Kekalahan 0-2 dari West Ham, Sabtu (23/12) benar-benar mencoreng kiprah Manchester United. Laga yang sempat berjalan alot di babak pertama, berubah menjadi milik tuan rumah berkat lahirnya dua gol di babak kedua.
Jared Bowen mencetak gol pembuka kemenangan di menit ke-72’. Hanya berselang enam menit kemudian (78’), Mohammed Kudus memperbesar keunggulan setelah memanfaatkan blunder di lini pertahanan United.
Skor 2-0 untuk West Ham bertahan hingga akhir laga. Hasil ini juga menjadi pembeda tren kedua klub di lima laga terakhir. Jika West Ham hanya menelan sekali kekalahan, maka United justru baru mengemas satu kemenangan.
Berikut beragam fakta statistik menarik lain dari keberhasilan The Hammers menaklukkan The Red Devils.
1. Bowen lagi, Bowen lagi
Bowen terus memamerkan kontribusi bagusnya untuk West Ham. Gol pembukanya di laga ini merupakan gol ke-11 gelandang serang berusia 27 tahun tersebut (khusus di ajang Premier League).
Menurut Opta, koleksi 11 gol Bowen tersebut sudah membuatnya sejajar dengan pengoleksi gol terbanyak West Ham (hingga periode Natal) sepanjang sejarah, yakni John Hartson (musim 1997/98).
Koleksi 11 gol tersebut juga mengantar Bowen naik ke peringkat ketiga di daftar pencetak gol sementara Premier League 2023/24. Ia hanya kalah subur dari Erling Haaland (14 gol/Manchester City) dan Mohamed Salah (11 gol/Liverpool).
2. Kudus yang bukan lagi kesayangan ten Hag
Nama lain yang mencuat adalah Mohammed Kudus selaku pencetak gol kedua West Ham. Di sepanjang kariernya, Kudus justru paling banyak mendapat kesempatan bermain (42 kali) di bawah komando ten Hag kala keduanya membela Ajax Amsterdam.
Kini, ten Hag harus menelan kenyataan pahit karena salah satu pemain kesayangannya tersebut justru harus mempermalukannya.
Khusus untuk pencapaian pribadi, golnya ke gawang United merupakan gol ke-11 Kudus di laga kandang. Koleksi itu hanya kalah dua gol dari Mohamed Salah. Bomber Liverpool itu sudah mengoleksi 11 gol di Anfield musim ini.
3. West Ham menang peluang, United unggul penguasaan bola
Laga West Ham versus United sebenarnya berjalan cukup seimbang, khususnya di 45 menit awal (skor imbang 0-0). Yang menjadi pembeda hanyalah dua gol West Ham di babak kedua.
Dilansir Flashscore, United memang lebih menguasai jalannya laga lewat 65% penguasaan bola (berbanding 35% milik West Ham). Namun, dominasi itu terasa sia-sia karena toh akhirnya tak menyelamatkan mereka dari kekalahan. Sebaliknya, West Ham justru berhasil keluar sebagai pemenang meski kalah penguasaan bola. Hal itu dikarenakan penampilan Bowen cs. yang lebih agresif dibanding Marcus Rashford cs.
Pasukan David Moyes berhasil mencatatkan 12 tembakan (5 on-target), sedangkan anak-anak asuh ten Hag cuma bisa melepaskan 11 tembakan (3 on-target)
4. Periode Natal terburuk United
Kekalahan dari West Ham merupakan kekalahan ke-13 United di semua ajang musim ini. Menurut Opta, catatan 13 kekalahan itu menjadi catatan terburuk kedua sepanjang sejarah United, khusus menjelang periode Natal.
Hanya pada musim 1930/31 di mana United menelan kekalahan lebih banyak jelang Natal, yakni sebanyak 16 kekalahan. Musim itu, United bahkan harus rela mengakhiri musim di peringkat tiga bawah.
5. Kesulitan gol di empat laga sejak 1992
Data statistik lain yang mencoreng kiprah United adalah kegagalan mereka dalam hal mencetak gol. Dilansir Squawka, kekalahan 0-2 dari West Ham ini semakin menjeremuskan United dalam hal produktivitas gol.
Secara berturut-turut, skuat Manchester Merah berarti selalu gagal menjebol gawang lawan di empat laga terakhir.
Masalahnya, sudah lebih dari 20 tahun di mana United merangkai periode buruk serupa di November 1992. Catat juga bahwa di musim tersebut, United bahkan masih ditangani pelatih legendaris mereka, Sir Alex Ferguson.


