Mimpi yang jadi kenyataan, begitu kata Matheus Cunha setelah resmi jadi pemain Man. United pada Kamis (12/6) petang. Apa yang bisa ditawarkan pemain Brasil ini buat mengangkat penampilan United yang hancur-hancuran musim lalu?
Bayar Peminatan.
Cunha berpotensi memberikan kemampuan terbaiknya setelah mendapatkan peminatan serius dari United. The Red Devils mengaktifkan pasal pelepasan dalam kontrak si pemain di Wolves hingga bisa menggaet dengan ongkos transfer 62,5 juta pound. Cunha diikat klub barunya selama lima tahun dengan opsi setahun tambahan.
“Mendatangkan Matheus adalah salah satu prioritas utama kami pada musim panas ini, sehingga kami gembira merampungkan perekrutannya di awal jendela transfer,” kata direktur sepak bola MU, Jason Wilcox dikutip BBC.
Realisasi Mimpi.
“Sulit berkata-kata soal perasaan saya menjadi pemain Man. United. Sejak masih kecil menonton Premier League di televisi di rumah nenek saya di Brasil, United adalah tim Inggris favorit saya dan bermimpi mengenakan seragam mereka,” ucap Cunha.
Otak Serangan.
United tampak kepincut dengan peran Cunha sebagai nyawa serangan Wolverhampton. Dengan sebagian besar peran bukan penyerang murni, pemain berusia 26 tahun itu bisa mencetak 27 gol di 65 laga buat Wolves di dua musim terakhir.
Pas Pakem Amorim.
Eks pelatih Wolves, Edu Rubio, bilang bahwa adaptasi Cunha dengan sepak bola Inggris sudah mantap. Diplot sebagai ujung tombak di musim pertama, pemain Brasil ini dapat menjalani tugas di beberapa titik lain seperti sayap kiri musim lalu hingga bahkan kerap turun.
Dengan kemampuan teknis mumpuni dan multiposisi Cunha, Rubio yakin si pemain bisa segera nyetel dengan keinginan Ruben Amorim di pola 3-4-2-1. Imbasnya, permainan United bakal meningkat.
Dengan atau Tanpa.
Menurut Rubio lagi, Cunha bisa mempercepat alur serangan United dribel paten dan lesatan cepatnya sehingga bisa mengoyak pertahanan lawan secara efektif. Di depan, pemain yang pernah memperkuat Atletico Madrid ini dapat menarik lawan ke sayap sebelum membuat tusukan dengan atau tanpa bola. Kerja keras tanpa bola itu menjadi salah satu nilai lebih Cunha.
Efek Instan.
United bakal tak sabar menanti efek pemain barunyadalam serangan. Musim lalu, torehan Iblis Merah dari 38 laga hanya 44 gol, terendah sepanjang masa. Sementara pengaruh Cunha di Wolves tersebar, dari mencetak gol yang beberapa kali krusial, kerja sama apik, dan menaklukkan pertahanan lawan.
Bantuan buat Kapten.
Musim lalu, Cunha mencatatkan 51 tembakan yang mengarah ke gawang. Angka itu sama dengan yang dihasilkan kapten United, Bruno Fernandes.
Bantuan buat tim soal gol yang bisa ditawarkan eks pemain Leipzig dan Hertha Berlin itu adalah dari lini kedua. Musim silam, asal Paraiba, Brasil, itu menorehkan enam gol dari luar kotak penalti.
Yang Bisa Berat.
United masih mempunyai keunggulan historis sehingga pemain masih mau pindah ke Old Trafford. Kelebihan itu meluntur, tapi beban sebagai pemain United bisa mengacaukan harapan. Pemain seperti Antony dan Rasmus Hojlund datang dengan biaya mahal, tapi gagal menjawabnya. Para fan akan ketok-ketok kayu tiga kali biar Cunha enggak ikut-ikutan.
View this post on Instagram


