Paris Saint-Germain berhasil memutuskan rasa penasaran mereka di Liga Champion. Pujian tertinggi layak dialamatkan kepada sosok yang terbukti menjadi kepingan terakhir yang akhirnya didapat PSG.
Saat di panggung podium, hanya Luis Enrique yang diangkat sambil dirinya mengangkat trofi besar Liga Champion. Tampak ada alasan untuk perlakuan istimewa itu. Tak berlebihan bila pria berusia 55 tahun itu dianggap sebagai sosok terpenting dalam gelar perdana PSG ini.

Eks gelandang Barca dan Madrid itu dianggap sebagai keping yang selama ini dicari Les Parisiens untuk bisa menuntaskan dahaga di Liga Champion. Bukan Lionel Messi, Neymar, atau Kylian Mbappe yang memutuskan pindah ke Real Madrid tahun lalu.
Pelatih asal Gijon ini membuktikan lagi faktor penting otak kemenangan. Enrique pun mengulangi kiprahnya mempersembahkan tiga gelar mayor semusim seperti yang ia lakukan di Barcelona. Enrique mengikuti jejak Pep Guardiola yang bisa dua kali melakukannya, kebetulan dua-duanya mengawali dengan Barca, diikuti klub dengan kepemilikan dari Timur Tengah. Enrique tampil pula sebagai pelatih ketujuh yang membawa dua skuad berbeda menjuarai Liga Champion.
“Kami nyaris tersingkir beberapa kali musim ini, tapi lalu bisa melaju dan merampungkan musim yang luar biasa. Pelatih kami memberikan kebebasan dan membuat kami tenang. Ini hasil filosofinya. Ia mempersiapkan final dalam cara yang terbaik, dan kita bisa melihatnya,” puji kiper Gianluigi Donnarumma di situs UEFA.
Haru Kenangan Xana.
Di balik keberhasilan Enrique ini, terdapat kisah mengharukan. Kenangan akan Xana, putri Enrique, yang meninggal pada Agustus 2019 karena kanker tulang, mengemuka.

Saat membawa Barcelona menjadi kampiun 2015 usai final di Berlin, Enrique bersama putri bungsunya itu membuat perayaan kecil di lapangan. Mereka menancapkan bendera Barca di titik tengah Olympiastadion.
Hal pertama yang Enrique lakukan setalah PSG juara di Munich adalah berganti kaus. Ia mengenakan kaus hitam yang menggambarkan momen penancapan bendera itu.
Yang juga mengesankan, suporter PSG membuat spanduk besar, juga bergambar momen Luis dan Xana Enrique tersebut, hanya benderanya adalah bendera PSG. Peringatan itu mengharukan Enrique.

“Ini sangat emosional. Indah saat memikirkan bahwa suporter memikirkan saya dan keluarga. Namun, saya tak perlu menang atau gelar Liga Champion untuk memikirkan putri saya. Saya memikirkannya setiap hari,” tutur Enrique dikutip ESPN.
“Xana tidak secara fisik di sini, tapi ia selalu terhubung dengan saya dan tengah menikmati saat ini bersama kami,” lanjut Enrique.
View this post on Instagram


