Pemain andalan tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, memasuki area mixed zone Istora Senayan, dengan aura kepercayaan diri tinggi. Tak tampak rasa letih di raut wajahnya meski ia baru saja bertarung ketat melawan wakil Jepang, Kenta Nishimoto, Jumat petang (24/1).
Jojo menang dalam duel sengit tiga gim. Sempat kalah 17-21 di gim pertama, ia bangkit dengan memborong dua gim berikutnya lewat skor meyakinkan 21-13 dan 21-11.
Kepada awak media, Jojo menuturkan bahwa salah satu kunci kemenangan atas Kenta adalah karena berani meladeni permainan ulet sang lawan.
“Laga yang tak mudah. Kita tahulah pemain Jepang, etos kerjanya seperti apa, semangat pantang menyerahnya. Tadi, saya coba melawan hal-hal tersebut, saya coba untuk (terus) adu lagi, hingga akhirnya di gim ketiga saya bisa menang dengan cukup baik,” ujar Jojo.
“Saya harus berani lebih capek, lebih segalanya gitu karena di set pertama kan udah kalah, jadi mau tidak mau di set kedua harus tampil lebih all-out lagi,” lanjutnya.
Jalannya laga juga menggambarkan apa yang diutarakan Jojo. Pada gim pertama, pemain berusia itu 27 tahun itu beberapa kali tertinggal poin dari Kenta meski tak jarak skor sedang ketat-ketatnya. Contonya, ia gagal memanfaatkan keunggulan tiga poin jelang interval (unggul 10-7). Namun, Jojo malah kehilangan poin beruntun di lima angka berikutnya sehingga tertinggal 10-12.
Begitu pula dari posisi unggul 14-13, Jojo kehilangan empat poin beruntun (14-17) sebelum akhirnya takluk 17-21.
Penampilan berbeda baru diperlihatkan di dua gim berikutnya. Jojo tampil ulet dan tak kenal lelah. Hal itu membuat peringkat 5 dunia itu tak pernah tertinggal poin dari Kenta di dua gim terakhir.
Saat tulisan ini dibuat, tiket ke semifinal yang diraih Jojo menjadikannya sebagai satu dari hanya dua wakil Indonesia yang masih melaju ke tangga juara. Sebelumnya, pasangan ganda campuran, Rinov Rvaldy/Lisa Ayu, sudah lebih dulu memastikan lolos ke babak empat besar. Satu harapan lainnya ada di tangan ganda putra, Fajar Alfian/M. Rian Ardianto.
Minimnya wakil Indonesia yang masih bertahan membuat harapan tinggi kini menggantung di pundak Jojo. Sang pemain memahami hal tersebut. Ia berupaya mengembalikan kebugarannya demi hasil yang lebih optimal.
“Malam ini mau lebih fokus recovery dulu, rest dulu, ini baru mengeluarkan semua tenaga, pikirannya, mentalnya (melawan Kenta). Baru besok pagi, setelah tahu siapa lawan yang akan dihadapi, liat lagi videonya, diskusi lagi sama pelatih, cara mainnya, hal-hal seperti itu,” ujar Jojo.
Masalah jadwal padat dan kepintaran dalam mengatur pemulihan kondisi memang menjadi salah satu hal yang sangat diperhitungkan Jojo. Hal itu beberapa kali diutarakannya, terutama kala ia melakoni laga pertamanya di ajang ini, Rabu (24/1).
“Saya berangkat dari India itu hari Senin subuh, lalu mendarat di iIndonesia Senin siang sekitar jam 12, sampai hotel jam 2 siang, sorenya langsung tes lapangan karena selasa sudah dipakai untuk kualifikasi. Hari ini mulai tanding. Jadi kita dipaksa untuk cepat beradaptasi dan harus bisa cepat recovery,” ujar Christie.
“Jadinya sedikit agak curhat ini, saya mau protes ke BWF kenapa bikin jadwal padat di awal tahun. Harusnya, setelah World Tour Championship akhir tahun lalu, para pemain bisa dapat masa istirahat di pergantian tahun. Tapi sebagai pemain, ya kita harus menjalani itu semua,” sambungnya.
===
View this post on Instagram


