permainan sederhana namun disiplin—menyapu bola, memblokir umpan lawan, dan memenangkan duel-duel penting.
Beberapa kali kamera menyorot aksinya saat berhasil menggagalkan serangan pemain MU seperti Alejandro Garnacho dan Harry Amass. Tanpa perlu gaya bermain yang rumit, Kakang berhasil menjadi penghalang kokoh bagi The Red Devils untuk menciptakan peluang berbahaya.
Bermain Baik
Berbeda dengan posisi alaminya sebagai penyerang, Malik Risaldi justru dimainkan sebagai bek sayap oleh pelatih Kim Sang Sik. Masuk di menit ke-82 menggantikan Azam Azmi, pemain Persebaya itu menunjukkan keseriusan dengan fokus menjaga pertahanan sekaligus sesekali melancarkan serangan balik.
Upayanya melakukan counter attack di menit ke-90 bahkan memicu pelanggaran keras dari Godwill Kukonki yang berujung kartu kuning—satu-satunya kartu dalam pertandingan ini. Meski hanya bermain singkat, Malik membuktikan fleksibilitasnya dengan tampil solid di posisi yang tidak biasa baginya.
BACA JUGA: Ruben Amorim Sanjung Pemain Timnas Malaysia, Akui Buat Lini Tengah Timnya Kelimpungan
Pengalaman Berharga
Selepas pertandingan, Malik Risaldi mengungkapkan kebahagiaannya bisa merasakan pengalaman bermain melawan tim sekelas Manchester United.
“Saya senang, dapat pengalaman baru,” kata Malik selepas pertandingan. “Itu di luar prediksi saya karena posisi saya kan winger bukan bek, tapi ditempati di situ saya siap. Ada latihan, tapi saya winger [saat latihan], tapi pertandingan main bek,” ujarnya.
Ia mengaku pertandingan ini memberinya pelajaran berharga untuk terus berkembang, terutama dalam hal skill dan pengalaman menghadapi pemain Eropa.
Kemenangan Bersejarah ASEAN All Stars
Gol tunggal Maung Maung Lwin pada menit ke-71 menjadi penentu kemenangan ASEAN All Stars. Kolaborasi solid dari seluruh pemain, termasuk Kakang dan Malik, membuat MU kesulitan menembus pertahanan tim gabungan Asia Tenggara ini.
Kedisiplinan taktis dan semangat juang tinggi menjadi kunci keberhasilan mereka mengalahkan tim papan atas Eropa. Bagi Kakang dan Malik, ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, melainkan bukti bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Peluang untuk Terus Berkembang
Meski hanya tampil dalam waktu singkat, performa keduanya memberikan sinyal positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Pengalaman menghadapi pemain berkualitas seperti ini diharapkan bisa menjadi modal berharga untuk musim depan, baik di Liga 1 maupun jika suatu saat mendapat kesempatan bermain di kancah yang lebih tinggi.
Kemenangan ASEAN All Stars ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola Asia Tenggara terus menunjukkan peningkatan dan mampu menciptakan kejutan ketika diberikan kesempatan.
View this post on Instagram


