Dari hasil akhir semua leg 1 perempat final, kesimpulannya tampak mudah. Liga Europa lebih ketat daripada Liga Champion.
Leg 1 delapan besar Liga Champion berakhir dengan kemenangan dua gol atau lebih, kecuali Milan atas Napoli, termasuk kemenangan 2-0 Inter di kandang Benfica. Boleh jadi hasil itu menjadi gambaran perbedaan kekuatan. Lain halnya dengan Liga Europa.
Dua tim menang di kandang dengan hanya 1-0. Dua perempat final berakhir dengan hasil imbang, salah satunya kubu favorit yang unggul 2-0 lebih dulu di kandangnya dan mesti melihat petaka pertahanan di bagian akhir laga.
Apa saja yang terjadi pada Kamis (13/4) petang ini?
Favorit Ditahan Penguasa
Ya, Man. United adalah tim yang dijagokan akan keluar sebagai kampiun tersebut. Iblis Merah menunjukkan kefavoritan itu di babak pertama.
Menyikapi absensi sumber gol utamanya, Marcus Rashford, Erik ten Hag membuat modifikasi kecil yang menarik dan berimbas mantap. Gelandang serang tengah diisi Marcel Sabitzer. Bruno Fernandes, yang biasanya berada di sana, menemani Casemiro di depan empat bek.
Sabitzer, pinjaman dari Bayern Munchen, tampil bagus di beberapa laga terakhirnya. Ia mencetak satu gol saat United menang atas Fulham. Lima hari kemudian, 24 Maret, Sabitzer mengukir dua gol dan satu assist saat Austria menekuk Azerbaijan di kualifikasi Euro 2024. Saat The Red Devils menang 1-0 atas Brentford minggu lalu, gelandang berumur 29 tahun ini menjadi penyedia assist.
Sabitzer meneruskan performa apik di Old Trafford saat menjamu Sevilla. Ia mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-14 dan 21.
Akan tetapi, United mungkin lupa tamu dari Spanyol ini merupakan penguasa kompetisi ini. Sejak menembus final 2006, Sevilla mengoleksi enam gelar tanpa pernah kalah di laga puncak.
United masih mampu menangkal tekanan Rojiblancos di sebagian besar pertandingan. Antony bahkan nyaris membuat gol ketiga pada menit ke-61. Tembakannya masih membentur mistar gawang Bono.
Petaka mulai datang saat duel memasuki menit ke-80. Pada menit ke-84, Tyrell Malacia membuat gol bunuh diri saat hendak memotong umpan tarik Jesus Navas dari sayap kanan. Dua menit kemudian, Lisandro Martinez mesti keluar karena cedera yang tampak parah. United sudah membuat lima pergantian.
Tiga menit injury time, Harry Maguire yang masuk menggantikan Raphael Varane sejak awal babak kedua, secara apes menyundul masuk bola sundulan Youssef En-Nesyri ke gawang David de Gea.
Hasil ini memberikan keuntungan buat Sevilla. Pasukan asuhan Jose Luis Mendilibar ini berpeluang menjadi favorit baru selepas leg 2 di stadion Ramon Sanchez Pizjuan pekan depan.
“Kami bisa unggul 2-0 dan seharusnya mencetak tiga atau empat gol. Kemudian datang momen-momen nahas yakni cedera sehingga mesti melakukan pergantian, lalu kehilangan kendali, dan mesti bermain dengan 10 pemain setelah Lisandro cedera. Dua gol bunuh diri adalah ‘nasib sial’ yang mesti kami terima. Namun, segalanya masih terbuka untuk laga kedua,” tutur Ten Hag dikutip The Independent.
“Setengah jam pertama merupakan periode berat, tapi kami bisa menata diri kembali. Kami tidak pernah menyerah. Setiap lawan menghormati Sevilla di kompetisi ini,” ucap Mendilibar seperti dikutip Marca.
Dua 1-0
Keempat leg 2 masih terbuka pada berbagai kemungkinan. Dua kubu yang menang tipis di kandang di leg 1 masih sangat mungkin gagal lolos ke semifinal. Namun, kemenangan 1-0 tentu memberikan keuntungan juga.
Juventus mencatatkan kemenangan kala menjamu Sporting Lisbon melalui laga sengit. Sporting tampil lebih dominan di Allianz Stadium dengan penguasaan bola 56% dan membuat lebih banyak tembakan (10 berbanding 5) dan tembakan ke gawang (5 berbanding 2).
Gebrakan awal hampir membawa tuan rumah unggul. Federico Chiesa membuat kiper Antonio Adan melakukan penyelamatan apik.
Perlahan, Sporting menguasai laga. Sebastian Coates dan Pote memaksa kiper Juve, Wojciech Szczesny, membuat penyelamatan. Di pengujung babak pertama, kiper Polandia itu mesti keluar karena keluhan sakit di dadanya.
Kiper pengganti, Mattia Perrin, segera mendapat tekanan. Perrin berhasil menahan tembakan jarak jauh Trincao.
Ketika laga tampak mengarah kepada hasil imbang, Juventus memupus kebuntuan pada menit ke-73. Dalam situasi sepak pojok, Dusan Vlahovic bisa menaklukkan Adan setelah menerima umpan Angel Di Maria di tiang jauh. Namun, sundulan eks penyerang Fiorentina itu masih bisa ditahan di depan gawang. Bek tengah Federico Gatti dapat menyambar sapuan lemah itu. Gol ini merupakan gol pertama sang bek tengah buat Bianconeri.
Kredit buat kemenangan juga layak diberikan kepada Perrin. Sang kiper pengganti membuat dua penyelamatan dahsyat beruntun menahan kans Pote dan Hector Bellerin.
Hasil ini menjadi kemenangan plus clean sheet keempat berturut-turut La Vecchia Signora di Eropa. Terakhir kali Juve membuat torehan itu adalah pada 2016/17.
“Performa yang bagus. Tidak mudah untuk menang dan menjaga clean sheet,” ujar pelatih Massimiliano Allegri di Football Italia.
Beberapa jam sebelumnya, Feyenoord mengalahkan wakil Italia lainnya, Roma. Kemenangan ini bisa dibilang merupakan pembalasan Feyenoord atas kekalahan di final Europa Conference League musim lalu.
Meski cenderung tampil bertahan, Roma mendapat kesempatan emas untuk membuka skor pada menit ke-43. Wasit menunjuk titik putih setelah handball Mats Wieffer di kotak penalti. Namun, eksekusi Lorenzo Pellegrini membentur tiang gawang tuan rumah.
Delapan menit setelah jeda, Oussama Idriss melesat dan melepaskan umpan dari sayap kiri. Wieffer menjebol gawang Rui Patricio dengan tendangan voli. Idrissi membuat sapuan krusial terhadap peluang Roger Ibanez untuk menjaga keunggulan Feyenoord.
Roma mesti melihat Paulo Dybala dan Tammy Abraham keluar karena cedera. I Lupi sangat mungkin tampil tanpa dua daya serang mereka tersebut.
“Anak-anak tampil dengan kekuatan dan kebanggaan. Kami punya peluang untuk membawa pulang hasil positif, tapi gagal memanfaatkannya dan kalah. Kami akan menghadapi laga berat pada Minggu dan Kamis lagi. Kami tidak memiliki banyak pemain untuk dirotasi. Laga kedua nanti akan berarti kami plus Olimpico yang tidak pernah mengecewakan,” ucap Jose Mourinho, bos Roma, dikutip Football Italia.
Dongeng Union Berlanjut
Union Saint-Gilloise masih berada di divisi kedua Liga Belgia dua tahun silam. Partisipasi di Liga Europa ini merupakan yang pertama sejak 1964/65. Union berpeluang besar meneruskan perjalanan bak dongeng ini.
Sebelum menghadapi Bayer Leverkusen, Union Saint-Gilloise menyingkirkan wakil Jerman lainnya yang bernama mirip, Union Berlin.
Victor Boniface mencetak dua gol saat Saint-Gilloise bertandang ke Berlin di leg 2 perdelapan final. Sang penyerang mencetak gol keenam dirinya di kompetisi yang sebelumnya bernama Piala UEFA ini di BayArena, rumah Leverkusen. Enam menit memasuki paruh kedua, Boniface membuat penyelesaian dari sisi kiri pertahanan Leverkusen menaklukkan kiper Lukas Hradecky.
Union hampir menggandakan keunggulan. Bek Leverkusen, Jonathan Tah, nyaris membuat gol bunuh diri menyusul sepak pojok Union. Tuan rumah beruntung karena bola liar yang mengenai sikut Tah hanya menerpa mistar.
Leverkusen bisa menyamakan kedudukan saat waktu normal tersisa delapan menit. Florian Wirtz membuat penyelesaian apik meneruskan assist Sardar Azmoun.
“Laga yang ketat. Setelah mereka mencetak gol, kami menekan tanpa melakukan kesalahan karena akan fatal jika kemasukan gol kedua. Kami menciptakan cukup banyak peluang. Saya rasa hasil ini dan gol layak kami dapatkan. Segalanya masih terbuka di laga minggu depan,” tutur Xabi Alonso, arsitek Leverkusen, di situs UEFA.


