Kemenangan 2-0 Manchester United kala bertandang ke Wigan di babak ketiga Piala FA 2023/24, Selasa (9/1), menjadi bukti terkini soal betapa tumpulnya Rasmus Hojlund.
Striker asal Denmark itu gagal menyertakan namanya ke daftar pencetak gol meski tampil selama 92 menit (diganti Hannibal Mejbri).
Benar bahwa Hojlund sementara ini masih menjadi salah satu pengoleksi gol terbanyak Setan Merah. Bersama Scott McTominay dan Bruno Fernandes, ketiganya sudah merangkai enam gol di berbagai ajang.
Lima dari enam gol Hojlund ia cetak di Liga Champions, ajang di mana langkah United justru mentok di fase grup sebagai juru kunci. Sedangkan di kancah domestik, golnya baru lahir kala United menang comeback 3-2 atas Aston Villa di Boxing Day.
Setelah laga kontra Villa, Hojlund absen saat United takluk 1-2 dari Nottingham Forest di laga pengujung tahun 2023. Itulah mengapa kunjungan ke markas Wigan tadi malam menjadi kesempatan bagus Hojlund untuk kembali memancarkan ketajamannya.
Alih-alih mencetak gol, Hojlund justru tampil biasa saja. Dilansir Squawka, eks striker Atalanta itu sebenarnya sempat mendapat empat peluang di sepanjang laga, dua di antaranya bahkan tergolong on-target. Namun, tak satupun yang berujung gol.
Peluang bersih pertama adalah kala ia gagal menyarangkan bola meski sudah berhadapan dengan kiper Wigan, Sam Tickle, di pertengahan babak pertama (menit 26’).
Berawal dari umpan terobosan Marcus Rashford ke dalam kotak penalti Wigan, Hojlund yang melesat dari tengah lapangan, mampu mengontrol umpan terobosan tersebut untuk kemudian melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak sekitar tujuh meter di muka gawang. Sayang, tembakannya masih bisa dihalau Tickle dengan menggunakan kaki.
Peluang bersih kedua lahir sekitar dua menit setelahnya (menit 28’). Hojlund gagal mengoptimalkan umpan silang Alejandro Garnacho. Bola sundulan Hojlund dari jarak dekat hanya menerpa mistar.
Keberuntungan dan kesabaran Hojlund bakan benar-benar diuji di menit 35’. Berdiri bebas di kotak 6 meter, bola pantul hasil tembakan Rashford tetap gagal diteruskannya ke dalam gawang.
Gelandang legendaris Manchester United yang menjadi salah satu komentator laga, Roy Keane, bahkan sampai mengkritik performa 45 menit Hojlund. Hal itu disampaikan Keane di segmen masa jeda ITV.
“Kita ingin melihat United yang berbeda malam ini. Akan tetapi, mereka malah membawa kebiasaan buruk mereka di Premier League dengan sejumlah peluang yang mereka sia-siakan, sama sekali tidak efektif,” ujar Keane.
“Dan saat striker Anda juga menyia-nyiakan banyak peluang, Anda tak bisa bilang bahwa dia sedang kurang beruntung. Banyak peluang yang diraihnya, masukan bola ke gawang, dan berhenti mengacaukan segalanya,” lanjut Keane.
*Tak sepenuhnya karena kiper
Jika berkaca dari rating penampilan pemain yang dilansir beberapa situs statistik, performa Tickle di bawah mistar Wigan memang layak mendapat kredit.
Situs Flashscore misalnya, memberikan nilai 9,1 untuk rating penampilan Tickle berkat 12 penyelamatannya. Lalu, situs Whoscored memberikan nilai 8,1.
Namun, terkait peluang-peluang Hojlund (4 peluang), cuma dua yang dibendung Tickel. Sisa dua peluang lainnya murni karena sang striker gagal melesakkan bola.
Benar kata Roy Keane, Hojlund harus bisa kembali mencetak gol sesegera mungkin. Istilah kurang beruntung tak lagi tepat untuk menjadi tameng dari performa tumpulnya di depan gawang lawan.


