Belanda mencatatkan kemenangan meyakinkan di perdelapan final yang digelar di Munich pada Selasa (2/7). De Oranje terlalu tangguh buat Rumania.
Penampilan unggul diperlihatkan Belanda meladeni Rumania. De Oranje tidak hanya mengatasi salah satu tim kejutan itu, tapi juga meredam untuk mempertunjukkan keunggulan di berbagai aspek.
Kendali Sejak Mula
Belanda langsung mengambil kendali permainan sejak wasit Felix Zwayer dari Jerman meniupkan peluit tanda laga dimulai. Tim Jingga tidak memberikan banyak kesempatan kepada Rumania untuk mengembangkan permainan.
Di babak pertama, statistik yang peling mencolok adalah 10 sepak pojok Belanda berbanding satu dari Rumania. Di paruh pertama ini, penguasaan bola Oranje mencapai 67%.
Tangkal Kejutan Lawan
Rumania bukan tanpa perlawanan berarti walau sulit membongkar pertahanan Belanda yang digalang kapten Virgil van Dijk dan Stefan de Vrij. Skuad besutan Edward Iordanescu ini memberikan kesulitan buat barisan penyerang Belanda dengan pertahanan yang tangguh.
Beberapa peluang Belanda bisa dimentahkan dengan aksi bek Tricolorii berjibaku meregangkan badan. Aksi paling apik adalah saat Radu Dragusin sambil menyusur tanah memotong umpan tarik Steven Bergwijn dari sayap kanan ke arah Memphis Depay.
Meningkat, Lebih Efisien
Meski sudah unggul, Belanda tampak menginginkan keunggulan yang lebih besar. Niat ini bisa dilihat dari 16 percobaan, dua kali lipat dari babak pertama.
Penguasaan bola pasukan Ronald Koeman menurun ke 55%. Namun, harapan gol Belanda melonjak dari 0,70 pada babak pertama ke 2,07 di paruh kedua. Di sisi lain, meski menaikkan penguasaan bola, harapan gol Rumania malah merosot dari 0,16 ke 0,08.
Aksi menekan di babak kedua kerap membuat pemain Rumania membuat kesalahan dalam mengoper bola. Pertahanan yang disokong aksi taktis dua gelandang yang lebih defensif, Tijani Reijnders dan Jerdy Schouten, menjadi salah satu kunci penting dominasi Belanda.
Serangan dan Gakpo
Aliran serangan Belanda menjadi pemandangan menarik di Fussball Arena alias Allianz Arena. Sejumlah peluang hanya hampir menjebol gawang Rumania yang dikawal Florin Nita.
Cody Gakpo menjadi pembeda di laga ini. Penyerang Liverpool itu menunjukkan ketajamannya di turnamen besar dengan gol pada menit ke-20. Menerima operan Xavi Simons, Gakpo membuat sedikit tusukan sebelum melesatkan gol ke tiang dekat yang gagal ditepis secara sempurna oleh Nita.
Gakpo mencetak gol keduanya pada menit ke-63 dengan sodokan di depan gawang, tapi VAR mendapatinya off-side. Aksi penting berikutnya berujung gol.
Secara cerdik, Gakpo berhasil menjaga bola tetap hidup di atas garis walau didorong Dragusin. Gakpo kemudian memberikan sodoran ke depan gawang yang disantap Donyell Malen (83′).
View this post on Instagram
Cadangan Ciamik
Malen menjadi bukti ancaman Belanda bukan hanya dari sebelas awal. Penyerang Dortmund yang masuk menggantikan Bergwijn saat turun minum itu mengukir gol keduanya saat injury time melalui lari solo sebelum membuat penyelesaian ke kiri gawang Nita.
Micky van de Ven mampu menggantikan Nathan Ake di sekitar 20 menit terakhir. Joey Veerman pun bisa melapis saat diturunkan menggantikan Schouten. Wout Weghorst pun tampak berdeterminasi meski hanya tampil sejak menit ke-84 menggantikan Gakpo.
“Kami orang Belanda. Di Belanda, kami harus tampil bagus dan ofensif. Performa luar biasa seperti ini adalah yang perlu kami tampilkan untuk mempunyai peluang melaju terus di turnamen ini,” ucap Koeman dikutip Reuters.
Di perempat final pada Jumat (6/7), Belanda akan menghadapi Turki yang menyingkirkan Austria.


