Manchester United boleh jadi sedang merasakan tekanan besar. Sejumlah permainan dan hasil buruk, terakhir kekalahan di Newcastle, membuat mereka dibanjiri kritik. United malah terkesan menyudutkan media.
United memasukkan beberapa media ke dalam daftar hitam mereka. Imbasnya, jurnalis dari media-media tersebut dilarang mengikuti konferensi pers yang mengedepankan bos Erik ten Hag pada Selasa (5/11).
Empat media didapati terkena larangan ikut jumpa pers tersebut. Keempat media tersebut adalah Sky, ESPN, Manchester Evening News, dan Mirror.
Dasar keresahan United yang berujung pelarangan itu adalah pemberitaan kuartet media itu mengenai sejumlah pemain Iblis Merah yang tidak senang dengan Ten Hag. Kubu The Red Devils menilai bahwa mereka tidak mendapatkan hak jawab terhadap pemberitaan negatif tersebut.
“Kami mengambil tindakan terhadap sejumlah organisasi berita. Bukan karena menayangkan cerita yang tidak kami sukai, tapi karena melakukannya tanpa mengontak kami lebih dulu untuk memberikan kami kesempatan berkomentar, menentang, atau menempatkannya dalam konteks.
“Kami yakin bahwa ini adalah sebuah prinsip penting yang perlu dipertahankan dan berharap dapat mengatur kembali cara kita bekerja sama,” demikian pernyataan resmi dari klub seperti dikutip BBC.
Dalam konpers menjelang laga kontra Chelsea di Old Trafford pada Rabu (6/11) petang ini, Ten Hag menegaskan kegusaran tersebut.
“Mereka seharusnya mendatangi kami lebih dahulu dan bukan menyelinap ke dalam klub tanpa sepengetahuan kami untuk membuat artikel. Itu bukan hal yang tepat.
“Kalau pemain memiliki opini berbeda, tentu saya dengar. Namun, mereka belum memberi tahu saya, atau mungkin hanya satu atau dua pemain. Namun, mayoritas pemain ingin bermain seperti ini: proaktif, dinamis, dan berani,” ucap pelatih asal Belanda tersebut.
Manchester Merah kini berada di peringkat ketujuh di Premier League. Di Liga Champion, United terancam gagal lolos dari fase grup.
View this post on Instagram


