Atletico Madrid memang cuma mencuri poin kala bertandang ke Celtic dalam lanjutan laga Grup E Liga Champions, Kamis (26/10). Akan tetapi, hasıl imbang itu tetap sarat mana, khususnya terkait ketajaman dua bomber mereka, Alvaro Morata dan Antoine Griezmann.
Atletico tetap bisa mensyukuri raihan satu poin dari kandang Celtic lantaran mereka dua kali berada dalam polisi tertinggal. Laga baru berjalan sekitar empat menit kala striker tuan rumah asal Jepang, Kyogo Furuhashi, mencetak gol pembuka.
Atletico membalas sekitar 20 menit kemudian. Prosesnya berawal dari titik putih. Eksekusi penalti Griezmann sempat ditepis kiper Celtic, Joe Hart. Namun, bola pantul berhasil disambar Griezmann ke dalam gawang.
Tak lama berselang, Celtic kembali unggul berkat gol Luis Palma (menit 28’). Skor 2-1 untuk tuan rumah bertahan hingga masa jeda.
Atletico kembali menyamakan kedudukan di babak kedua lewat gol Morata (53’). Pasukan Diego Simeone juga sempat harus tampil dengan 10 pemain usai Rodrigo de Paul diganjar kartu merah (82’).
Itu pula mengapa ketika skor 2-2 bertahan hingga akhir laga, Atletico tak perlu berkecil hati. Sebaliknya, para fan Los Colchoneros, justru harus bersyukur karena duet Griezmann dan Morata kembali tajam, khususnya di ajang Liga Champions.
Kita mulai dari Griezmann. Bintang asal Prancis itu memang baru menorehkan dua gol dari tiga laga di Liga Champions musim ini. Namun, koleksi dua golnya itu sudah dua kali lipat lebih banyak dibanding musim lalu. Pasalnya, ia cuma mengoleksi satu gol dari enam laga fase grup Liga Champions 2022/23.
Atletico masih punya tiga laga tersisa di fase grup musim ini dan bukan tidak mungkin koleksi gol Griezman bakal terus bertambah.
Apalagi, penampilan Griezmann belakangan ini sedang tokcer. Dalam rentang sebulan terakhir, ia berhasil mengemas delapan gol dalam tujuh penampilan terakhirnya di semua ajang.
Catat pula, setiap kali Griezmann mencetak gol-golnya tersebut, Atletico tak pernah kalah. Skor 2-2 kontra Celtic bahkan menjadi satu-satunya hasil imbang. Sisa enam laga lainnya berujung dengan kemenangan, yakni 3-0 vs Celta (Griezmann cetak 3 gol), 1-0 vs Real Sociedad (1 gol), 3-2 vs Feyenoord (1 gol) 2-0 vs Osasuna (1 gol), dan 3-1 vs Real Madrid (1 gol).
Bagaimana dengan Morata? Sama seperti Griezmann, Morata juga tengah menjalani tanda-tanda musim terbaiknya di ajang Liga Champions.
Pasalnya, gol ke gawang Celtic merupakan gol ketiga Morata di Liga Champions musim ini. Menurut Opta, koleksi tiga golnya itu sudah setara dengan jumlah gol terbanyak yang pernah dibuat Morata dalam satu musim Liga Champions, yakni pada musim 2019/20.
Kala itu, langkah Atletico dihentikan RB Leipzig di perempat final. Padahal, Morata dkk. sebelumnya berhasil menaklukkan Liverpool (agregat 4-2) di babak 16 besar. Morata sendiri mengoleksi tiga gol dari total delapan penampilan di Liga Champions musim itu.


