Kemenangan Brentford atas Nottingham Forest pada Sabtu (20/1) bermakna besar buat Ivan Toney. Ia langsung mengukir gol di laga pertamanya setelah skorsing tak boleh bermain selama delapan bulan atau tepatnya 267 hari.
Sebelum pertandingan, Toney sudah menyita perhatian dan tak segan mengungkapkan ketidaksabarannya untuk menggebrak lagi. “Big dog’s back,” ucapnya, yang kira-kira berarti “Pemain besar sudah kembali”, yang tak kurang menyiratkan pula ancaman buat Forest.
Bagaimana kelanjutannya?
Brentford 3-2 Forest
Toney memperlihatkan diri tidak kehilangan ketajamannya meski absen lama. Ia mencetak gol balasan buat Brentford pada menit ke-19 setelah Danilo membuka skor buat Forest pada menit ketiga.
Ben Mee membawa The Bees berbalik unggul pada menit ke-58. Namun, keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit setelah Chris Wood mencetak gol buat tamu. Gol terakhir duel ketat ini tercipta tiga menit berselang lewat Neal Maupay.
Girang kembali
Kemenangan pertama The Bees setelah 2 Desember. Tak mengherankan bila kehadiran kembali Toney melonjakkan kepercayaan diri klub London Barat ini. Toney jelas tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Saya bersyukur bisa kembali bermain dengan para rekan. Saya sangat merindukan semua orang, para fan. Yeah, saya kembali,” ucap wakil kapten The Bees ini dikutip BBC.
“Saya di sini sekarang dan akan merayakan bisa mencetak gol lagi dan menang bersama tim. Saya yakin 100 persen gol akan datang. Sebelum laga, sebelum meninggalkan rumah, saya berpikir,’Kami menang hari ini dan saya mencetak gol.’ Saya bisa merealisasikannya, yang terasa menyenangkan,” ucapnya lagi.
“Performa yang sangat mengesankan. Tentu ia telah berlatih dan bekerja keras. Namun, di samping gol, ia menyajikan permainan padu, aksi menahan bola, dan keberadaan serta karakter yang luar biasa. Ia memanggung lewat banyak cara. Ivan yang klasik. Ia adalah satu pemain terbaik kami, jika bukan yang terbaik,” puji Thomas Frank, bos Bees.
Kontroversi gol
Meski membuat gol yang cukup apik di performa pertamanya usai sanksi, Toney disorot karena tingkah lakunya sebelum mengeksekusi tendangan bebas. Penyerang berusia 27 tahun itu dua kali menggeser bola. Ia bahkan memindahkan busa yang disemprotkan wasit untuk menandai letak bola.
Saat menjadi pagar pemain, kapten Forest, Ryan Yates, sudah memperingatkan kiper Matt Turner soal ruang yang bisa disasar Toney. Striker Brentford itu menggeser bola menuju ruang itu. Toney lalu bisa memapar lubang tersebut.
“Penempatan bola berubah sehingga VAR seharusnya menyela. VAR semestinya memeriksa setiap aksi yang berujung gol. Dan, situasi itu berujung gol,” ucap Nuno Espirito Santo, manajer anyar Forest.
View this post on Instagram
Sinar musim silam
Terlepas dari kontroversi, kehadiran Toney jelas menambah gairah di kubu The Bees. Publik Brentford Community Stadium sudah lama menanti kiprah tajam pemain asal Northampton itu.
Musim lalu, Toney menggelontorkan 20 gol dari total 58 gol yang dihasilkan Brentford. Sang striker menjadi satu-satunya pemain Si Lebah yang mengoleksi dua digit gol.
Musim ini, selama absensi Toney, Brentford mengandalkan Bryan Mbeumo. Sampai saat ini, Mbeumo menjadi pemain tersubur Si Lebah dengan tujuh gol. Mbeumo absen karena tengah mengalami cedera.
100 juta, lakukah?
Langsung menunjukkan bukti masih tajam, isu potensi hengkangnya si penyerang dari Brentford semakin kencang menuju penutupan bursa transfer musim dingin. Apalagi, Toney sudah menyatakan keinginannya bermain di klub besar. Dua klub London lainnya yang lebih mapan, Arsenal dan Chelsea, disebut sebagai peminat serius Toney.
Saat desas-desus terus beredar menyudul keinginan itu, hadir pula pendapat bahwa Toney selayaknya bertahan di klub itu untuk alasan loyalitas. Kariernya melesat di Brentford. Per 2020, ia masih berlaga di League One memperkuat Peterborough. Kurang dari tiga tahun lagi usianya menginjak 30 tahun.
Brentford, seperti yang pernah diutarakan Frank, ditengarai tidak akan mencegah kepergian Toney. Catatannya, tentu dengan harga yang pas. Brentford disebut mencantumkan banderol 100 juta pound untuk sang penyerang.
Rasanya masih perlu diperdebatkan lagi apakah harga segitu pantas buat Toney, ya?


