Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » 5 Bahasan dari Semifinal, 3 Berupa Kepiawaian Gareth Southgate yang Antar Inggris ke Final Lagi
    Euro 2024

    5 Bahasan dari Semifinal, 3 Berupa Kepiawaian Gareth Southgate yang Antar Inggris ke Final Lagi

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 11, 2024Updated:July 11, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ollie Watkins, pergantian yang terbukti berefek luar biasa buat Inggris. (foto: twitter ezrikonsa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Inggris menembus final Euro 2024 usai mengakhiri perlawanan Belanda pada Rabu (10/7) di Westfalenstadion, Dortmund. Sebuah bukti lagi kepiawaian Gareth Southgate.

    The Three Lions menghasilkan performa yang boleh jadi tidak memuaskan semua pendukungnya. Namun, dengan pilihan yang kurang populer, mereka dapat melaluinya dengan sejumlah hal yang mungkin akan berhasil. Menang adu penalti menjadi salah satu titik penting yang mendongkrak kepercayaan diri. Di semifinal, mereka membuat comeback lagi. Apa lagi catatan dari empat besar di Dortmund?

     

    Start Oranye

    Permainan berlangsung cukup terbuka di awal pertandingan. Belanda kemudian membuka semifinal ini dengan baik.

    Memasuki menit ketujuh, juara Euro 1988 ini membuka skor dari gol Xavi Simons. Sang gelandang serang berhasil melucuti bola dari penguasaan Declan Rice dan menggiring ke depan kotak penalti Inggris sebelum melepaskan tembakan dahsyat yang tak bisa ditepis Jordan Pickford.

     

    Reaksi Tenang

    Inggris sekali lagi memperlihatkan ketangguhan mental. Aspek ini terus meningkat di tangan Southgate sehingga bisa menjadi kekuatan.

    The Three Lions enggak panik setelah gol Simons. Mereka juga tidak mengubah pakem setelah berhasil menyamakan kedudukan.

    Sebelas menit setelah tertinggal, Inggris mendapat hadiah penalti. Pemeriksaan VAR menilai bek kiri Belanda, Denzel Dumfries, melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane yang menembakkan bola liar yang berawal dari upaya Bukayo Saka. Eksekusi kapten Kane ke pojok kanan terlalu deras untuk kiper Bart Verbruggen.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Warna Defensif

    Tempo laga berangsur menurun, tapi menghasilkan sejumlah peluang. Sundulan Dumfries hanya memoles mistar, sebelum sang bek kiri membayar kesalahan dengan menahan tembakan Phil Foden tepat di garis gawang. Kans Foden lainnya hanya membentur tiang kanan gawang Oranje.

    Gedoran Belanda terganggu dengan cedera Memphis Depay sebelum turun minum. Meski demikian, De Oranje dapat meneruskan tekanan. Virgil van Dijk sempat mengancam setelah duel memasuki satu jam.

    Selama 20 menit berikutnya, Inggris kembali ke warna dominan di turnamen ini, yakni defensif. Namun, Saka bisa menjebol gawang Verbruggen lagi, tapi Kyle Walker off-side dalam prosesnya.

     

    Pergantian Cermat

    Southgate membuat serangkaian pergantian ciamik di laga ini. Yang pertama adalah Luke Shaw saat pergantian babak. Shaw menempati posisi bek kiri menggantikan Kieran Trippier yang sejatinya bek kanan sehingga kerap keteteran menghadapi gedoran Oranje di kiri pertahanan.

    Yang kedua adalah pergantian ganda pada menit ke-81. Cole Palmer menggantikan Phil Foden. Pergantian yang lebih bernyali adalah Ollie Watkins menggantikan Kane, yang terbukti menjadi pertaruhan yang menemui hasil manis.

    Semenit memasuki injury time, Watkins menerima operan Palmer di dalam kotak. Setelah menjauhkan bola dari jangkauan Stefan de Vrij yang mengawalnya, penyerang Aston Villa itu melepaskan tembakan ke tiang jauh untuk gol kedua Tim Tiga Singa.

    Penggantian terakhir adalah dua tenaga besar untuk mendongkrak pertahanan. Bek Ezri Konsa dan gelandang bertahan Conor Gallagher diturunkan dua menit usai unggul lewat gol Watkins.

    Inggris berhasil mempertahankan keunggulan yang berarti tiket ke final untuk yang kedua secara beruntun di Euro. Di laga puncak yang akan dihelat pada Ahad (14/7) di Olympiastadion, Berlin, Inggris akan menantang Spanyol yang mengempaskan Prancis di empat besar.

     

    Setelah Duel

    Kubu Belanda menyorot keputusan wasit asal Jerman, Felix Zwayer, memberikan penalti. “Menurut saya, itu bukan penalti. Ia menendang bola dan sepatu-sepatu berbenturan. Saya pikir kami tidak bisa bermain secara layak karena VAR. VAR merusak sepak bola,” ucap Ronald Koeman, dikutip BBC.

    “Tak diragukan bahwa ada kontak. Namun, sang bek mencoba mengeblok bola. Gerakan lanjutan dari Harry Kane membuat kontak, dan saya menilai bukan pelanggaran. Saya pikir penalti merupakan momen besar, dan kepercayaan diri Inggris naik karenanya,” ucap eks striker Inggris, Alan Shearer.

    Meski kecewa dengan keputusan wasit dan VAR, Koeman menilai Inggris bisa menjadi juara Eropa untuk pertama kali. “Saya pikir Inggris mempertontonkan sepak bola yang bagus di babak pertama setelah tertinggal. Inilah sepak bola. Melihat semua pertandingan Spanyol, mereka mungkin menyajikan permainan yang lebih menyerang, dengan sayap-sayap yang lebih gesit, dan penguasaan bola yang perlu dihentikan. Namun, Inggris sudah di final dan memiliki peluang menang. Level Spanyol tinggi, tapi Inggris bisa menghentikan mereka. Mengapa tidak?” tutur Koeman.

    Sorotan mengarah kepada Southgate, tapi dengan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Eks bek tengah itu membawa Inggris ke final pertama dalam 55 tahun di edisi sebelumnya. Kans untuk kampiun perdana terbuka lagi.

    “Kami memberikan petang-petang gemilang buat para fan dalam 50 tahun terakhir. Saya sangat bangga. Kami menghadapi ujian terbesar. Kami datang untuk mencoba menjuarai turnamen. Itu masih menjadi tujuan kami,” ucap Southgate.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    bukayo saka de vrij declan rice depay dortmund dumfries foden inggris belanda 2-1 kane koeman kyle walker palmer penalti pickford semifinal southgate var verbruggen virgil van dijk watkins Westfalenstadion xavi simons
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.