Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Tanpa Lionel Messi Selama 1 Jam, Argentina Tetap Jadi Penguasa Copa America
    Sepakbola Internasional

    Tanpa Lionel Messi Selama 1 Jam, Argentina Tetap Jadi Penguasa Copa America

    Dan 5 Momen Menarik Lainnya dari Final CA 2024
    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 15, 2024Updated:July 15, 2024No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Argentina, rekor gelar ke-16, ketiga di era Lionel Messi. (foto: twitter jnr_unknown)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Argentina meneruskan kiprah gemilang mereka dengan meraih Copa America 2024. Di final pada Minggu (14/7) di Hard Rock Stadium, Miami, Albiceleste menamatkan perlawanan keras Kolombia.

    Sepak mula gelaran puncak ini tertunda selama kurang lebih dua jam karena masalah pertiketan di luar stadion. Begitu dimulai, duel ketat terjadi, dengan tim terbaik di laga mesti menerima kenyataan pahit.

    Kolombia Nahas di Babak Pembuka

    Sejak wasit asal Brasil, Raphael Claus, meniupkan tanda dimulainya partai pamungkas USA 2024, laga berlangsung dengan tempo tinggi. Hasrat pertarungan cepat dan keras ala Amerika Latin segera terhampar.

    Di babak pertama, Kolombia bisa mencatatkan kelebihan tipis dalam penguasaan bola, yakni sebesar 52%. Los Cafeteros unggul pula dalam jumlah percobaan, yaitu 7 kali dengan 6 yang mengancam gawang lawan. Jhon Cordoba patut merasa gusar karena tembakannya hanya menerpa tiang gawang Argentina.

    Emiliano Martinez menjadi kiper paling sibuk. Kiper Aston Villa itu membuat setengah lusin penyelamatan termasuk saat menepis tembakan apik jarak jauh Jefferson Lerma.

    Di paruh pembuka, Argentina cuma melepaskan 3 tembakan tanpa sebiji pun yang menjadi shot on goal. Di antara percobaan itu yang terbaik adalah tembakan Julian Alvarez yang melebar di awal laga. Tembakan kapten Lionel Messi di pengujung babak pertama tepat mengarah ke kiper Camilo Vargas.

     

    Air Mata Messi

    Kolombia racikan pelatih asal Argentina, Nestor Lorenzo, tetap tancap gas di babak kedua. Dua menit setelah start ulang, usaha Santiago Arias tipis melebar.

    Kepercayaan diri Cafeteros tambah tinggi setelah Argentina mesti kehilangan Messi di menit ke-35. Sang kapten mengalami cedera engkel setelah tersandung permukaan lapangan Hard Rock Stadium. Di bangku cadangan, sang legenda hidup tak kuasa menahan kekesalannya dengan uraian air mata.

    Namun, tanpa sang pemimpin, La Seleccion dapat menjaga harapan sampai waktu normal berakhir dan babak pertama perpanjangan waktu. Penggantinya, Nicolas Gonzalez, mendapat beberapa peluang, tapi masih gagal memberikan pengaruh.

    Kemampuan Argentina untuk tetap berkibar tanpa Messi boleh jadi terasa positif untuk masa depan. Namun, efek di final ini menjadi krusial buat kepercayaan diri tersebut.

    “Leo merupakan pemain terbesar sepanjang sejarah. Ia tidak pernah ingin meninggalkan lapangan. Engkelnya bengkak, tapi ia ingin tetap bermain. Saya lebih suka para pemain melihatnya. Usianya sudah kepala 3, tapi ia ingin terus berkontribusi,” ucap Scaloni usai laga dikutip ESPN.

     

    Lautaro: Top-Scorer dan Pahlawan

    Meski dipercaya akan siap menghadapi adu penalti dengan keberadaan Emi Martinez di bawah mistar, Argentina memutuskan untuk menghindari adu tostosan itu. Setelah tekel Lisandro Martinez due menit sebelumnya, momen menentukan itu hadir pada menit ke-112.

    Lautaro Martinez, yang baru masuk pada menit ke-96, bertukar operan dengan Rodrigo De Paul yang kemudian berlanjut ke Giovani Lo Celso. Gelandang Tottenham itu menyodorkan assist bola daerah yang disantap Lautaro dengan penyelesaian akhir mantap melewati kiper Vargas.

    Gol ini merupakan gol kelima Lautaro Martinez di USA 2024. Koleksi itu menempatkannya sebagai pemain tersubur di perhelatan kali ini dengan catatan pemain Inter Milan ini hanya dua kali tampil sebagai starter di Copa America edisi ini.

    “Ia selalu merupakan nomor 9 saya. Ia tidak tampil sejak awal di final, tapi memperlihatkan diri sebagai pencetak gol sejati. Ia mungkin tidak senang karena tidak menjadi starter, tapi ia masuk dan melakukan hal terbaik. Kami patut menghargainya,” kata Scaloni tentang Lautaro.

    Lautaro Martinez, terproduktif dengan 5 gol. (foto: twitter trollfutball)

     

    Lewati Uruguay

    Argentina masih menghadapi beberapa ancaman dari Kolombia di pengujung duel. Namun, gawang Emi Martinez selamat dari kebobolan yang menjadi yang kelima dari enam laga di Copa America 2024 ini. Sang kiper pun menerima Golden Glove untuk torehan tangguh tersebut.

    Gelar ini merupakan yang ketiga beruntun diraih La Seleccion, julukan lain Argentina. Gelar pertama pasukan besutan Lionel Scaloni adalah Copa America 2021, diikuti kejayaan di Piala Dunia 2022.

    Albiceleste juga Resmi menjadi penguasa Copa America. Gelar di USA 2024 menjadi yang ke-16 milik Argentina, melewati koleksi Uruguay.

    “Tim ini terus mengejutkan semua orang. Tim ini melampaui setiap kesulitan selama laga menghadapi lawan berat. Saya rasa kami meningkat di babak kedua dan layak menang,” tutur Scaloni.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

     

    Kompetisi Terakhir ADM

    Partai berujung gelar lagi ini menjadi perpisahan manis buat Angel Di Maria. Secara mengesankan, pemain berusia 36 tahun itu tampil selama hampir 2 jam. Di Maria baru keluar pada menit ke-117 digantikan pemain gaek lainnya, Nicolas Otamendi.

    “Angel melewati banyak pertandingan luar biasa bersama kami, tapi laga hari ini merupakan salah satu yang terbaik baginya. Saat semua pemain mulai merasa lelah, ia berlari seperti saat berusia 25 tahun. Ia merupakan seorang legenda, dan ia akan meninggalkank kami,” puji Scaloni.

    Sang pelatih mengisyaratkan akan menggelar partai perpisahan buat Di Maria di kandang. “Saya rasa ia layak mendapatkannya. Seperti di film-film,” lanjut sang pelatih.

     

    “Hiburan” Cafeteros

    Kolombia bisa dikatakan tampil lebih baik di laga ini dari beberapa aspek. Namun, final sekali lagi menyimpulkan bahwa tidak semua tim yang lebih baik keluar sebagai pemenang. Los Cafeteros mengalami kekalahan pertama dari 29 pertandingan.

    James Rodriguez tiga kali naik podium, sebuah untuk menerima penghargaan pribadi. Selain menjadi runner-up, Kolombia terpilih sebagai tim Fair Play. Anugerah pribadi buat James adalah Golden Ball. Sang gelandang serang didaulat menjadi Pemain Terbaik terutama berkat catatan enam assist plus sebuah gol yang mengantar Los Cafeteros ke final.

    Rekaman Duel

    ARGENTINA vs Kolombia 1-0
    1-0 Lautaro Martinez 112′ [assist Lo Celso]

    ARGENTINA (4-4-2): 23-E. Martinez; 4-Montiel (26-Molina 72′), 13-Romero, 25-Li. Martinez, 3-Tagliafico; 7-De Paul, 24-Fernandez (16-Lo Celso 97′), 20-Mac Allister; 11-Di Maria (19-Otamendi 117′); 10-Messi (15-N. Gonzalez 66′), 9-Alvarez (22-La. Martinez 96′).
    KOLOMBIA (4-3-3): 12-Vargas; 4-S. Arias, 23-Sanchez, 2-Cuesta, 17-Mojica; 6-Rios (5-Castano 89′), 16-Lerma (15-Uribe 106′), 11-J. Arias (8-Carrascal 106′); 10-James Rodriguez (20-Quintero 91′), 24-Cordoba (19-Borre 89′), 7-Diaz (9-M. Borja 106′).

     

    Statistik Laga

    Penguasaan Bola: 45% – 55%
    Harapan Gol: 1,41 – 1,22
    Tembakan (ke Gawang): 12(5) – 19(9)
    Tembakan Diblok: 2 – 4
    Sepak Pojok: 4 – 7
    Off-side: 2 – 1
    Penyelamatan Kiper: 9 – 4
    Pelanggaran: 8 – 18
    Kartu Kuning: 2 – 2 [Mac Allister 61′, Lo Celso 118′; Cordoba 27′, Borja 115′]
    Operan (Tepat): 494(410) – 637(548)
    Serangan: 92 – 131

    Sumber: Flashscore

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    argentina kolombia 1-0 camilo vargas copa america 2024 de paul di maria emiliano martinez final hard rock stadium james rodriguez jhon cordoba Lautaro Martinez lo celso messi miami nestor lorenzo nicolas gonzalez scaloni USA 2024
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.