Keputusan pendepakan itu akhirnya datang. Erik ten Hag mesti meninggalkan Man. United setelah klub menilai bahwa sang pelatih tidak lagi pantas menangani The Red Devils.
Tandang ke West Ham pada akhir pekan lalu menjadi pertandingan terakhir Ten Hag menukangi United. Kekalahan 1-2 melalui penalti kontroversial di pengujung laga menjadi titik akhir kesabaran pihak klub terhadap kinerja sang bos.
Kekalahan dari West Ham menjadi yang keempat yang dialami United musim ini dari sembilan pekan pertama. Iblis Merah hanya berada di peringkat ke-14, satu anak tangga di bawah The Hammers.
Hasil itu, kekalahan ketiga beruntun dari klub London Timur tersebut, memuncaki kiprah jeblok United. Di Liga Europa, Red Devils hanya bisa menghasilkan skor imbang di tiga pertandingan.
Desakan untuk memecat Ten Hag pun semakin deras usai lawatan ke London Stadium. Salah satu yang keras bersuara adalah Gary Neville, eks bek kanan yang menjadi pandit. Meski rekam jejaknya sebagai pelatih tidak bagus, desakan itu didengar pihak klub.
Vonis itu akhirnya tiba juga. Kabar ini mungkin sudah dinanti para pendukung yang merasa gerah terhadap performa klub kesayangan mereka di bawah asuhan eks pelatih Ajax tersebut.
“Erik ten Hag telah meninggalkan perannya sebagai manajer tim pertama Manchester United. Erik ditunjuk pada April 2022 dan memimpin klub meraih dua trofi, Carabao Cup 2023 dan Piala FA 2024. Kami sangat berterima kasih kepada Erik untuk semua yang telah ia lakukan selama berada di sini dan berharap yang terbaik di masa depan,” demikian pernyataan United.
United disebut mesti mengeluarkan dana 17 juta pound sebagai kompensasi pemutusan kontrak Ten Hag. Ikatan Ten Hag baru diperpanjang pada musim panas lalu sampai 2026 usai peninjauan setelah berhasil meraih Piala FA.
Bruno Fernandes menjadi pemain United pertama yang mengeluarkan pernyataan terkait perpisahan dengan pelatih yang menjadikannya kapten United itu. Pemain Portugis itu menuangkannya di media sosial.
“Terima kasih untuk semuanya, bos! Saya menghargai kepercayaan dan momen-momen bersama. Saya mendoakan yang terbaik,” tulis Fernandes.
Berikutnya adalah harapan buat para fan United. “Meski tahu periode terakhir tidak bagus buat kita, saya berharap Anda para pendukung dapat mengenang hal-hal bagus yang telah diberikan Erik kepada klub kita,” lanjut eks gelandang Sporting itu.
Ruud van Nistelrooy, asisten kompatriotnya, Ten Hag, naik menjadi pelatih sementara. Eks striker United itu akan menangani sampai pelatih permanen baru direkrut. Bursa calon pengganti tetap segera meramai.
Beberapa pelatih yang masih menganggur masuk bursa. Di antaranya adalah Xavi Hernandez, Graham Potter, Edin Terzic, dan Zinedine Zidane. Thomas Tuchel lebih memilih timnas Inggris daripada menunggu Ten Hag didepak dan menjadi penggantinya.
Ruben Amorim menjadi kekecualian. Ia tengah menangani Sporting dan dinilai sebagai pelatih muda penuh harapan setelah mengantar klub Lisabon itu juara Liga Portugal musim lalu dan 2020-21 itu. Kabar yang beredar, sosok yang pada 27 Januari nanti akan genap berusia 40 tahun itu sudah sepakat secara lisan untuk melatih United.
Namun, Amorim menolak memastikan kabar yang dilansir The Athletic tersebut. Eks pemain Benfica ini sempat ditautkan erat sebagai penerus Jurgen Klopp di Liverpool dan digadang-gadang menggantikan Pep Guardiola semisal meninggalkan Man. City.
“Saya sudah menebak arah pertanyaan ini. Saya tidak ingin membicarakan masa depan karena kalau tidak saya akan selalu harus berkomentar. Itu tidak sepadan. Saya takkan berkomentar. Saya sangat bangga menjadi pelatih Sporting. Itu saja,” ucap Amorim dikutip Metro.
Jika memang akan menggaet Amorim, United ditengarai mesti mengeluarkan lagi dana. Untuk menebus sang pelatih, Iblis Merah perlu membayar 8,3 juta pound dalam pasal pelepasan kontraknya di Sporting.
Dengan turbulensi sedemikian hebat belakangan ini, manajer baru United akan mendapatkan beban sangat besar.
View this post on Instagram


