Menurut situs Transfermarkt, PSG sudah mengeluarkan uang sebesar 2,8 miliar euro untuk belanja pemain, terhitung sejak dibeli oleh Qatar Sports Investments pada tahun 2011 silam, hingga akhirnya mereka mencicipi gelar juara Liga Champions 2024/25, akhir pekan lalu. Jika dirupiahkan, jumlahnya kira-kira setara dengan 52 triliun rupiah.
Sebelumnya, langkah terjauh skuat Les Parisiens untuk menggapai trofi Si Kuping Besar adalah kala mentok di final tahun 2020. Kala itu, PSG takluk 0-1 dari Bayern Munich di markas Benfica, Estadio da Lus.
Dari starting line-up PSG yang tampil versus Bayern, cuma Marquinhos dan Presnel Kimpembe, yang kini masih berseragam PSG dan akhirnya sukses memboyong trofi Liga Champions ke kota Paris akhir pekan lalu.
Sisanya, sudah angkat kaki dari Parc des Princes. Di mana mereka sekarang?
Starting Line Up PSG vs Bayern di final 2020 (4-3-3): Navas; Kehrer, Silva, Kimpembe, Bernat; Paredes, Marquinhos, Herrera; Di Maria, Mbappe, Neymar. (Pelatih: Thomas Tuchel)
Not this time for Neymar… 😢#UCLfinal pic.twitter.com/H9OiqBtm7g
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) August 23, 2020
- Keylor Navas (38 tahun/Newell’s Old Boys)
Navas sebenarnya cuma menghadapi dua tembakan on-target dari Bayern di final 2020. Namun, salah satunya gagal ia hadang (gol Kingsley Coman).
Musim itu, merupakan musim debut Navas berseragam PSG. Ia menetap selama 5,5 musim sebelum akhirnya pindah awal tahun ini ke ke klub asal Argentina yang awalnya menemukan bakat Lionel Messi, Newell’s Old Boys.
2. Thilo Kehrer (28 tahun/AS Monaco)
Kehrer dibeli PSG dari Schalke pada tahun 2018 seharga 37 juta euro. Angka itu terbilang besar untuk ukuran pemain belakang. Pada final 2020, Kehrer tampil penuh 90 menit.
Ia dilepas ke West Ham pada Agustus 2022 dan PSG termasuk jual murah seharga 15 juta euro. Besaran itu hanya tak sampai dari 50% dari uang yang dikeluarkan PSG kala merekrut Kehrer.
3. Thiago Silva (40 tahun/Fluminense)
Sejak dibeli dari AC Milan pada tahun 2012, Silva menghabiskan delapan tahun di PSG dan laga final melawan Bayern merupakan laga terakhirnya bersama Les Parisien.
Di laga tersebut, Silva juga menjadi pemain asal Brasil pertama yang menjabat sebagai kapten di final Liga Champions. Musim berikutnya, ia pindah ke Chelsea dan justru langsung memenangi trofi Si Kuping Besar bersama The Blues.
2020 ➡️ 2021
A year ago, Thomas Tuchel and Thiago Silva suffered Champions League final heartbreak with PSG.
Redemption 🏆#UCLfinal pic.twitter.com/iO5lVPRX0k
— Football on TNT Sports (@footballontnt) May 29, 2021
4. Bernat (32 tahun/Getafe)
Mengacu pada data statistik Flashscore, Bernat justru menjadi bek PSG dengan rating penampilan terbaik (7,3) di laga versus Bayern. Namun, ia digantikan Layvin Kurzawa di menit 80’.
Pada Agustus 2024, Bernat dipinjamkan ke Villarreal dan lanjut ke Getafe.
5. Ander Herrera (35 tahun/Boca Juniors)
Mirip-mirip dengan Bernat, jika mengacu pada data statistik Flashscore, Herrera menjadi gelandang dengan rating penampilan tertinggi (7,5) di laga versus Bayern. Nilainya lebih tinggi dari Leandro Paredes (6,5) dan Marquinhos yang kala itu diplot sebagai gelandang bertahan.
Meski begitu, Herrera juga tak bermain penuh di laga tersebut. Ia digantikan Julian Draxler pada menit 72’. Kini, Herrera berkarier di Boca Juniors.
6. Leandro Paredes (30 tahun/AS Roma)
Tampil sejak menit awal, Paredes menjadi pemain PSG pertama yang diganjar kartu kuning versus Bayern lantaran bersitegang dengan beberapa pemain lawan.
Demi mengamankan peran Paredes selaku tukang jegal, pelatih Thomas Tuchel terpaksa menggantinya dengan Marco Verratti di menit 65’.
Paredes pindah ke Juventus pada Agustus 2022, lalu hijrah ke AS Roma (2023) hingga sekarang.
7. Angel Di Maria (37 tahun/Benfica)
Di Maria merupakan salah satu pemain kunci yang berperan besar mengantar PSG hingga ke final 2022. Ia berstatus sebagai pengoleksi assist terbanyak (6 assist). Namun, performanya melempem di final. Ia sampai harus digantikan Choupo-Moting di 10 menit akhir laga.
Ia sempat membela Juventus di musim 2022/23 dan kini kembali ke tim yang membesarkan namanya, Benfica.
How much will Mbappe and PSG rue this miss? Had a clear shot at goal, hit it straight at Neuer.
Photo: Champions League / Twitter pic.twitter.com/MOwIA5xRjR
— The Field (@thefield_in) August 23, 2020
8. Kylian Mbappe (26 tahun/Real Madrid)
Meski masih berada di bawah bayang-bayang Neymar, kualitas Mbappe sebenarnya sudah cukup memukau di musim 2019/20. Bersama Mauro Icardi, keduanya menjadi top skor PSG di Liga Champions lewat koleksi lima gol.
Namun di final, ketajaman Mbappe berhasil diredam duo bek Bayern, Jerome Boateng dan David Alaba. Ia cuma bisa melepaskan tiga tembakan dan hanya satu yang on-target.
Keputusannya pindah ke Real Madrid menjadikan Mbappe sebagai pemain yang dianggap paling menyesal karena akhirnya PSG justru berhasil menjadi juara Liga Champions musim ini.
Neymar was a broken man after the final Whistle…
Absolutely inconsolable 😢 🤦🏽♂️ pic.twitter.com/NcfpIUdFaM
— Football Fans Tribe 🇳🇬 ⚽ (@FansTribeHQ) August 23, 2020
9. Neymar (33 tahun/Santos)
Harga 222 juta euro yang dikeluarkan PSG untuk memboyong Neymar dari Barcelona pada tahun 2017, masih menjadi transfer termahal hingga saat ini.
Kala mengantar PSG hingga ke final 2020, Neymar menjadi pemain yang begitu diandalkan karena berkontribusi langsung dalam tujuh gol PSG di tujuh penampilan lewat rincian tiga gol dan empat assist.
Itulah mengapa begitu PSG kalah dari Bayern di final, striker asal Brasil itu sangat terpukul. Fotonya menangis di bangku cadangan usai laga pun viral.
Neymar pindah ke Al-Hilal pada 2023 dan mengalami cedera panjang di tahun 2024. Awal tahun ini, ia pulang kampung ke Brasil dan kembali ke tim yang membesarkan namanya, Santos.
===
View this post on Instagram


