Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Pekan Lalu, Chelsea Raih Hasil Terburuk Sejak 1993/94: Dua Kekalahan Beruntun dan Kebobolan Delapan Gol, Waktunya Pochettino Diultimatum?
    Liga Inggris

    Pekan Lalu, Chelsea Raih Hasil Terburuk Sejak 1993/94: Dua Kekalahan Beruntun dan Kebobolan Delapan Gol, Waktunya Pochettino Diultimatum?

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaFebruary 7, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Maurico Pochettino dan para stafnya, melakukan briefing dengan para pemain di tengah sesi latihan awal pekan ini. Sesi itu dipandang sebagai bentuk kebersamaan setelah mereka menelan kekalahan telak secara beruntun di dua laga terakhir (1-4 vs Liverpool dan 2-4 vs Wolves).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Mauricio Pochettino belum bisa membawa Chelsea keluar dari krisis. Dua kekalahan terakhir dari Liverpool dan Wolverhampton bahkan makin memojokkan sang pelatih.

    Diawali kekalahan 1-4 dari Liverpool di Anfield (1/2), Chelsea lantas dipaksa bertekuk lutut 2-4 kala menjamu Wolves di laga teranyar, (4/2).

    Kekalahan back-to-back itu benar-benar melukai publik Stamford Bridge. Tak heran jika di pengujung laga kontra Wolves, para penggemar Chelsea mulai meneriaki Pochettino.

    Apalagi, menurut Opta, ini merupakan kali pertama Chelsea harus kebobolan delapan gol di dua kekalahan beruntun sejak Desember 1989.

    Hasil buruk versus Liverpool dan Wolves itu juga membuat Chelsea masih tertambat di luar 10 besar (peringkat 11). Setelah melalui 23 laga Premier League musim ini, The Blues masih merangkak di peringkat 11. Pochettino dan pasukannya cuma bisa mengemas sembilan kemenangan, empat hasil imbang, dan 10 kekalahan. Agregat gol mereka -1 (38-39).

    Rapor merah itu tentu jauh dari harapan tinggi yang mengemuka musim tahun lalu, musim di mana sang pemilik baru, Todd Boehly, resmi bergabung. Kala itu, Chelsea dianggap memasuki era baru lewat manuver belanja besar-besaran dan cuci gudang pemain lama.

    Sejak Boehly menjabat, Chelsea setidaknya sudah membeli 11 pemain baru semisal Moises Caicedo (116 juta euro/Brighton), Christopher Nkunku (60 juta/RB Leipzig), Cole Palmer (47 juta/Man. City), Axel Disasi (45 juta/Monaco), Nicolas Jackson (37 juta/Villarreal), Robert Sanchez (28 juta/Brighton), dan beberapa nama lain.

    Mereka menggantikan nama-nama lawas yang terkena imbas cuci gudang seperti Mason Mount, Kai Havertz, Mateo Kovacic, Kalidou Koulibaly, Christian Pulisic, Edouard Mendy, Ruben Loftus-Cheek, N’Golo Kante, Cesar Azpilicueta, dan Kepa Arrizabalaga.

    Hanya saja, transformasi besar-besaran itu tetap tak menghadirkan tanda-tanda positif. Musim lalu, Chelsea bahkan sampai tiga kali melakukan pergantian pelatih, dari Thomas Tuchel, Graham Potter, dan Frank Lampard. Ujung-ujungnya, Chelsea cuma finis di peringkat ke-12.

    Kini, di bawah Pochettino, skuat London Biru cuma menduduki peringkat 11. Membandingkan Tuchel dan Pochettino rasanya paling apple-to-apple karena keduanya sama-sama menjabat dari masa pra-musim.

    Tuchel dipecat setelah cuma meraih tujuh kemenangan dan menelan delapan kekalahan di 22 pekan awal musim 2022/23. Rata-rata raihan poin Chelsea di bawah Tuchel hanya 1,27 poin.

    Pochettino sudah melalui satu pekan (23 pekan) lebih banyak dibanding Tuchel. Namun, hasilnya justru tak berbeda jauh lewat catatan sembilan kemenangan dan 10 kekalahan. Raihan poin rata-rata era Pochettino adalah 1,35 poin atau cuma berselisih 0,8 poin dari Tuchel.

    Jika berkaca dari catatan di atas, ini merupakan waktu yang tepat bagi Chelsea untuk mengultimatum Pochettino. Hanya saja, menurut beberapa media Inggris, posisi pelatih berdarah Argentina tersebut masih belum banyak diusik.

    Dalam sesi latihan, Selasa (6/2), Pochettino mengumpulkan seluruh pemainnya di tengah lapangan dan tampak melakukan diskusi. Momen itu menjadi salah satu hasil jepretan tim media Chelsea yang diunggah ke akun Instagram resmi klub.

    “Together,” bunyi dari caption unggahan tersebut.

    Chelsea dipecat frank lampard hasil kalah 1-4 Liga Inggris liverpool Mauricio Pochettino pelatih thomas tuchel todd boehly wolverhampton
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.