Final Coppa Italia pada Rabu (15/5) di Stadio Olimpico akan menarik. Satu finalis merupakan kubu paling mengesankan, tapi finalis lainnya, pemain lama, mungkin yang berjaya lagi.
Atalanta merupakan salah satu klub Italia paling menarik perhatian musim ini. Di Serie A, klub Bergamo ini bisa mendekati papan atas. Finis di peringkat kelima, yang merupakan batas zona Liga Champion, di depan mata. Kemenangan atas pesaing untuk jatah ke UCL ini, Roma, pada akhir pekan, membuat La Dea tampak siap meneruskan musim menawan mereka.
Atalanta menembus dua final yang bisa menambah koleksi trofi mereka, salah satunya Coppa Italia. Satu lagi adalah Liga Europa, menantang sensasi musim ini lainnya, Bayer Leverkusen, tengah pekan depan.
Menuju final Coppa, Atalanta mencatat enam kemenangan dari tujuh laga kompetitif terakhir, ditutup dengan kemenangan atas Roma. Rafael Tolio cs. sejauh ini bisa menjaga performa di tengah jadwal padat sembilan laga selama sebulan.
Pasukan besutan Gian Piero Gasperini itu tampak menikmati jadwal padat. Laga puncak Coppa Italia pertama dalam 61 tahun adalah buktinya. Ya, Atalanta mengincar trofi kedua mereka (di semua ajang) setelah kampiun Coppa pada 1963.
Start bagus menjadi salah satu modal Atalanta di Olimpico nanti. Di tujuh laga kompetitif terakhir, Nerazzurri bisa membuka skor untuk unggul tanpa kebobolan di babak pertama di enam dari tujuh laga tersebut.
Di sisi lain, start pelan mewarnai kiprah Juventus, lawan Atalanta di final nanti. Hasil 1-1 dengan tertinggal lebih dulu dari tim yang sudah memastikan turun divisi, Salernitana, akan sulit menaikkan kepercayaan diri Federico Chiesa dkk.
Hasil itu membuat Bianconeri tak pernah menang di enam partai terakhir, sekali diwarnai kekalahan. Di liga, skuad Massimiliano Allegri hanya bisa mengemas rata-rata satu poin dari 15 pertandingan.
Juventus tengah melewati salah satu musim terburuknya. La Vecchia Signora tercecer ke peringkat keempat Serie A.
Namun, Coppa Italia bisa menjadi penebus kepayahan itu. Si Nyonya Besar layak menyasarnya seiring tingginya kesuksesan mereka di arena ini.
Sejarah kerap mendukung Juventus di Coppa. Ajang ini sudah 14 kali mereka taklukkan, tersering di Italia. Tiga dari empat final terakhir diwarnai dengan Juve mengangkat trofi usai laga.
Partai puncak nanti akan berlangsung menarik. Kedua klub bermain imbang di dua pertemuan di Serie A.
Namun, ditambah dukungan materi yang sebenarnya lebih umpuni dan bermental juara, final di Olimpico nanti, ke-22 bagi mereka, akan menjadi pelampiasan Juventus.
View this post on Instagram


