Hasil buruk berupa kekalahan teranyar 0-4 dari tuan rumah Crystal Palace, Selasa (7/5), menghembuskan kabar buruk terkait posisi Erik ten Hag sebagai pelatih Manchester United.
Kekalahan itu bukan saja telak, tapi juga menghadirkan dua rekor buruk, yaitu jumlah kebobolan terbanyak United dalam semusim (81 gol, terburuk sejak musim 1976/77) dan jumlah kekalahan terbanyak dalam satu musim Premier League (13 kekalahan).
Khusus di Premier League musim ini, kekalahan dari Palace juga menghambat laju United dalam persaingan merebut satu slot ke Liga Europa musim depan. Apalagi, Setan Merah juga gagal mendulang poin pekan lalu setelah ditahan imbang 1-1 oleh tamunya, Burnley (27 April).
Tanpa kemenangan di dua laga terakhir membuat pasukan Ten Hag tersalip Chelsea di papan klasemen sementara. Kedua tim sama-sama mengumpulkan 54 poin. Hanya saja, The Blues (peringkat 7) unggul agregat gol dibanding The Red Devils (peringkat 8). Keduanya tengah berupaya mengejar Newcastle di peringkat enam (56 poin).
Meski belum lepas dari bayang-bayang pemecatan, ten Hag justru masih pede soal masa depannya di skuat Manchester Merah. Hal itu ia utarakan kala menjawab pertanyan Sky Sports soal apakah dirinya masih menjadi sosok yang tepat untuk menangani United saat ini.
“Tentu saja. Jika para pemain bisa tampil semua (tidak banyak cedera), kami punya skuat yang bagus. Kami kehilangan banyak pemain belakang, jadi itu mendatangkan masalah,” ujar Ten Hag dilansir Sky Sports.
“Saya akan terus berjuang dan mempersiapkan tim sebaik mungkin, sebisa saya. Saat ini memang belum cukup baik dan saya bertanggung jawab soal itu. Tapi, saya akan menemukan energi baru dan bersiap untuk laga berikutnya di hari Minggu (vs Arsenal di Old Trafford),” lanjut Ten Hag.
View this post on Instagram
*Pemain tak menjalani instruksi
Ketika ditanya lebih lanjut soal kekalahan telak dari Palace, Ten Hag malah justru agak “menyalahkan” anak-anak asuhnya. Gol pertama Palace yang dicetak Michael Olise jadi rujukannya.
“Itu gol yang seharusnya tak terjadi karena kami (tim pelatih) sudah memberikan instruksi jelas soal bagaimana mengantisipasinya. Mereka (para pemain) tidak menjalankannya di lapangan. Jadi, kami harus menanggung akibatnya,” ujar Ten Hag.
“Sungguh patut disesali. Benar-benar kekalahan yang buruk. Kami menyadari bahwa secara performa tim, ada yang tidak beres, banyak melakukan kesalahan, dan tidak menjalankan rencana serta instruksi yang sudah disiapkan,” lanjutnya.
Jika mengacu pada data statistik, salah satu pemain United yang tampil buruk kontra Palace adalah Casemiro. Sosok asal Brasil itu memang terpaksa diplot sebagai bek tengah lantaran tak ada stok lain di posisi tersebut.
Mengacu pada data statistik Squawka, Casemiro delapan kali dilewati pemain-pemain Palace. Jumlah itu merupakan jumlah terbanyak seorang pemain dilewati pemain lawan dalam satu laga Premier League musim ini. Meski begitu, Ten Hag tak lantas merasa perlu untuk makin menyudutkan Casemiro.
“Anda tak bisa menyalahkan satu pemain, tapi kesalahan satu tim karena kami tidak menjalani taktik dan tak cepat beradaptasi kala situasinya berbeda di lapangan. Harusnya kami tetap bisa terorganisir, tetap mengontrol permainan,” lanjutnya.
*Mourinho berminat comeback?
Ten Hag boleh-boleh saja pede dirinya masih merupakan sosok terbaik untuk menangani saat ini. Namun, fakta bahwa United baru saja mengukir beragam rekor buruk (kebobolan terbanyak dan kekalahan terbanyak dalam semusim), tentunya bakal menghadirkan tekanan tersendiri bagi pelatih asal Belanda tersebut.
Apalagi, kekalahan dari Palace juga memastikan raihan poin United musim ini, bakal menjadi yang terburuk dalam 10 musim terakhir. (Lihat boks data)
Kondisi itu menghadirkan isu menarik tersendiri semisal keinginan Jose Mourinho untuk bisa kembali menangani United. Kabar tersebut muncul di Manchester Evening News.
Namun, menurut laporan serupa, justru pihak United yang belum tertarik untuk kembali merekrut pelatih asal Portugal tersebut.
Mou yang pernah dipecat United pada Desember 2018, juga sedang tidak menangani klub usai dipecat AS Roma pada awal tahun ini. Mou disebut-sebut punya kedekatan dengan co-owner United, Sir Jim Ratcliffe.
===
BOKS DATA
RAIHAN POIN AKHIR TERBURUK UNITED DALAM 10 MUSIM TERAKHIR
69 poin – 2016/17
66 poin – 2019/20
66 poin – 2015/16
66 poin – 2018/19
64 poin – 2013/14
58 poin – 2021/22
54 poin – 2023/24 (Musim ini tinggal menyisakan tiga laga sisa)
View this post on Instagram


