Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Kekalahan Anthony Ginting dari Brian Yang Buat Final Idaman Tunggal Putra di Indonesia Masters 2024 Tidak Terealisasikan
    Bulutangkis

    Kekalahan Anthony Ginting dari Brian Yang Buat Final Idaman Tunggal Putra di Indonesia Masters 2024 Tidak Terealisasikan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJanuary 27, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Unggulan ketiga Anthony Ginting gagal melaju ke final Indonesia Masters 2024. Anthony Ginting dikalahkan pemain non unggulan asal Kanada, Brian Yang.

    Bermain di Istora Senayan Sabtu (27/1) malam WIB, Ginting kalah di rubber game. Sempat menang mudah di set pertama, Ginting lengah di dua set kemudian sehingga laga berkahir dengan skor 21-13, 17-21, 19-21.

    Ginting sempat bangkit dari ketertinggalan 3-5 di set pertama . Kemudian ia berhasil menyamakan kedudukan 10-10. Selepas interval pertama Brian Yang sempat unggul tipis, sebelum akhirnya Ginting meraih delapan poin berturut-turut untuk berbalik memimpin 18-11.

    Setelahnya Ginting tidak memberi angin kepada lawan. Ginting merebut set pertama dengan mudah 21-13.

    Pada set kedua, Anthony Ginting sempat bermain meyakinkan dengan kedudukan 7-1. Namun, Brian Yang bangkit dan mendekati Ginting 9-10.

    Meski begitu, Ginting mencuri interval kedua dengan keunggulan 11-9. Ginting membuka jarak empat poin dalam kedudukan 13-9.

    Tak lama Brian Yang mulai bisa membaca strategi yang dimainkan oleh Ginting. Benar saja, Brian Yang bangkit dan sampai mendapatkan match points 17-20. Sampai akhirnya ketika pengembalian Ginting terlalu panjang, Brian Yang memenangi set kedua 21-17.

    Di rubber game, Ginting terlebih dahulu memimpin Brian Yang 5-2. Brian Yang kemudian meraup tujuh poin berturut-turut untuk berbalik unggul 5-9.

    Ginting merespons dengan enam poin beruntun untuk kembali di depan sekaligus menandai interval terakhir 11-9.

    Anthony Ginting sukses menjaga momentum dengan mendominasi permainan. Ginting membuka jarak empat poin 15-11, lalu 19-15.

    Pada poin itulah Ginting kehilangan arah. Hanya butuh dua poin lagi untuk Ginting bisa memenangi pertandingan.

    Bukannya mendapatkan poin, Ginting justru banyak membuang poin. Sampai pada akhirnya Brian Yang membalikkan kedudukan dan mendapatkan match poin.

    Skor yang berubah menjadi 19-21 berhasil dimanfaatkan Brian Yang dengan menekan Ginting. Terbukti, pengembalian Ginting membentur net sehingga Brian Yang berhak atas kemenangan 19-21.

    Selepas pertandingan Anthony Ginting sangat menyesali dirinya tidak bisa mendapatkan sisa dua point yang dibutuhkan. Padahal ia mendapatkan poin itu dengan sangat susah payah.

    “Paling disesali saat sudah memimpin. Perjalanan dapat poinnya tidak mudah, terutama di gim ketiga,” kata Ginting.

    Kekalahannya atas Brian Yang juga diakibatkan karena sang lawan berhasil membalikkan keadaan setelah merubah strategi permainan. Di saat itulah ia kehilangan arah bagaimana harus melawan strategi lawan.

    “Waktu ada perubahan seperti servis itu pastinya berpengaruh juga. Awalnya servis pendek, berarti saya juga harus ada perubahan,” ungkapnya.

    “Jadi tidak tetap pikirannya maunya bagaimana. Kebelah dua saja di poin-poin kritis. Pukulan di poin-poin terakhir juga keluar. Harus dipelajari lagi ke depannya,” tutur dia.

    Ginting juga merasa kurang berani dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, pada akhirnya ia harus menyerah dari Brian Yang.

    “Sempat waktu dia ada perubahan pola permainan, saya mencoba buat lebih melakukan pola menyerang, cuma ada beberapa poin yang mati sendiri atau keluar,” katanya.

    “Sejauh ini dia main bagus, pertahanan dan serangan juga. Mungkin itu yang buat saya kurang enak pergerakannya di lapangan,” imbuh Ginting.

    “Waktu ada perubahan sedikit, meskipun memimpin, kurang berani dan nekat,” ucap Ginting menambahkan.

    Dengan kekalahan itu, Ginting gagal merealisasikan final idaman. Padahal banyak yang mengidamkan Ginting akan berada di final untuk menghadapi wakil Denmark, Anders Antonsen.

    Anders Antonsen sendiri sudah lebih dulu melaju ke final usai mengalahkan wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn. Ia menang dengan skor meyakinkan 21-14, 21-8.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    anders antonsen anthony ginting Brian Yang Indonesia Masters 2024 Kanada
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia Open 2025: Melahirkan 4 Juara Baru dan 3 Menang Comeback

    June 9, 2025

    Indonesia Open 2025: Tuan Rumah Puas dengan Runner-Up, Korea Selatan Mendominasi

    June 8, 2025

    Perjuangan Sabar/Reza di Final Indonesia Open 2025: Dari Lawan yang Bikin Sulit Sampai Tubuh yang Mulai Berontak

    June 8, 2025

    Anders “Istora Boy” Antonsen Juara Indonesia Open 2025: Dari Lupa Selebrasi hingga Painkiller

    June 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.