Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Beragam Perbedaan dari Dua Hasil Kontradiktif Manchester United versus Crystal Palace
    Liga Inggris

    Beragam Perbedaan dari Dua Hasil Kontradiktif Manchester United versus Crystal Palace

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaOctober 1, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Bek Crystal Palace, Joachim Andersen, mengejutkan publik Old Trafford lewat tembakan keras yang juga menjadi gol tunggal penentu kemenangan atas Manchester United.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jangan heran jika Manchester United kerap dicibir banyak orang. Dua hasil kontradiktif mereka raih hanya dalam hitungan hari.

    Manchester United secara mengejutkan takluk 0-1 dari tamunya, Crystal Palace, Sabtu (30/9). Dibilang mengejutkan karena beberapa hari sebelumnya, Setan Merah merah justru menang telak 3-0 atas lawan yang sama dan di tempat yang sama pula.

    Adalah bek Palace, oachim Andersen, yang sukses mencuri perhatian. Palang pintu asal Denmark itu sukses mencetak gol tunggal kemenangan timnya di Old Trafford. Ia berhasil menyambar bola liar di kotak penalti United lewat sebuah tembakan geledek. Saking kerasnya, sepakan Andersen memperdaya kiper United, Andre Onana.

    Mengacu dari beragam data statistik, Jebreeetmedia coba menyusun apa yang menjadi perbedaan hingga dua hasil kontradiktif itu bisa lahir.

    1. Ten Hag Rubah Komposisi Starting Eleven

    Ada sebuah ujar-ujar yang kondang di dunia olah raga: Don’t change the winning team. Kalau pun diterapkan, tak selamanya memang pepatah itu  manjur. Akan tetapi, di kasus kekalahan United, hal itu seakan benar adanya.

    Dengan formasi sama namun komposisi pemain yang berbeda, United justru kena batunya. Empat pemain yang tampil sebagai starter di laga tengah pekan, justru diparkir ten Hag. Mereka adalah Harry Maguire, Hannibal Mejbri, Anthony Martial, dan Alejandro Garnacho.

    Sebagai penggantinya, ten Hag lebih dulu menurunkan Victor Lindelof, Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan Rasmus Hojlund.

    Benar bahwa Fernandes, Rashford, dan Hojlund merupakan pilihan utama dan mereka sengaja diistirahatkan di laga tengah pekan lantaran sudah menjadi kebiasaan tim-tim Inggris untuk menurunkan pelapis kedua di ajang Piala Liga.

    Akan tetapi, justru kreativitas serangan dari kombinasi Fernandes-Rashford-Hojlund yang lebih mandek dibanding trio Mejbri-Garnacho-Martial.

    2. Beda Keunggulan di Babak Pertama

    Dampak dari perubahan komposisi starting eleven yang dilakukan ten Hag juga tergambar dari data statistik.

    Kalau di laga tengah pekan, Setan Merah berhasil unggul 2-0 atas Palace hingga saat turun minum,  maka yang terjadi justru kebalikannya di laga teranyar. Pasanya, justru Palace yang berhasil lebih dulu menjebol gawang United lewat sepakan keras Andersen.

    Gol indah Andersen itu juga membuat Fernandes dkk. tampil lebih tertekan dalam upaya mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan. Hasilnya, upaya tersebut menemui jalan buntu.

    3. Akurasi Buruk

    Di laga ini, United melepaskan lebih banyak tembakan dibanding tengah pekan, yakni 19 berbanding 13. Hanya saja, perbandingan itu menjadi sia-sia karena akurasi para pemain United sedang buruk. Bayangkan, dari 19 tembakan tersebut, hanya empat yang on target. Sisa 15 lainnya off-target.

    Bandingkan dengan di tengah pekan di mana mereka berhasil melepas tujuh tembakan on-target dari 13 percobaan alias hanya enam tembakan yang melenceng. Akurasi bagus itu berujung dengan lahirnya tiga gol United di tengah pekan.

    Sebaliknya, banyaknya tembakan United yang melenceng di laga semalam, tampak berpengaruh pada psikis Fernandes cs. Langkah mereka tampak berat dalam mengkreasi peluang.

    4. Tangan Dingin Roy Hudgson di Old Trafford

    Nama lain yang mencuat adalah Roy Hudgson selaku pelatih Palace. Berbekal segudang pengalaman, pelatih uzur berusia 76 tahun itu tak ciut meladeni United meski beberapa hari sebelumnya baru dibantai 0-3. Nalurinya seakan berbicara.

    Tiga bek yang menjadi bulan-bulan United di tengah pekan ia ganti. Andersen, salah satu yang absen di tengah pekan, dipasangnya dan bahkan sukses mencetak gol kemenangan.

    Yang lebih spesialnya lagi, Hudgson seakan punya daya magis tersendiri setiap kali melawat ke Old Trafford di kancah Premier League.

    Pasalnya, berkat kemenangan ini, Hudgson sudah melalui lima lawatan terakhir secara beruntun tanpa pernah sekali pun kalah dari Setan Merah!

    0-1 Alejandro Garnacho bruno fernandes crytal palace erik ten hag Joachim Andersen kalah manchester united marcus rashford rasmus hojlund roy hudgson
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2025 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.