Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Gasperini Tuding Lookman Sebagai Penendang Penalti Terburuk, ini Faktanya!
    Liga Champion/Europa

    Gasperini Tuding Lookman Sebagai Penendang Penalti Terburuk, ini Faktanya!

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaFebruary 20, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Momen ketika eksekusi penalti Ademola Lookman berhasil digagalkan kiper Club Brugge, Simon Mignolet.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sejatinya, Ademola Lookman adalah pemain andalan Atalanta. Dengan koleksi 15 gol di semua ajang musim ini, ia merupakan pencetak gol terbanyak kedua tim. Catatan itu cuma kalah dari Mateo Retegui selaku ujung tombak (23 gol).

    Musim lalu, kala Atalanta berhasil finis di peringkat empat Serie A 2023/24, Lookman juga jadi pengoleksi gol terbanyak Atalanta dengan koleksi 17 gol. Koleksi golnya itu cuma kalah dua gol dari Gianluca Scamacca (19 gol) yang juga seorang penyerang tengah.

    Bahkan, saat skuat berjuluk Orobici itu sukses menjuarai Liga Europa musim lalu, Lookman menjadi bintang di laga final. Ia memborong hattrick guna mengandaskan Bayer Leverkusen 3-0.

    Kisah inspiratifnya di musim lalu itu runtuh hanya dalam tempo satu malam. Tepatnya di leg kedua babak playoffs 16 besar Liga Champions versus Club Brugge, Rabu (19/2).

    Tampil di kandang sendiri dan berupaya mengejar ketertinggalan agregat 1-2 dari leg pertama, Atalanta malah takluk 1-3 dari wakil Belgia tersebut. Lookman dianggap sebagai biang kekalahan. Kok bisa?

    Atalanta sudah tertinggal tiga gol di babak pertama lewat dua gol Chemdine Talbi (menit 3’ & 27’), serta gol Ferran Jutgla (45+3).

    Namun, ada tanda-tanda kebangkitan di babak kedua. Lookman, yang masuk sebagai pemain pengganti usai turun minum, langsung memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 di menit 46’.

    Ia juga sempat kembali membobol gawang Brugge di menit ke-58’ sebelum akhirnya gol itu dianulir VAR lantaran offside.

    Merasa dirinya sedang tune-in, pemain timnas Nigeri itu lalu berinisiatif mengambil tendangan penalti sekitar tiga menit kemudian. Nah, di sinilah letak awal masalahnya.

    Soalnya, Lookman bukan pilihan utama Atanta soal mengeksekusi bola di titik putih. Masih ada dua rekannya yang lebih terbiasa, yakni Retegui dan Charles De Ketelaere. Namun, Lookman menghiraukan kedua rekannya tersebut.

    Benar saja, eksekusi penalti Lookman berhasil ditepis kiper Brugge yang lama berkiprah di Liverpool, Simon Mignolet. Mental para pemain Atalanta makin tambah down. Sudah gol dianulir VAR, lalu kesempatan mengejar ketertinggalan juga sirna karena kegagalan penalti Lookman.

    Upaya makin berat setelah Rafael Toloi diganjar kartu merah beberapa menit sebelum waktu normal berakhir. Skor 1-3 bertahan hingga akhir laga dan Atalanta harus tersingkir dengan agregat 2-5.

    Dalam sesi jump pers usai laga, pelatih Gian Piero Gasperini, mencak-mencak. Ia terang-terangan menyalahkan Lookman.

    “Lookman tak seharusnya mengambil penalti tersebut. Ia adalah penendang penalti terburuk yang pernah saya lihat,” ujar Gasperini dilansir Football Italia. 

    “Ia punya rekor buruk penalti di sesi latihan, jarang eksekusinya yang berhasil. Retegui dan De Ketelaere ada di lapangan, tapi Lookman karena terlalu antusias setelah mencetak gol pertama, malah memutuskan untuk mengambil penalti tersebut. Sikapnya itu benar-benar tak bisa saya terima,” lanjut sang pelatih.

    Dari hasil penelusuran Jebreeetmedia, persentase keberhasilan Lookman selaku eksekutor penalti memang tak terlalu bagus.

    Sepanjang kariernya, Lookman sudah pernah mengeksekusi enam penalti di level klub. Cuma empat di antaranya yang berujung gol. Ia gagal di dua kesempatan lainnya dan salah satunya berlangsung dini hari tadi.

    Satu kegagalannya lagi berlangsung kala Lookman masih membela Fulham versus West Ham di Premier League 2020/21. Kala itu, Fulham tertinggal 0-1 dan berkesempatan menyamakan kedudukan lewat hadiah penalti di menit akhir. Hanya saja, kesempatan emas itu gagal dikonversi menjadi gol oleh Lookman.

    Jika dirata-rata, tingkat persentase keberhasilan Lookman dalam mengeksekusi penalti cuma berada di angka 66,6%.

    Seperti yang dicecar Gasperini, catatan Lookman itu masih kalah jauh jika dibanding dengan Retegui maupun De Ketelaere.

    Sebagai perbandingan, Retegui cuma tiga kali gagal dari total 19 kesempatan selaku eksekutor penalti. Tingkat keberhasilannya mencapai 84%.

    De Ketelaere lebih bagus lagi. Meski baru dua kali mendapat kesempatan sebagai penendang penalti, ia tak pernah gagal membayar kesempatan tersebut (100%).

    Dari perbandingan di atas, kita setidaknya bisa lebih paham mengapa Gasperini menyudutkan Lookman.

    ===

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    ademola lookman atalanta club brugge gagal penalti gian piero gasperini hasil pertandingan kalah 1-3 Liga Champions Mateo Retegui simon mignolet
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.