Manchester United mungkin tidak segemilang era Sir Alex Ferguson. Namun, kondisi itu, diikuti angin segar baru, tetap meyakinkan Adidas untuk memperpanjang kerja sama untuk waktu yang lama.
Man. United menanda tangani kesepakatan baru dengan Adidas senilai 900 juta pound pada Senin (31/7). Ikatan ini memperpanjang kolaborasi mereka hingga sedasawarsa lagi sampai Juni 2035.
Adidas telah menjadi sponsor perlengkapan resmi United sejak 2015/16. Kedua belah pihak bereuni setelah 23 tahun. Saat itu, perusahaan raksasa perlengkapan olahraga dari Jerman ini mengambil alih dari rival mereka dari AS, Nike. Kesepakatan saat itu bernilai 750 juta pound, yang menjadi rekor.
Paceklik gelar liga yang dialami The Red Devils telah memasuki sedekade. Gelar terakhir United pada 2012/13 masih dengan Nike sebagai sponsor seragam resmi.
“Adidas dan Manchester United merupakan dua nama penting dalam sepak bola internasional. Sangat alami bagi kami untuk meneruskan kerja sama. Kami akan meneruskan tradisi dan inovasi untuk memuaskan para pemain dan para fan,” ucap CEO Adidas, Bjorn Gulden, seperti dikutip BBC.
“Kesepakatan baru meningkatkan fokus pada tim wanita Manchester United sejak dihidupkan kembali pada 2018,” demikian pernyataan bersama United dan Adidas.
Meski menyatakan lebih fokus ke tim perempuan, tim pertama pria mendapat porsi perhatian besar dari Adidas. Iblis Merah mengalami peningkatan performa pada musim lalu di bawah arahan Erik ten Hag dengan kembali lolos ke Liga Champion. Musim lalu, United hanya bermain di Liga Europa.
Liga Champion menjadi syarat dalam kesepakatan anyar antara Adidas dan United ini. Kegagalan ke Liga Champion untuk dua atau tiga musim beruntun akan memangkas pembayaran tahunan sebesar 30 persen. Kedua belah pihak tidak mengeluarkan pernyataan terkait klausul tersebut.
View this post on Instagram
Meski tidak berlaga di Liga Champion musim lalu, United tetap tampil sebagai entitas bisnis yang bagus. Pada bulan lalu, mereka menyatakan tengah menuju catatan rekor pemasukan. Meningkatnya pemasukan hari laga dan komersial merevisi proyeksi tahunan United dari antara 590-610 juta pound menjadi 630-640 juta. Rentang terakhir akan melampaui rekor mereka paa 2019 sebesar 627,1 juta.
Dampak bayaran besar dari Adidas ini ditambah kelolosan United ke Liga Champion bisa meresahkan para pendukung yang menentang pemilik saat ini, keluarga Glazer. Perkembangan terbaru kontrak Adidas dapat semakin meyakinkan Glazers untuk menunda atau bahkan membatalkan penjualan.
The Glazers meluncurkan proses penjualan resmi pada November tahun silam. Sekurangnya dua pihak disebut sangat serius membeli Manchester Merah, yakni Sheikh Jassim bin Hamad al-Thani dari Qatar dan hartawan dari Inggris, Jim Ratcliffe.
United dikabarkan masih memiliki utang besar yang konon mencapai 950 juta pound. Besaran itu termasuk pembayaran biaya transfer pemain yang ditengarai melebihi 160 juta.
Para penggemar yang sudah resah dengan tindak-tanduk klan Glazers boleh jadi tambah yakin semakin khawatir pemilik dari AS itu semakin enggan menjual klub. Di media sosial mulai muncul imbauan untuk tidak membeli apparel resmi United yang diproduksi Adidas.
View this post on Instagram


