Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » 8 Kemenangan Beruntun Atalanta dan 4 Kekalahan Beruntun AS Roma
    Liga Italia

    8 Kemenangan Beruntun Atalanta dan 4 Kekalahan Beruntun AS Roma

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaDecember 3, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kapten tim Atalanta, Marten De Roon (tengah), menginisiasi kemenangan 2-0 timnya kala bertandang ke AS Roma, Selasa (3/12). Kemenangan ini menjadi kemenangan beruntun ke-8 Atalanta. Sebaliknya, kekalahan ini menjadi kekalahan beruntun AS Roma di Serie A.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kemenangan 2-0 Atalanta kala bertandang ke AS Roma, Selasa (3/12), setidaknya menggambarkan performa kedua tim belakangan ini. Dua gol Atalanta dicetak Marten De Roon (menit 69’) dan Nicolo Zaniolo (89’).

    Kondisi kedua tim memang bertolak belakang. Atalanta sedang bagus-bagusnya. Kemenangan dini hari tadi di Olimpico Stadio, merupakan kemenangan beruntun ke-8 di kancah Serie A musim ini.

    Sebelumnya, skuat La Dea secara berturut-turut sukses menaklukkan Parma (3-1), Udineses (2-1), Napoli (3-0), Monza (2-0), Verona (6-1), Venezia (2-0), dan Genoa (5-1).

    Rangkaian hasil impresif itu mengantar Atalanta kini duduk di peringkat dua klasemen sementara. De Roon dkk. tinggal berselisih satu poin dari tim pemuncak klasemen, Napoli.

    Catat pula bahwa baru sebulan yang lalu (3 November), Atalanta berhasil membantai sang rival di rumahnya sendiri dengan skor 3-0. Kala itu, gol-gol kemenangan Atalanta disumbang Ademola Lookman (2 gol) dan Mateo Retegui.

    Sebaliknya, kekalahan ini justru makin menelantarkan Roma ke peringkat 15.  Paulo Dybala dkk. kini bahkan cuma berjarak dua poin dari zona degradasi. Hal itu lantaran kekalahan dari Atalanta merupakan kekalahan beruntun keempat Giaollorossi.

    Padahal, tuan rumah sebenarnya tampil dengan hampir 95% kekuatan penuh mereka. Mats Hummels, Zeki Celik, Gianluca Mancini, Leandro Paredes, Bryan Cristante, Angelino, dan Artem Dovbyk, seluruhnya tampil sejak menit awal bersama Dybala.

    Sedangkan di kubu Atalanta, ada dua pilar mereka yang absen karena cedera, yakni Gianluca Scamacca dan Davide Zappacosta.

    Data statistik Flashscore juga menunjukkan bagaimana tim tamu lebih sering mengancam ketimbang tuan rumah. Pasalnya, Roma cuma bisa melahirkan satu tendangan on-target dari lima kesempatan. Bandingkan dengan Atalanta yang mampu mencatatkan tujuh tembakan on-target dari total 18 kesempatan!

    *Comeback buruk Ranieri

    Hasil ini wajib menjadi perhatian lebih bagi pelatih Roma, Claudio Ranieri. Sejak dipercaya kembali bertugas di Roma pada akhir November silam, Ranieri belum pernah berhasil menghadirkan tiga poin dari tiga laga yang telah dijalaninya.

    Dua di antaranya bahkan kekalahan di depan publik Olimpico. Selain kalah dari Atalanta, Roma juga takluk 0-1 dari Napoli di laga comeback sang pelatih kawakan (26 November).

    Ia masih beruntung karena anak-anak asuhnya berhasil membawa pulang satu poin dari markas Tottenham Hotspur (imbang 2-2) di ajang Liga Europa, tengah pekan silam. Hal itu pula yang dijadikan alasan Ranieri atas kekalahan dari Atalanta.

    “Ini bukan pembelaan, jangan salah paham, tapi kami bermain di London hari Kamis dan kembali pukul 5 subuh. Pemulihan kondisi para pemain sebenarnya berjalan cukup baik. Hanya saja, kami tak banyak melakukan perbedaan di lapangan,” ujar Ranieri dilansir Sky Sports Italia.

    “Saya tetap puas dengan penampilan para pemain karena di awal babak kedua, kami sempat mendapat peluang. Sayang Dovbyk gagal memanfaatkannya, begitu Dybala menerobos pertahanan lawan. Adanya juga peluang Mancini di depan gawang,” lanjut Ranieri.

    “Ada waktunya kala terus menekan, maka tim Anda bisa mengoptimalkan peluang. Ini laga klasik di mana tim seperti Atalanta yang tampil luar biasa di Eropa, juga punya segalanya untuk menjadi calon kuat scudetto,” lanjutnya.

    Ini merupakan kali ketiga Ranieri menjabat sebagai pelatih Roma setelah era 2009-2011 dan 2019. Ia ditugaskan untuk membangkitkan kembali performa Il Lupi alias Sang Serigala.

    Itupula mengapa Ranieri langsung meminta para pemainnya untuk segera move-on dari kekalahan versus Atalanta. Apalagi, jadwal padat sudah menanti mereka.

    Pasalnya, Roma masih akan melangsungkan enam pertandingan lagi di bulan Desember ini dengan harapan kondisinya makin membaik setelah pergantian tahun. Berbekal segudang pengalaman, Ranieri tetap optimis.

    “Kami akan bermain setiap empat hari sekali di bulan Desember ini. Tak akan ada laga yang mudah. Saya sudah katakan ke pemain bahwa situasinya bahkan akan lebih sulit dari laga ini. Jika tim bisa mengikuti instruksi saya, maka kami akan bisa keluar dari situasi buruk ini,” tutup Ranieri.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Valentino Jebreeet Simanjuntak (@radotvalent)

    as roma atalanta claudio ranieri hasil liga italia Marten de roon mats hummels nicolo zaniolo Paulo Dybala
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.