Bertandang ke Genoa, Selasa (6/5), pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, menerapkan taktik yang kurang lazim. Ia tak menyertakan sang bomber utama, Rafael Leao, ke dalam starting eleven-nya. Leao baru masuk di menit ke-28. Ia menggantikan Youssouf Fofana yang cedera.
Milan tertinggal lebih dulu 0-1 lewat tembakan first-time Vitinha (menit 61’). Yang keren, gelandang Portugal itu baru semenit masuk lapangan setelah menggantikan mantan pemain Milan, Junior Messias.
Milan, yang tengah berjuang meraih satu tiket ke Eropa musim depan, menolak menyerah. Leao jadi inisiator kemenangan. Ia mencetak gol penyeimbang di menit ke-76, serta membuat Milan berbalik unggul semenit kemudian karena umpan tariknya berujung gol bunuh diri Morten Frendrup (77’). Skor 2-1 untuk Milan bertahan hingga akhir laga.
Kemenangan ini menghadirkan rekor baru bagi skuat Rossoneri. Mereka resmi menjadi tim spesialis comeback di Serie A musim ini. Menurut Opta, skuat Milan Merah mampu mendulang 19 poin dari posisi tertinggal lebih dulu.
“Para pemain saling mengingatkan bahwa yang krusial saat ini adalah terus berupaya meraih poin sebanyak mungkin,” ujar Leao dilansir Football Italia.
“Tentu saja saya senang (bisa menjadi aktor penentu kemenangan), tapi semua pemain rasanya juga senang jika mampu membantu tim,” lanjut Leao.
19 – Milan have won 19 points from losing positions in Serie A this term, more than any other team. Reaction.#GenoaMilan pic.twitter.com/sUhIZBeNO4
— OptaPaolo (@OptaPaolo) May 5, 2025
*Jaga peluang ke Eropa, bersaing dengan Bologna
Hanya saja, raihan tiga poin dari Genoa memang belum sepenuhnya menghidupkan peluang Milan untuk lolos ke Eropa musim depan.
Leao dkk. masih terpaku di peringkat 9 dengan 57 poin. Mereka berjarak enam poin dengan Lazio di peringkat 6 yang sekaligus menjadi peringkat terakhir lolos ke Eropa (UEFA Conference League).
Apalagi, Serie A musim ini tinggal menyisakan tiga pekan. Lalu, di antara Lazio dan Milan, juga masih ada Bologna (62 poin) dan Fiorentina (59 poin).
Secara matematis, peluang Milan untuk lolos ke Conference League memang tipis, meski belum sepenuhnya tertutup. Itulah mengapa para pemain tetap mau berupaya seoptimal mungkin.
“Kemenangan hari ini sangat penting agar kami terus berada dalam momentum yang tepat. Selain meraih hasil positif, kami juga tak terlalu banyak kebobolan di beberapa laga terakhir,” ujar Christian Pulisic.
Milan memang wajib menjaga momentum. Sekalipun gagal tembus peringkat enam besar di klasemen akhir, masih ada jalan lain yang bisa ditempuh, yakni mengalahkan Bologna di final Coppa Italia pada 15 Mei mendatang. Pemenang Coppa Italia berhak mendapatkan tiket ke Europa League.
Namun, sebelum sampai ke laga krusial tersebut, kedua tim juga harus lebih dulu bentrok di Serie A, akhir pekan ini.
“Setelah melewat beberapa pertandingan terakhir dengan baik, hal itu menjadi modal kami untuk dua kali menghadapi Bologna di dua laga berikutnya. Itu yang terpenting,” ujar Santiago Gimenez di situs resmi klub.
===
View this post on Instagram


