Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Tragedi Leicester, Klub Degradasi Termahal
    Liga Inggris

    Tragedi Leicester, Klub Degradasi Termahal

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 30, 2023No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    James Maddison dkk., akan memilih pindah jika ada tawaran yang cocok. (foto: twitter TransferNews)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Cuma ada tujuh klub yang berhasil menjadi kampiun sejak divisi teratas Liga Inggris berganti baju menjadi Premier League. Leicester adalah salah satunya. Namun, The Foxes menjadi tragedi terakhir dari Premier League.

    Kendati memenangi pertandingan terakhir melawan West Ham dan sempat selamat saat Everton belum mencetak gol, Leicester mesti menerima takdir turun divisi. Klub dari East Midlands ini merosot tajam dalam dua musim terakhir.

    Hanya tujuh tahun setelah menjadi kampiun liga 2015/16, Si Rubah kudu terlempar dari Premier League. Lesatan sedekade ini diikuti dengan trofi Piala FA dua tahun silam. Kini Leicester mesti kembali ke Championship Division setelah promosi terakhir pada 2014, dua tahun sebelum mengejutkan dengan gelar juara.

    BBC mengulik sejumlah kelemahan kunci Leicester pada musim kacau ini yang berujung pada kegegalan bertahan di Premier League. Apa saja?

     

    Pramusim Beda Ambisi

    Terdapat sinyal awal saat Leicester menjalani pramusim berupa perbedaan sasaran. Perbedaan itu muncul antara pihak klub dan manajer Brendan Rodgers.

    Sejak diboyong pada Februari 2019 yang membuatnya meninggalkan Celtic, Rodgers telah melakukan pekerjaan ciamik untuk Leicester. Ia memberikan Piala FA dua tahun lalu dan Community Shield beberapa bulan kemudian. Torehannya bisa ditambah semifinal Liga Europa Conference musim lalu.

    Eks pelatih Liverpool ini dua kali hampir meloloskan Leicester ke Liga Champion. Dua kali peringkat kelima itu diikuti dengan peringkat kedelapan musim lalu ditambah empat besar Liga Europa Conference edisi perdana.

    Wajar bila Rodgers menginginkan penyegaran agar The Foxes bisa kembali ke kompetisi Eropa. Sebelum pergi berlibur musim panas, pria Irlandia Utara ini telah menyodorkan nama-nama pemain yang ingin ia lepas pada bursa transfer awal musim kepada pihak klub. Ayoze Perez dan Nampalys Mendy termasuk di dalamnya.

    Rodgers juga telah mengadakan pembicaraan dengan pemain yang ingin ia rekrut seperti pemain Chelsea, Levi Colwill. Sang bek malah menjadi pemain pinjaman di Brighton. Hal lain yang mengejutkan Rodgers sekembali dari liburan adalah masih adanya pemain-pemain yang ingin ia jual.

    Covid ikut memengaruhi geliat klub. Bisnis pemilik klub, King Power Duty Free, merosot karena mandeknya industri penerbangan. Unit usaha mereka, termasuk Leicester, turut diperketat.

    “Tentu saya ingin mengembangkan skuad seperti yang saya katakan tengah tahun lalu. Namun, sulit melakukannya secara finansial. Saya sungguh menghormati klub. Jadi, saya takkan melawan mereka,” ucap Rodgers saat pramusim.

    “Memang tidak menguntungkan. Kami mesti melakukan sejumlah hal. Kalau tidak, semoga kami bisa memengaruhi skuad. Bila ingin bersaing seperti sebelumnya, kami mesti memiliki kemampuan untuk itu. Kalau tidak, maka ada perbedaan harapan,” lanjutnya.

    Leicester baru bisa membuat penguatan di saat-saat menjelang penutupan bursa transfer. Wout Faes bisa disebut sebagai satu-satunya pembelian penting Foxes. Sang bek tengah digaet dari Rennes dengan transfer 15 juta euro.

     

    Kekacauan Manajemen

    Sebelum Piala Dunia, Leicester hanya dua kali menang dari 10 partai. Si Rubah masih bisa nangkring di peringkat ke-12, dengan hanya empat poin dari zona degradasi. Setelah Qatar 2022, Leicester hanya bisa menorehkan empat kemenangan lagi.

    Penundaan pemecatan Rodgers disebut berdampak besar. Setelah beberapa saat menyokong sang manajer, pihak klub akhirnya mendepak mantan bos Swansea itu setelah kekalahan 1-2 dari Crystal Palace. Hasil itu membawa Foxes terdampar di zona relegasi.

    Namun, Leicester tampak tidak memiliki rencana jelas untuk mendapatkan pelatih pengganti. Saat mencari manajer baru, Rubah dua kali kalah di kandang dengan penanganan pelatih interim, Adam Sadler.

    Graham Potter didekati, tapi pelatih yang saat itu baru didepak Chelsea tersebut memutuskan untuk menunggu sampai akhir musim. Jesse March ditawari kontrak tiga tahun, tapi merasa tidak cocok.

    Dengan delapan pekan tersisa, barulah Leicester mendapatkan bos baru. Dean Smith ditunjuk bersama eks pelatih Craig Shakespeare dan John Terry. Namun, keputusan itu pada akhirnya tidak cukup untuk menyelamatkan klub.

     

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

     

    Kehilangan Schmeichel

    Kekeliruan besar Leicester berikutnya adalah keputusan melepaskan Kasper Schmeichel tanpa mencari kepemimpinan pengganti. Sang kiper kapten merupakan pemimpin vokal di dalam maupun luar lapangan.

    Setelah 11 tahun dan 479 laga, kiper Denmark itu hanya ditawari perpanjangan kontrak selama setahun. Schmeichel akhirnya memilih untuk menerima ikatan tiga tahun klub Prancis, Riviera.

    Setelah empat tahun belajar dari Schmeichel, Danny Ward bisa menorehkan enam clean sheet. Namun, pada akhirnya kiprah goyah membuatnya kemasukan 1,8 gol per laga sehingga digeser Daniel Iversen.

    Skor kacamata di Newcastle menjadi clean sheet pertama Foxes sejak November. Total kebobolan mereka 68 gol. Hanya tiga tim yang lebih buruk, yakni Leeds (kemasukan 78 gol), Southampton (73), dan Bournemouth (71).

     

    Turun Termahal dan Potensi Habis

    “Leicester akan menjadi skuad termahal, dengan biaya gaji tertinggi, yang terdegradasi dalam sejarah Premier League,” ucap Kieran Maguire, seorang ahli finansial olah raga.

    Sejumlah pemain dengan bayaran tinggi tanpa pasal degradasi di dalam kontraknya akan menjadi beban besar buat klub. Menjual pemain, terutama dengan gaji tinggi, akan terpaksa dilakukan Leicester. Repotnya, Foxes tidak dapat berharap pemasukan setinggi sebelumnya.

    “Mereka akan mencoba melepas pemain berbiaya tinggi lebih dulu. Nilai jualnya bisa tinggi, tapi tak sebanyak saat masih berada di Premier League. Posisi klub akan lebih lemah saat peminat datang,” ucap Maguire.

    Bintang seperti James Maddison dan Harvey Barnes sangat mungkin bakal hengkang dan bisa memberi pemasukan lumayan. Mereka seharusnya bisa mendapat lebih banyak bila bisa melego pemain habis kontrak musim panas ini seperti Youri Tielemans dan Caglar Soyuncu.

    Klub East Midlands ini akan harus mencari jalan bagi delapan pemain yang kontraknya kedaluwarsa akhir musim depan. Pemotongan separuh kontrak sesuai klausul degradasi akan membuat banyak pemain memilih pindah.

    Hasil penjualan ditambah tunjangan degradasi, parachute payments, bisa mempertebal keuangan. Perubahan struktur gaji Rubah bisa ikut menunjang kesehatan finansial. Saat ini, beban gaji pemain yang dirasakan Leicester adalah 180 juta pound, tertinggi di luar enam besar Prem. Maddison, Jamie Vardy, dan Ricardo Pereira adalah beberapa pemain bergaji lebih dari 100 ribu per pekan.

    Klub mencatat pemasukan 214 juta musim ini. Hanya, angka itu diperkirakan akan berkurang sekitar 70 juta karena turun divisi. Keberadaan di Championship Division bisa membuat geliat Foxes lebih lambat lagi perihal pembelian pemain.

    Leicester mungkin sukar berharap perubahan drastis ini tidak menggerus performa mereka musim depan. Foxes sepertinya akan butuh waktu untuk kembali ke divisi teratas.

    brendan rodgers dean smith degradasi harvey barnes James Maddison jamie vardy leicester youri tielemans
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.