Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengakui kualitas bintang Malaysia, Sergio Aguero, yang sudah membuat timnya kesulitan. Sayangnya, Ruben Amorim tidak memberikan perhatian khusus pada dua pemain Indonesia, Kakang Rudianto dan Malik Risaldi. Pernyataan tersebut dibuatnya saat The Red Devils kalah dari ASEAN All Stars dalam laga persahabatan.
Manchester United harus mengakui keunggulan ASEAN All Stars dengan skor 1-0 dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (28/5/2025) malam WIB. Satu-satunya gol dalam laga tersebut dicetak oleh Maung Maung Lwin pada menit ke-71.
Kakang Rudianto mendapatkan kesempatan bermain pada menit ke-68, sementara Malik Risaldi baru masuk di menit ke-82. Meski begitu, keduanya tidak masuk dalam sorotan Amorim usai pertandingan.
Penilaian Singkat dari Amorim
Ruben Amorim mengaku kesulitan mengevaluasi performa pemain dalam waktu singkat, terlebih di akhir musim. Namun, ia mengapresiasi soliditas pertahanan ASEAN All Stars.
“Sulit menilainya dalam pertandingan seperti ini, apalagi di akhir musim. Namun mereka tampil sangat baik dalam bertahan,” kata Amorim di Stadion Bukit Jalil, Kamis (29/5/2025).
Aguero Jadi Sorotan Utama
Alih-alih menyebut nama Kakang atau Malik, Amorim justru memuji performa Sergio Aguero, yang menurutnya menjadi kunci stabilitas lini tengah ASEAN All Stars.
“Menurut saya, Sergio Aguero adalah pemain yang bagus, ia mampu mengendalikan lini tengah dengan cukup baik. Mereka pemain-pemain berkualitas, dan itu memang pantas,” ucap Amorim.
BACA JUGA: Man. United Hampir Pasti Dapatkan Matheus Cunha dari Wolves, Siap 3 Kali Nyicil dalam 2 Tahun
Kekecewaan dan Syukur Tanpa Cedera
Amorim mengungkapkan kekecewaannya karena MU gagal memenangkan pertandingan untuk menghibur fans yang datang ke stadion. Namun, ia bersyukur tidak ada pemain yang cedera.
“Kami mengharapkan pertandingan yang bagus, pertandingan yang intens, dalam kondisi seperti ini,” kata Amorim setelah pertandingan.
“Namun hal baiknya adalah (pemain) kami tidak mengalami cedera dan kami melihat anak-anak muda, yang penting tidak ada yang cedera, dengan cuaca seperti ini dan semua yang telah kami lakukan untuk sampai di sini pada hari ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa timnya seharusnya bisa tampil lebih baik. “Namun, sekali lagi, itu bukan alasan. Kami harus tampil lebih baik,” tegasnya.
Sejarah untuk Duo Indonesia
Meski tidak masuk dalam sorotan Amorim, Kakang Rudianto dan Malik Risaldi mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama asal Indonesia yang berhasil mengalahkan Manchester United. Keduanya tampil solid meski hanya bergabung dengan tim dua hari sebelum pertandingan.
Bagi Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, keikutsertaan mereka dalam kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Mereka juga menjadi pemain Indonesia pertama yang berhasil mengangkat piala di hadapan Bruno Fernandes dan rekan-rekannya.
Prestasi Simbolis ASEAN All Stars
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan bukti bahwa sepak bola Asia Tenggara terus berkembang dan mampu bersaing di level internasional. ASEAN All Stars menunjukkan bahwa kolaborasi pemain dari berbagai negara di kawasan ini bisa menciptakan kejutan.
Dari pertahanan yang rapat hingga serangan yang efektif, tim ini membuktikan bahwa kesiapan dan semangat juang bisa mengalahkan reputasi klub besar. Meski dibentuk hanya untuk pertandingan persahabatan, ASEAN All Stars berhasil menorehkan prestasi yang patut dikenang.
View this post on Instagram


