Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Preview Spanyol vs Italia: Misi Mengejar Tiket ke Babak 16 Besar dan Eksistensi Tiki-Taka
    Euro 2024

    Preview Spanyol vs Italia: Misi Mengejar Tiket ke Babak 16 Besar dan Eksistensi Tiki-Taka

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJune 20, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Proses gol Federico Chiesa kala membobol gawang Spanyol di semifinal Euro 2020. Meski kala itu Italia akhirnya menang adu penalti, kemenangan tersebut menjadi satu-satunya kemenangan Italia atas Spanyol dalam lima pertemuan terakhir.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pemenang laga Spanyol versus Italia di Arena Aufschalke, Gelsenkirchen, Jumat (21/6), dipastikan lolos ke babak 16 besar. Hal itu lantaran dua kontestan grup B lainnya, yakni Kroasia dan Albania, cuma bermain imbang 2-2, Rabu (19/6).

    Baik Kroasia dan Albania baru meraih satu poin karena sama-sama kalah di laga pembuka grup. Kroasia takluk dari Spanyol, sedangkan Albania takluk dari Italia.

    Itulah mengapa, pemenang laga Spanyol vs Italia, secara matematis (6 poin), sudah tak mungkin terkejar dan dipastikan lolos ke babak 16 besar. Dengan begitu, pelatih juga bisa lebih tenang merotasi pemainnya di laga penutup grup.

    Italia menikmati betul skema tersebut saat menjuarai Euro 2020. Gli Azzurri memenangi dua laga awal, yakni menang 3-0 vs Turki dan 3-0 vs Swiss. Pelatih Italia saat itu, Roberto Mancini, bisa leluasa merotasi pemain. Ia mengistirahatkan lima pemain kuncinya di laga penutup kontra Wales (menang 1-0).

    Jadi, saat harus menjalani laga hingga babak perpanjangan waktu versus Austria di babak 16 besar, pasukan Mancini masih sanggup mencetak dua gol.

    Masalah kebugaran juga menjadi kunci kemenangan Italia kala kemudian berturut-turut menekuk Belgia, Spanyol, dan Inggris, hingga akhirnya ke tangga juara.

    Bagaimana dengan Spanyol kala itu? Berhubung ditahan imbang 0-0 Swedia di laga pembuka, skuat Matador “dipaksa” terus bekerja keras dan harus puas lolos ke fase gugur dengan status runner-up (setelah Swedia).

    Tanpa keleluasaan rotasi pemain, Luis Enrique selaku pelatih Spanyol kala itu, harus pintar-pintar dalam memforsir tenaga anak asuhnya. Pasalnya, Spanyol dipaksa bermain 120 mejat kontra Kroasia di babak 16 besar, dan babak adu penalti kala bersua Swiss di babak perempat final. Kala itu, Italia pulalah yang akhirnya  menghentikan langkah Spanyol di babak semifinal lewat kemenangan adu penalti.

    *Ujian eksistensi terkini tiki-taka

    Selain menghidangkan tiket lolos ke babak 16 besar bagi tim pemenang, pertemuan versus Italia kali ini juga menjadi ujian bagi Spanyol terkait eksistensi gaya permainan tiki-taka mereka.

    Pasalnya, di laga pembuka kontra Kroasia, pola itu tak terlalu kentara. Alvaro Morata dkk. memang sukses menggulung Luka Modrid cs. lewat kemenangan meyakinkan 3-0.

    Namun, jika berkaca pada data statistik, Spanyol tak sepenuhnya menguasai laga. Mereka tak hanya kalah dalam persentase penguasaan bola (46% berbanding 54%), tapi juga kalah jumlah peluang (11 berbanding 16). Selain itu, Kroasia juga melakukan operan lebih banyak (528) dibanding Spanyol (455).

    Bandingkan dengan Italia, yang meski sempat tertinggal 0-1 lebih dulu kala bersua Albania di laga pembuka, namun tetap mampu menguasai laga hingga akhirnya berbalik menang 2-1.

    Di laga tersebut, Federico Chiesa bahkan jauh mendominasi ketimbang Albania lewat keunggulan penguasaan bola (66% berbanding 34%), jumlah peluang (16 berbanding 8), hingga jumlah operan (822 berbanding 382).

    Namun, bukan berarti kali ini Spanyol tak punya modal untuk menaklukkan Italia. Skuat La Furia Roja, bisa mengedepankan catatan head-to-head yang masih lebih condong ke mereka dalam lima pertemuan terakhir.

    Selain kekalahan adu penalti di Euro 2020, Spanyol justru mendulang tiga kemenangan dan cuma sekali ditahan imbang.

    Jadi, selain misi merebut tiket lolos ke babak 16 besar, laga ini juga bisa menjadi kesempatan bagus bagi Spanyol untuk membuktikan bahwa gaya khas permainan tiki-taka mereka masih tetap eksis.

    alvaro morata azzurri euro 2024 federico chiesa la furia roja piala eropa 2024 preview spanyol vs Italia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.