Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Takdir Medali Perunggu Olimpiade untuk Queen Jorji
    Bulutangkis

    Takdir Medali Perunggu Olimpiade untuk Queen Jorji

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaAugust 4, 2024Updated:August 4, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Gregoria Mariska Tunjung, sudah menyuguhkan perjuangan maksimal kala ditaklukkan An Se Young di semifinal. Meski begitu, Jorji tetap berhak atas medali perunggu karena cedera yang menimpa Carolina Marin.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Berkat kerja kerasnya, semangat pantang menyerahnya, nyalinya, keuletannya, dan beragam hal positif lainnya, Gregoria Mariska Tunjung, menjalani takdir setimpal di Olimpiade Paris 2024.

    Jorgi – demikian biasa ia disapa – harus mengeluarkan seluruh kemampuannya guna menghambat An Se Young di laga semifinal, Minggu (4/8). Apalagi, sang lawan merupakan pebulutangkis nomor satu dunia yang juga favorit juara. Masih berusia 22 tahun, pemain asal Korea Selatan itu dijuluki bocah ajaib.

    Namun, Jorji yang berusia dua tahun lebih tua tua dari An Sa Young, juga menyadari bahwa dirinya menjadi harapan terakhir Indonesia di cabang bulutangkis. Hal itu membulatkan tekadnya untuk tampil habis-habisan.

    “An Se Young pastinya lawan yang susah. Saya mau berusaha sebaik mungkin menampilkan yang terbaik yang saya punya. Saya tidak memikirkan hasilnya, tapi saya ingin berjuang sekuat tenaga,” ujar Jorji jelang laga.

    Ucapannya ia buktikan di lapangan. Jorji langsung tancap gas guna mengejutkan lawan. Strategi itu terbilang jitu. Poin pertama laga menjadi milik Jorji berkat smash kerasnya.

    Setelah itu, Jorji melaju hingga unggul 4-0 dan terus menjaga jarak di keunggulan 8-3, 9-5, 11-6, 14-7, 17-9, hingga akhirnya menutup gim pertama dengan skor 21-11.

    An Sa Young coba ganti menggebrak di awal-awal gim kedua. Jorji memang selalu tertinggal, namun perjuangan gigihnya membuat An Sa Young tak pernah unggul lebih dari tiga poin, termasuk saat cuma berselisih dua poin (9-11) di masa interval.

    Barulah setelah interval, raihan poin An Sa Young terus melaju. Jorji seperti coba menghemat tenaga saat akhirnya takluk 13-21 di gim kedua.

    Namun, An Sa Young sudah benar-benar kembali ke bentuk penampilan terbaiknya di gim ketiga. Ia langsung melaju 5-1. Jorji sempat merapatkan skor menjadi 3-6. Namun, sang lawan bisa meraih lima poin beruntun guna unggul 12-3 yang sekaligus menjadi selisih poin terjauh.

    Di saat kebanyakan orang mengira Jorji bakal merelakan begitu saja poin-poin di sisa laga, yang tersaji justru sebaliknya. Jorji terus berupaya mengejar bola-bola kombinasi menakutkan An Sa Young.

    Sambil pontang-panting, Jorji mampu memperkecil ketertinggalan menjadi hanya tiga poin di kedudukan 13-16. Namun, keuletan dan tenaga Jorji ada batasnya.

    Ia kehabisan nafas setelah rally panjang di posisi tertinggal 13-17. Setelah itu, An Sa Young sanggup meraih empat poin beruntun hingga 20-14 dan akhirnya menang 21-16.

    Perjuangan keras Jorji setidaknya memaksa sang calon juara sampai harus berlutut untuk mensyukuri kemenangannya. Ia lalu menunjukkan rispek kepada Jorji dengan pelukan hangat.

    “Tapi untuk hari ini, saya belum puas karena saya rasa saya ada kesempatan untuk menang, apalagi dengan keunggulan di gim pertama. Namun, apa boleh buat. An Se Young bermain sangat baik dan dia dalam kondisi bagus juga. Selamat untuk dia,” ujar Jorji.

    Dari sejumlah unggahan hasil laga tersebut di media sosial, hampir sebagian besar netizen tetap memuji dan mengapresiasi betul perjuangan Jorji. Tak sedikit yang menyebut Jorji sebagai queen Jorji sebagai bentuk apresiasi.

    Hingga akhirnya, perjuangan mati-matian itu berujung dengan takdir manis. Jorji dipastikan meraih medali perunggu lantaran Carolina Marin mengalami cedera ACL saat menghadapi He Bing Jiao di laga semifinal lainnnya.

    Padahal, Marin sedang berada dalam posisi unggul 2-14 di gim pertama dan 10-7 kala cedera itu menghampirinya. Setelah mendapat perawatan, Marin masih sempat memaksa melanjutkan pertandingan. Namun, pergerakannya benar-benar terhambat di poin berikutnya (10-8). Ia lalu memutuskan untuk mundur, menjatuhkan badan dan tak kuasa menahan tangis.

    Jorji ketiban untung. Ia secara otomatis berhak atas medali perunggu lantaran kondisi Marin yang tak lagi memungkinkan untuk bertanding.

    Meski tidak berbentuk medali emas, Jorji setidaknya tetap bisa melanjutkan tradisi membawa pulang medali dari cabang bulutangkis selaku salah satu cabang unggulan Merah-Putih di setiap gelaran Olimpiade.

    “Semoga medali ini bisa memacu teman-teman yang lain untuk bisa bertanding dengan sehat, maksimal, dan bisa menang. Saya bantu doa supaya bisa mendapatkan medali untuk Indonesia,” tutupnya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    an sa young bulutangkis Carolina Marin gregoria mariska tunjung medali perak olimpiade 2024 semifinal tradisi medali tunggal putri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.