Vonis itu datang juga. Nasib Ange Postecoglou menjadi jelas. Trofi yang ia janjikan di tahun keduanya tidak cukup buat menyelamatkan kursinya di Tottenham Hotspur.
Pada Jumat (6/6) petang, Tottenham memastikan pemutusan kontrak Postecoglou. Klub London Utara itu menyatakan bahwa keputusan untuk melepaskan pelatih berusia 59 tahun itu dari tugasnya diambil menyusul tinjauan pada performa dan setelah refleksi signifikan.
“Kami sangat berterima kasih pada Ange untuk komitmen dan kontribusinya selama dua tahun di klub. Ange akan selalu dikenang sebagai manajer ketiga dalam sejarah klub yang bisa memberikan trofi Eropa, bersama figur-figur legendaris Bill Nicholson dan Keith Burkinshaw,” begitu bunyi pernyataan Spurs.
Ya, putusan itu hadir 16 hari setelah pelatih asal Australia itu memupus paceklik trofi klub selama 17 tahun. Finis rendah di Premier League 2024-25 lalu tampak menjadi alasan Spurs untuk mendepak Postecoglou.
“Namun, Dewan membuat keputusan bulat bahwa yang terbaik untuk klub adalah perubahan. Menyusul start positif di Premier League 2023-24, kami mencatat 78 poin dari 66 laga liga.
Hal ini berujung pada finis liga terburuk kami musim lalu. Beberapa kali hadir keadaan yang mengurangi kekuatan: cedera dan kemudian keputusan untuk memprioritaskan Eropa. Sementara meraih Liga Europa musim ini dinilai sebagai salah satu momen terhebat klub, kami tidak bisa mendasarkan keputusan kami pada emosi seiring kejayaan itu,” demikian lanjutannya.
Ditarik dari Celtic yang ia bawa mendominasi Skotlandia, Postecoglou membuat start mantap di Tottenham. The Lilywhites memenangi 10 laga pertama mereka di bawah besutan pelatih kelahiran Yunani itu. Namun, Spurs menurun usai awal keren itu sehingga hanya finis di peringkat kelima musim lalu.
Penurunan itu berlanjut ke 2024-25. Peringkat ke-17 merupakan posisi akhir terburuk Lilywhites di Premier League, terendah di divisi teratas sejak 1976-77.
Selain cuma bisa mengoleksi 38 poin, Spurs kebobolan 65 gol. North Londoner tak mampu menang di 8 dari 10 pekan terakhir. Setelah Natal, Tottenham tak pernah menang atas klub di enam besar.
“Ketika merefleksikan masa saya sebagai manajer Tottenham Hotspur, emosi yang menguasai saya adalah kebanggaan. Kesempatan memimpin salah satu klub bersejarah di Inggris dan mengembalikan kejayaan yang layak mereka dapatkan akan tinggal dalam diri saya sepanjang hidup.
“Berbagi pengalaman itu dengan semua orang yang sungguh mencintai klub ini dan melihat pengaruhnya pada mereka adalah sesuatu yang tak pernah akan saya lupakan,” demikian ungkapan Postecoglou.
Keputusan sudah diambil. Tottenham ditengarai akan membajak Thomas Frank dari Brentford. Di tangan Frank, The Bees finis di peringkat ke-10.
View this post on Instagram


