Final rada unik akan terhelat pada Rabu (21/5) di San Mames, Bilbao. Dua klub papan tengah menuju bahwa Premier League akan saling berhadapan. Kalau sudah di Eropa, satu klub akan lebih mencuat daripada yang lain.
16-17.
Sebagian komentar menyebut final ini rada aneh. Man. United berada di peringkat ke-16 klasemen Premier League. Tottenham berada tepat di bawah United dengan selisih satu poin. Dengan satu pekan tersisa, kedua kubu masih bisa finis di peringkat ke-14.
Mantap di Benua Biru.
Di luar peringkat jeblok liga domestik, kedua kubu menyajikan perjalanan meyakinkan sampai di final.
Catatan United tak terkalahkan sepanjang musim (9 menang, 5 imbang). Kalau menang di final, mereka akan menjadi klub keempat yang tak pernah kalah.
Spurs mencatat rekor klub kemenangan terbanyak di satu musim di Eropa, yakni dengan sembilan kali.
Ikrar Tahun Kedua Ange.
Final ini menjadi yang ketiga buat Spurs di Eropa. Ange Postecoglou menjadi pelatih Australia pertama yang membawa tim ke laga puncak. Ucapannya bahwa ia selalu memberikan trofi di tahun keduanya menukangi tim menjadi semakin menarik menjelang duel di San Mames.
H2H: Putih Bisa Pede.
Tottenham dapat percaya diri kalau melihat rekor duel dengan Iblis Merah. Klub London Utara itu selalu menang di tiga pertemuan dengan United musim ini.
Eks Reds Andalan.
Melawan Red Devils, Spurs akan mengandalkan Dominic Solanke. Eks striker Liverpool itu selalu mencetak gol di empat laga terakhir melawan United sehingga koleksinya jadi 5 gol. Dengan tambahan 4 assist, kontribusi gol Solanke menjadi 9. Hanya ada dua pemain yang sebelumnya mencetak setidaknya 5 gol dan 5 assist.

Ruben Lebih Ringan.
Dari kubu United, tekanan pada Ruben Amorim tidak sebesar pada Postecoglou. Final Eropa kesembilan Iblis Merah itu menjadi catatan bagus bos baru yang berpotensi menjadi manajer United ketiga yang memberikan trofi mayor di tahun pertamanya.
Rekor Duel: Bisa Tambah Noda.
Namun, niat United meraih trofi kedua ajang ini dalam delapan tahun tampak tak mudah. Kembali ke rekor duel, United tak pernah menang di enam duel terakhir dengan Spurs (2 seri, 4 kalah).
Red Devils belum pernah gagal menang di tujuh laga beruntun kontra Tottenham. Kalau kalah, corengnya menjadi bertambah: untuk pertama kali selalu kalah di empat laga melawan satu klub sejak 1985-86.
Soal Eropa.
Hanya, kalau sudah soal Eropa, penampilan United tampak melonjak. Selain belum pernah kalah di 14 pertandingan musim ini, Iblis Merah membuat 35 gol. Koleksi itu hanya kalah banyak dari tiga klub di ajang ini.
Angkat Piala.
Sulit dibantah bahwa performa Bruno Fernandes mengangkat tim United sepanjang musim, terutama di Liga Europa ini. Torehan sang kapten sejauh ini 7 gol dan 4 assist.
Fernandes bisa pula menjadi pemain yang mencetak sekurangnya 5 gol dan 5 assist. Pemain Portugal itu akan mengangkat trofi pelipur musim jeblok di Inggris.
View this post on Instagram


