Portugal menatap trofi Nations League kedua mereka setelah berhasil melangkah ke final usai menundukkan Jerman. Dalam laga pada Rabu (4/6) di Allianz Arena, pemimpin gaek memperlihatkan pengaruhnya lagi di Selecao das Quinas. Portugal menanti pemenang antara Prancis dan Spanyol.
Babak I: Ada yang Dominan, tapi…
Jerman lebih dominan di depan publiknya dengan ball possession 59% di babak pertama. Di paruh pertama itu, 4 dari 7 tembakan Die Mannschaft mengarah ke gawang. Portugal hanya bisa melepaskan 1 shot on goal dari 4 percobaan. Namun, paruh pertama berakhir 0-0.
Pas di Munchen.
Jerman meraih hasil dari lanjutan tekanan. Babak kedua baru memasuki menit ketiga, pemain yang sedang diperebutkan Liverpool dan Bayern Munchen dengan harga tinggi, Florian Wirtz, membuka skor dari operan pemain Bayern, Joshua Kimmich.
Efek Pengganti.
Penggantian pemain menjadi salah satu faktor penting kebangkitan Portugal. Roberto Martinez, yang konon sedang diisukan akan didepak, memasukkan Vitinha, Nelson Semedo, dan Francisco Conceicao di menit ke-58. Lima menit setelah masuk, Conceicao menyamakan skor dari sodoran Ruben Dias.
Masih Ada!
Portugal meneruskan momentum. Lima menit setelah gol penyeimbang, kapten Cristiano Ronaldo memperlihatkan kepantasannya mendapat kepercayaan memimpin Selecao. CR7 melesakkan bola dari assist bek yang baru membawa PSG juara Liga Champion, Nuno Mendes.
Kalah Agresif.
Jerman tidak bisa membuat gol lagi, bahkan praktis kalah agresif di babak kedua. Rata-rata penguasaan bola skuad Julian Nagelsmann menjadi 55% saja, dengan 1 shot on goal dari 2 tembakan. Portugal melepaskan 5 shot on goal dari 13 percobaan di babak kedua.
Bisa Kedua.
Portugal membalikkan lima kekalahan di lima pertemuan sebelumnya. Die Mannschaft gagal tampil di final pertama mereka di kompetisi ini. Portugal mendekat ke gelar Nations League kedua mereka setelah meraihnya pada edisi pertama pada 2019.
Nagelsmann: Turun setelah Gol.
“Kadang kala gol bisa memberikan dorongan dan semangat lebih besar. Pada situasi lain dalam laga sepak bola, tim gembira dan turun semangat setelah mencetak gol. Kami mengendur setelah gol, dan kebobolan dua gol. Berat, tapi kami pantas tidak masuk final,” tutur Nagelsmann dikutip situs UEFA.
Martinez: Naik setelah Euro.
“Kami tahu start Jerman biasanya sangat baik. Bagi kami, laga ini soal start bagus, tapi akhirannya lebih kuat, bukan hanya aspek fisik. Saya rasa Chico Conceicao dan Nelson membawa banyak energi, dan kesempatan Vitinha mengendalikan permainan. Ini berjalan baik bagi kami, dan menunjukkan kami meningkat setelah Euro 2024,” ucap Martinez.
View this post on Instagram


