Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Kemenangan Dahsyat Bintang 5 Atas Inter Milan, Sambut PSG Kampiun Baru
    Liga Champion/Europa

    Kemenangan Dahsyat Bintang 5 Atas Inter Milan, Sambut PSG Kampiun Baru

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJune 1, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PSG, juara ke-24 yang tampil perkasa di Munich. (foto: twitter psg_inside)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Paris Saint-Germain mencetak sejarah kesuksesan pertama mereka di Liga Champion. Di final yang digelar di Allianz Arena, Munich, pada Sabtu (31/5), PSG tampil superior atas Inter Milan.

    PSG tampil mengesankan sehingga bisa mengangkat trofi Si Kuping Lebar untuk pertama kali. Raksasa Prancis itu meluluhlantakkan Inter. Separah apa kerusakan yang dibuat PSG?

     

    Hakimi Hukum Lubang Inter.
    Gol pertama diawali operan daerah Fabian Ruiz dari depan kotak penalti. Desire Doue, yang bisa lolos dari jebakan off-side di sisi kanan dalam kotak karena Federico Dimarco tertinggal di kiri, menyodorkan bola ke depan gawang. Achraf Hakimi mudah menceploskan bola (12′). Pemain pertama Maroko di final yang pernah semusim dan merasakan scudetto (2020-21) bersama Inter itu menolak merayakan gol, tapi kerusakan di pertahanan Inter dimulai.

    Achraf Hakimi, pernah membela Inter. (foto: twitter eurofootcom)

     

    Doue Termuda.
    Dimarco kembali terlibat dalam gol kedua PSG. Diawali aksi Nuno Mendes mencuri bola tepat di atas garis belakang, Les Parisiens meluncurkan serangan balik. Ousmane Dembele mengirim bola dari sayap kiri ke kanan. Tembakan Doue mengenai kaki Dimarco sehingga berbelok arah dan mengelabui Yann Sommer (20′). Doue pun menjadi pemain termuda yang membuat assist dan gol di final di usia 19 tahun dan 362 hari.

     

    Sommer Tersibuk.
    Inter bukan tanpa peluang. I Nerazzurri mendapat kesempatan dari dua tendangan pojok termasuk sundulan Marcus Thuram yang sedikit melebar. Sommer tetap menjadi kiper tersibuk dengan hanya tiga penyelamatan walau kebanyakan peluang PSG luput tipis dari sasaran. Kiper asal Swiss itu beruntung tidak memungut bola lagi di akhir babak pertama. Alumni Serie A, Khvicha Kvaratskhelia, menghasilkan dua peluang yang masih melebar dan melayang tipis.

     

    Lanjut Menekan.
    Kvaratskhelia, yang pindah dari Napoli ke PSG pada awal tahun, dua kali lagi mengancam di awal paruh kadua, tapi eksekusi keras kaki kirinyanya masih melayang. Tembakan Dembele pun masih melebar. Dengan sinyal seperti itu, Inter gagal keluar dari tekanan.

     

    Gelontor 3 Lagi.
    Pada akhirnya, PSG memperlihatkan kepantasan juara kali ini. Les Parisiens menambah dua gol dari dua kali operan daerah brilian. Vitinha menjadi penyedia yang pertama untuk disantap Doue (63′).
    Kvaratskhelia menjadi penjebol keempat (73′) dengan tembakan ke tiang dekat dari assist Dembele. Seperti masih kurang, PSG membuat gol tiang dekat lagi melalui pemain pengganti, Senny Mayulu (86′), dari sodoran Bradley Barcola di dalam kotak.

    Khvicha Kvaratskhelia, baru pindah awal tahun. (foto: twitter cfc_janty)

     

    Sebab Superior.
    Munchen kembali menghasilkan juara baru seperti tiga gelaran final sebelumnya. Les-Rouge-et-Bleu menjadi juara ke-24 kompetisi akbar ini lewat performa mantap terutama dalam penciptaan dan pemanfaatan peluang melalui penguasaan bola sebesar 59%. PSG besutan Luis Enrique melepaskan 20 percobaan dengan delapan buah yang mengarah ke gawang.
    Marquinhos cs. menghasilkan harapan gol sebesar 3,23, sementara Inter hanya 0,49. Nerazzurri cuma mampu membuat lima tembakan, dengan dua kali mengarah ke gawang Gianluigi Donnarumma.

     

    Desire Terbaik.
    Dua gol dan satu assist membuat Doue diganjar penghargaan pemain terbaik di laga puncak ini. “Saya tak bisa berkata-kata. Ini luar biasa buat saya, sungguh luar biasa,” ucapnya di situs UEFA.

    Desire Doue, pemain termuda yang bikin gol dan assist di final UCL. (foto: twitter mrnobody12462)

     

    Paris Layak.
    Final ini menjadi yang pertama dengan margin lima gol. Inter menerima hasil telak yang merupakan kekalahan kedua dalam tiga tahun ini.
    “Paris layak menang dan meraih trofi. Kami kecewa, tapi jalan menuju titik ini hebat. Sebagai pelatih, saya bangga terhadap pemain-pemain saya karena telah memberikan segalanya. Laga ini tentu tidak cukup baik buat kami,” kata Simone Inzaghi, pelatih Inter.
    “Selamat untuk Paris. Mereka lebih baik di semua segi. Mereka lebih berenergi. Inilah sepak bola, kadang kala kalah. Saya senang dan bangga berada dalam tim ini dan pada permainan kami sampai titik ini,” tutur Nicolo Barella.

     

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    allianz arena barcola barella dembele dimarco donnarumma doue final Liga Champion hakimi inzaghi juara baru Kvaratskhelia Luis Enrique marquinhos mayulu munich PSG 5-0 Inter sommer vitinha
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.