Biaya transfer terbesar sudah dicairkan, jaminan tampil reguler juga sudah diberikan. Tonali wajib membayar kepercayaan besar tersebut lewat kemampuan bertahan dan menyerangnya yang sama baiknya.
Proses transfer Tonali dari AC Milan ke Newcastle akhirnya rampung. Situs resmi The Magpies mengumumkan kabar tersebut awal pekan ini.
Dalam informasi tersebut, memang tidak disebutkan secara pasti soal berapa nilai transfer Tonali. Akan tetapi, media-media Inggris melaporkan bahwa besarannya mencapai sekitar 70 juta Euro yang sekaligus menjadikan Tonali sebagai pembelian termahal Newcastle sepanjang sejarah.
Selain itu, Tonali juga kini menyandang sebagai penjualan termahal AC Milan dan personil skuat Azzurri dengan biaya transfer terbesar.
Data statistik bisa menjadi salah satu acuan soal seberapa besar kira-kira kontribusi Tonali di Newcastle. Salah satu yang cukup kentara adalah soal kepiawaian menyerang dan bertahannya yang sangat berimbang.
Faktor tersebut memang menjadi syarat utama bagi seorang gelandang tengah seperti Tonali. Faktanya, ia sudah menunjukkan indikasi tersebut lewat catatan aksi-aksinya musim lalu.
Menurut data statistik Opta, Tonali merupakan pemain dengan jumlah peluang terbanyak (90 peluang), sekaligus pemenang tekel terbanyak (56) di antara seluruh pemain Milan musim lalu (di semua ajang).
Jadi, ia terbilang sangat aktif dalam membantu serangan tanpa melupakan tugasnya sebagai sosok pertama yang wajib menghentikan serangan lawan sebelum sampai ke daerah pertahanan sendiri.
Jumlah sembilan assist yang menempatkannya sebagai pengoleksi assist terbanyak kedua Milan musim lalu, juga membuktikan sisi ofensif nyata dari seorang Tonali.
Kesimbangan lini tengah yang diperankan Tonali juga menempatkannya sebagai pengoleksi jumlah menit bermain (3.983 menit bermain) dan penampilan terbanyak (48 kali tampil) di skuat Il Diavolo Rosso musim lalu.
“Ia tak hanya kuat dalam bertahan, tapi juga bagus dalam memainkan bola ke depan. Ia memiliki visi bermain yang sangat baik dan mampu mengalirkan bola dengan cepat,” ujar pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, dilansir Sky Sports.
Berkat kemampuan bertahan dan menyerang yang sama baiknya itu pula yang menjadikan Tonali sering dianggap sebagai perpaduan dari Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso.
Bagaimana di Newcastle?
Selain harga tinggi, Tonali juga sudah langsung mendapat jaminan tampil dari pelatih Eddie Howe. Lantas, seberapa besar kontribusi nyata yang bisa diberikan Tonali untuk tim barunya tersebut?
Dalam salah satu artikelnya, Sky Sports mengulas bahwa keberadaan Tonali bakal memungkinkan Howe dalam menginstruksikan Bruno Guimaraes untuk tampil lebih ofensif sebagai gelandang serang.
Pasalnya, selama Sean Longstaff cedera pada periode Januari hingga Mei, Guimaraes dipaksa bermain lebih bertahan dan hal itu mengurangi ketajaman tim. Kekalahan kandang dari Liverpool dan Arsenal pun menimpa Newcastle di periode tersebut. Dua hasil buruk itu yang membuat The Magpies cuma mengoleksi satu kemenangan dari delapan laga kontra lima tim teratas.
Musim lalu, Tonali berperan sebagai gelandang bernomor enam dalam formasi 4-2-3-1 yang diusung pelatih Stefano Pioli di Milan. Jika peran yang sama diembannya di Newcastle, maka aliran bola mereka harusnya lebih lancar. Pasalnya, hal itu menjadi salah satu permasalahan Newcastle musim lalu. Mereka cuma menjadi tim ke-12 dengan jumlah akurasi umpan akurat.
Kehadiran Tonali juga diyakini bakal lebin membuat lini tengah Newcastle lebih bertenaga. Apalagi, mereka harus membagi fokus di ajang domestik dan Liga Champions.
“Ia tak hanya memiliki talenta luar biasa tapi juga punya mental, fisik, dan teknik yang akan mengangkat performa tim. Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Sandro sudah berpengalaman sebagai pemain kunci di liga top Eropa, Liga Champions, dan untuk negaranya,” ujar Howe di situs resmi klub.
“Tonali juga memiliki kesempatan untuk lebih berkembang di tim ini. Saya tak sabar untuk menyertakannya di dalam tim untuk mempersiapkan musim baru yang cukup menjanjikan,” tutup Howe.


