Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Kalah di Final All England 2025, Leo/Bagas Akui Kelebihan Lawan
    Bulutangkis

    Kalah di Final All England 2025, Leo/Bagas Akui Kelebihan Lawan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMarch 17, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di final All England 2025. Leo/Bagas kalah dua gim langsung dengan skor 19-21, 19-21.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Harapan Indonesia untuk melanjutkan tradisi juara All England di sektor ganda putra akhirnya pupus. Wakil terakhir Indonesia di final All England 2025, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus mengakui keunggulan ganda Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dua gim langsung, 19-21 dan 19-21, Minggu (16/3).

    Kekalahan ini menghentikan tradisi juara dari sektor ganda putra di tiga perhelatan sebelumnya lewat perjuangan M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana (2022), dan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto (2023 dan 2024).

    Indonesia juga sempat menyabet gelar juara dalam tiga tahun beruntun lewat Marcus Gideon/Kevin Sanjaya (2017 dan 2018), serta Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2019).

    Yang mungkin membuat para pecinta bulutangkis di Tanah Air tambah gemas atas kekalahan ini adalah lantaran Leo/Bagas sudah lebih dulu “terpaksa” menyingkirkan wakil-wakil Merah-Putih lainnya dalam perjalanan ke final.

    Mereka menyisihkan M. Shohibul Fikri/Daniel Marthin di babak 16 besar, serta Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi di semifinal.

    *Gagal di poin-poin krusial

    Hanya memang, performa Leo/Bagas di final berhasil diredam Kim/Seo yang sebenarnya juga tak kalah bagus di sepanjang turnamen.

    Sebagai gambaran, mereka cuma kehilangan satu gim dalam perjalanan ke final, yakni kala mengalahkan wakil Tiongkok, He Ji Ting/Ren Xiang Yu/He di semifinal dengan skor 16-21, 21-13, 21-13.

    Selebihnya Kim/Seo selalu menang straight-game, termasuk kala menyingkirkan ganda Malaysia yang tengah naik daun, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di babak 16 besar.

    Rangkaian hasil bagus itu mempertebal kepercayaan diri Kim/Seo dalam meladeni Leo/Bagas. Buktinya tercermin di gim pertama. Mereka langsung nge-gas hingga unggul jauh 7-1 dan 13-3.

    Leo/Bagas lalu secara perlahan berhasil keluar dari tekanan lewat raihan enam poin beruntun di kedudukan 8-13 dan terus memangkas ketertinggalan di angka 17-19 dan 19-20.

    Namun, di angka krusial tersebut, inisiatif Bagas untuk memotong sergapan bola drive Kim justru mati sendiri dan akhirnya kalah 19-21.

    Belajar dari gim pertama, Leo/Bagas lantas tak mau lengah di awal gim kedua. Mereka sanggup menempel raihan poin Kim/Seo dengan selisih terjauh hanya tiga angka.

    Hanya saja, lagi-lagi di poin krusial, Leo/Bagas gagal mengoptimalkanya. Sempat unggul 18-17 dan 19-18, keduanya malah membiarkan Kim/Seo mendulang tiga poin akhir secara beruntun.

    “Memang pertandingan yang tak muda. Kami sudah berusaha, sempat tertinggal jauh di gim pertama tapi bisa mengejar dengan memperbaiki permainan dan memperkuat komunikasi,” ujar Leo di rilis PBSI.

    “Kim/Seo bermain sangat bagus hari ini, sangat cepat dan rapat. Sergapan mereka membuat kami kewalahan,” lanjut Leo.

    Pertahanan yang kuat memang menjadi salah satu kelebihan Kim/Seo. Beberapa kali serangan Indonesia berhasil mereka kembalikan. Kondisi ini membuat stamina Leo/Bagas cukup terkuras.

    “Mereka juga sangat sulit dimatikan, beberapa kali bola tanggung mereka bisa mengembalikan walaupun dalam posisi yang sudah sulit,” ujar Bagas.

    Namun, Leo/Bagas tak ingin berlama-lama meratapi kegagalan ini. Bagaimana pun juga, bisa melangkah hingga ke laga puncak All England tetaplah sebuah hasil yang positif.

    “Kami mau langsung fokus ke Swiss Open. Kami pastinya tidak puas dengan hasil ini, kami mau lebih dan lebih lagi. Jangan down karena ini bukan hasil yang jelek,” timpal Leo.

    all england 2025 ganda putra ganda putra indonesia juara all england kalah di final Kim/Seo Leo Rolly Carnado/Bagas Maulana Leo/Bagas tradisi juara
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.