Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » 8 Pemain Inter yang Nyesek 2 Kali Kalah di Final Liga Champions:
    Liga Champion/Europa

    8 Pemain Inter yang Nyesek 2 Kali Kalah di Final Liga Champions:

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJune 2, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ada 12 pemain Inter yang merasakan dua kali kekalahan di final Liga Champions 2022/23 versus Manchester City dan di final Liga Champions musim versus Paris Saint-Germain. Dari 12 pemain tersebut, sembilan di antaranya bahkan turut merumput di kedua laga tersebut.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pahit betul jadi pemain Inter Milan. Dalam tiga tahun terakhir, dua kali mereka mampu lolos ke final Liga Champions, namun dua kali pula mereka pulang tanpa gelar.

    Kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain akhir pekan lalu, menumpuk kekecewaan yang mereka derita setelah takluk 0-1 dari Manchester City di final Liga Champions 2022/23.

    Selain pelatih Simone Inzaghi, ada sembilan pemain Inter yang merumput di kedua laga bersejarah tersebut, plus tiga yang cuma duduk di bangku cadangan. Siapa saja mereka?

    1. Lautaro Martinez

    vs City: 90 menit, rating 6,7

    vs PSG: 90 menit, rating 6,6

    Meski selalu tampil penuh 90 menit di kedua laga tersebut, Martinez selalu gagal menyumbang gol. Kala melawan City, ia berduet dengan Edin Dzeko. Sedangkan saat menghadapi PSG, Martinez berduet dengan Marcus Thuram yang secara rating penampilan versi Flashscore, masih lebih bagus dibanding dirinya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

     

    2. Federico Dimarco

    vs City: 90 menit, rating 6,8

    vs PSG: 53 menit, rating 6,6

    Penampilan Dimarco saat melawan City bisa dibilang masih lebih bagus dibanding melawan PSG. Buktinya, ia tampil penuh 90 menit lawan City, sedangkan saat bersua PSG, ia cuma bermain 53 menit versus PSG. Dimarco juga dianggap sebagai penyebab lahirnya dua gol awal PSG.

     

    3. Hakan Calhanoglu

    vs City: 84 menit, rating 6,8

    vs PSG: 70 menit, rating 6,4

    Berstatus sebagai playmaker tim, Calhanoglu selalu gagal mempesona baik saat menghadapi City maupun PSG. Kalau di saat melawan City ia masih dipercaya melahap 84 menit tampil, maka saat melawan PSG, kesempatannya berkurang menjadi 70 menit saja.

     

    4. Nicolo Barella

    vs City: 90 menit, rating 6,4

    vs PSG: 90 menit, rating 6,6

    Inter selalu tampil dengan formasi sama (3-5-2) di dua laga final dan Barella menjadi satu-satunya gelandang Inter yang selalu dipercaya tampil penuh di kedua laga tersebut. Yang kurang hanya kontribusi gol maupun assistnya saja.

    Inter star Nicolà Barella feels ‘like swearing’ after a massive 5-0 loss in the Champions League Final and admits ‘PSG wanted it more.’ pic.twitter.com/dI9o6F0PfV

    — Football Italia (@footballitalia) June 1, 2025

    5. Denzel Dumfries

    vs City: 76 menit, rating 6,5

    vs PSG: 90 menit, rating 6,5

    Dibanding dua musim lalu melawan City, peran Dumfries sebenarnya sudah lebih diandalkan kala menghadapi PSG. Namun, tanggung jawab itu gagal ditunaikannya dengan baik.

    Dituntut untuk rajin membantu serangan, ia jadi agak lalai dalam bertahan. Dari lima gol PSG yang bersarang ke gawang Inter, tiga di antaranya lahir saat Dumfries justru tak turun membantu pertahanan dan berada jauh di luar kotak penalti Inter.

     

    6. Alessandro Bastoni

    vs City: 76 menit, rating 6,6

    vs PSG: 90 menit, rating 6,0

    Kalau dua musim lalu, Bastoni bisa meredam ketajaman Erling Haaland, Jack Grealish, Bernardo Silva, maka kala melawan PSG, Bastoni gagal menghentikan laju cepat Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, dan Senny Mayulu.

     

    7. Francesco Acerbi

    vs City: 90 menit, rating 6,6

    vs PSG: 90 menit, rating 5,6

    Dari pahlawan jadi bapak-bapak. Nama Acerbi viral usai menjadi penyelamat Inter kala menyingkirkan Barcelona di semifinal. Namun, hari baik tak berulang. Ia justru menjadi bek Inter dengan rating penampilan terendah saat menghadapi PSG. Ia tak kuasa mengimbangi kecepatan para pemain PSG.

    Acerbi masih tampil lebih solid dan kokoh ketika menghadapi City di dua musim silam. Buktinya, ia mencatatkan nilai rating penampilan yang lebih baik.

    2 – For the first time, a team have conceded two goals in the first 20 minutes of a UEFA Champions League final. Shock.#UCLfinal #UCL pic.twitter.com/qWUFnw79NG

    — OptaPaolo (@OptaPaolo) May 31, 2025

     

    8. Henrikh Mkhitaryan

    vs City: 6 menit (pemain pengganti), rating –

    vs PSG: 62 menit, rating 6,5

    Kalau saat melawan City cuma sebagai pemain pengganti, maka di final tahun ini, Mkhitaryan mendapat kepercayaan lebih lantaran tampil sebagai starter.

    Namun, keberadaannya di lapangan seakan semu karena gagal mengimbangi determinasi gelandang-gelandang PSG yang tampil jauh lebih mengalir.

     

    9-11. Yang Cuma Duduk di Bangku Cadangan

    Ada 3 pemain Inter yang turut menjadi bagian tim di final 2023 dan 2025, namun cuma duduk di bangku cadangan dan tak mendapat kesempatan tampil. Mereka adalah Kristjan Asllani, Joaquin Correa, dan Stefan de Vrij.

    ===

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    allesandro bastoni Denzel dumfries Federico Dimarco final francesco acerbi inter milan Lautaro Martinez Liga Champions paris saint germain psg
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.