Pahit betul jadi pemain Inter Milan. Dalam tiga tahun terakhir, dua kali mereka mampu lolos ke final Liga Champions, namun dua kali pula mereka pulang tanpa gelar.
Kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain akhir pekan lalu, menumpuk kekecewaan yang mereka derita setelah takluk 0-1 dari Manchester City di final Liga Champions 2022/23.
Selain pelatih Simone Inzaghi, ada sembilan pemain Inter yang merumput di kedua laga bersejarah tersebut, plus tiga yang cuma duduk di bangku cadangan. Siapa saja mereka?
- Lautaro Martinez
vs City: 90 menit, rating 6,7
vs PSG: 90 menit, rating 6,6
Meski selalu tampil penuh 90 menit di kedua laga tersebut, Martinez selalu gagal menyumbang gol. Kala melawan City, ia berduet dengan Edin Dzeko. Sedangkan saat menghadapi PSG, Martinez berduet dengan Marcus Thuram yang secara rating penampilan versi Flashscore, masih lebih bagus dibanding dirinya.
View this post on Instagram
2. Federico Dimarco
vs City: 90 menit, rating 6,8
vs PSG: 53 menit, rating 6,6
Penampilan Dimarco saat melawan City bisa dibilang masih lebih bagus dibanding melawan PSG. Buktinya, ia tampil penuh 90 menit lawan City, sedangkan saat bersua PSG, ia cuma bermain 53 menit versus PSG. Dimarco juga dianggap sebagai penyebab lahirnya dua gol awal PSG.
3. Hakan Calhanoglu
vs City: 84 menit, rating 6,8
vs PSG: 70 menit, rating 6,4
Berstatus sebagai playmaker tim, Calhanoglu selalu gagal mempesona baik saat menghadapi City maupun PSG. Kalau di saat melawan City ia masih dipercaya melahap 84 menit tampil, maka saat melawan PSG, kesempatannya berkurang menjadi 70 menit saja.
4. Nicolo Barella
vs City: 90 menit, rating 6,4
vs PSG: 90 menit, rating 6,6
Inter selalu tampil dengan formasi sama (3-5-2) di dua laga final dan Barella menjadi satu-satunya gelandang Inter yang selalu dipercaya tampil penuh di kedua laga tersebut. Yang kurang hanya kontribusi gol maupun assistnya saja.
Inter star Nicolà Barella feels ‘like swearing’ after a massive 5-0 loss in the Champions League Final and admits ‘PSG wanted it more.’ pic.twitter.com/dI9o6F0PfV
— Football Italia (@footballitalia) June 1, 2025
5. Denzel Dumfries
vs City: 76 menit, rating 6,5
vs PSG: 90 menit, rating 6,5
Dibanding dua musim lalu melawan City, peran Dumfries sebenarnya sudah lebih diandalkan kala menghadapi PSG. Namun, tanggung jawab itu gagal ditunaikannya dengan baik.
Dituntut untuk rajin membantu serangan, ia jadi agak lalai dalam bertahan. Dari lima gol PSG yang bersarang ke gawang Inter, tiga di antaranya lahir saat Dumfries justru tak turun membantu pertahanan dan berada jauh di luar kotak penalti Inter.
6. Alessandro Bastoni
vs City: 76 menit, rating 6,6
vs PSG: 90 menit, rating 6,0
Kalau dua musim lalu, Bastoni bisa meredam ketajaman Erling Haaland, Jack Grealish, Bernardo Silva, maka kala melawan PSG, Bastoni gagal menghentikan laju cepat Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, dan Senny Mayulu.
7. Francesco Acerbi
vs City: 90 menit, rating 6,6
vs PSG: 90 menit, rating 5,6
Dari pahlawan jadi bapak-bapak. Nama Acerbi viral usai menjadi penyelamat Inter kala menyingkirkan Barcelona di semifinal. Namun, hari baik tak berulang. Ia justru menjadi bek Inter dengan rating penampilan terendah saat menghadapi PSG. Ia tak kuasa mengimbangi kecepatan para pemain PSG.
Acerbi masih tampil lebih solid dan kokoh ketika menghadapi City di dua musim silam. Buktinya, ia mencatatkan nilai rating penampilan yang lebih baik.
2 – For the first time, a team have conceded two goals in the first 20 minutes of a UEFA Champions League final. Shock.#UCLfinal #UCL pic.twitter.com/qWUFnw79NG
— OptaPaolo (@OptaPaolo) May 31, 2025
8. Henrikh Mkhitaryan
vs City: 6 menit (pemain pengganti), rating –
vs PSG: 62 menit, rating 6,5
Kalau saat melawan City cuma sebagai pemain pengganti, maka di final tahun ini, Mkhitaryan mendapat kepercayaan lebih lantaran tampil sebagai starter.
Namun, keberadaannya di lapangan seakan semu karena gagal mengimbangi determinasi gelandang-gelandang PSG yang tampil jauh lebih mengalir.
9-11. Yang Cuma Duduk di Bangku Cadangan
Ada 3 pemain Inter yang turut menjadi bagian tim di final 2023 dan 2025, namun cuma duduk di bangku cadangan dan tak mendapat kesempatan tampil. Mereka adalah Kristjan Asllani, Joaquin Correa, dan Stefan de Vrij.
===
View this post on Instagram


