Chelsea sedang berada dalam keterpurukan. Jalan untuk bangkit bisa dimulai dari laga tandang ke Bournemouth, Sabtu (6/5) dan Raheem Sterling layak menjadi andalan.
Performa Chelsea sedang buruk-buruknya. Mereka tak pernah menang di sembilan laga terakhir semua ajang, termasuk enam kekalahan beruntun sejak Frank Lampard ditunjuk sebagai caretaker.
Produktivitas tim menjadi salah satu penyebabnya. The Blues sering kesulitan mambobol gawang lawan belakangan ini.
Sejak tak pernah di sembilan laga terakhir, Raheem Sterling dkk. cuma bisa mencetak gol di tiga laga. Jumlahnya juga terbilang minim, yakni empat gol. Rinciannya, dua gol ke gawang Everton (2-2), satu gol ke gawang Brighton (1-2), dan satu gol ke gawang Arsenal (1-3).
Masalah produktivitas itu seharusnya bisa mulai diperbaiki saat menghadapi Bournemouth dan Sterling layak menjadi inisiatornya.
Berkaca dari data statistik, Bournemouth merupakan salah satu dari dua tim yang paling sering dibobol Sterling. Sepanjang kariernya, sudah 11 gol yang ia lesakkan ke gawang sang lawan. Satu tim lainnya yang juga sudah 11 kali dijebol Sterling adalah Watford.
Keberhasial mencetak gol ke gawang Bournemouth juga setidaknya bakal mendongkrak kepercayaan diri sang winger. Pasalnya, sudah di lima penampilan terakhir, nama Sterling tak pernah lagi masuk dalam scoresheet. Periode buruk itu sudah menyamai periode serupa kala ia tak sekalipun mencetak gol dari pekan 11 hingga pekan 15.
Sterling, 28 tahun, termasuk salah satu pemain senior dan kenyang pengalaman di antara para pemain skuat London Biru musim ini.
Belakangan, ia buka suara dan mengakui soal performa buruk Chelsea musim ini. Namun, ia meminta rekan-rekannya untuk tidak larut dan menjadikan ini sebagai pengalaman berharga.
“Secara pribadi, ini merupakan salah satu titik terendah dalam karier saya. Mungkin terdengar aneh, tapi saya juga meyakini bahwa ini juga akan menjadi fase pembelajaran yang bagus,” ujar Sterling dalam wawancara eksklusif dengan Sky Sports, Jumat (5/5).
“Saya tak akan bersembunyi dan memang ini harus dihadapi. Dengan begitu, kita akan menjadi lebih tangguh dan tim ini juga demikian. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengatasi tekanan dan keluar dari masalah,” ujar Sterling.


