Tertinggal lebih dulu dan mesti bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu jam terakhir membuat hasil laga di St. James’ Park pada Minggu (27/8) ini terasa sangat manis buat Liverpool. Buat Jurgen Klopp adalah yang terbaik dalam kariernya.
Setelah laga, Klopp menjelaskan penekanannya dalam pembicaraan tim saat turun minum. Ada dua hal yang jelas agar kans Liverpool memenangi pertandingan berat ini tetap terbuka. Yang pertama adalah gol kedua lawan tidak boleh hadir. Kedua, Trent Alexander-Arnold tidak boleh menerima kartu kuning kedua.
Tekanan publik St. James’ Park cukup memengaruhi performa Si Merah di bagian awal babak pertama. Alexander-Arnold mendapat sorakan karena kartu kuning pada menit keenam usai memasukkan bola yang keluar kembali ke dalam lapangan, kendati tampak menjadi reaksi terhadap dorongan Anthony Gordon yang dibiarkan wasit John Brooks.
Cemooh pendukung tuan rumah ke arah TAA semakin besar saat dorongan sang bek kanan terhadap Gordon beberapa detik berselang tak berimbas kartu kuning kedua.
Pada menit ke-25 Suporter Magpies bersorak setelah kesalahan Alexander-Arnold dalam mengendalikan bola bisa dimanfaatkan Gordon. Eks sayap kiri Everton itu bisa menaklukkan Alisson Becker.
St. James’ Park semakin riuh tiga menit kemudian. Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mendapat kartu merah langsung dari Brooks setelah menjatuhkan Alexander Isak di depan kotak penalti.
Jurgen Klopp memasukkan Joe Gomez untuk berduet dengan Joel Matip di jantung pertahanan. Luis Diaz dikorbankan untuk alasan taktis itu.
Merseyside Merah tampil tenang meski kalah jumlah. Penyelamatan penting Alisson atas tembakan Miguel Almiron menjadi momen penting yang menjaga kesempatan Reds membalas. Saat turun minum, skor tetap 1-0.
The Magpies hampir menggandakan keunggulannya pada menit ke-76. Tembakan Almiron menerpa tiang kanan gawang Alisson. Tuan rumah bisa menjaga keunggulannya hingga 10 menit terakhir.
Semenit kemudian, Klopp memasukkan Jarell Quansah menggantikan Matip dan Darwin Nunez menggantikan Mac Allister. Mengingat pentingnya Matip sepanjang laga sebelum ditarik, usia muda Quansah, dan performa Nunez yang angin-anginan, publik tuan rumah boleh jadi sudah memikirkan tiga poin.
Akan tetapi, Magpies ganti melihat kesalahan pertahanan. Kelengahan Sven Botman dalam menghalau bola memungkinkan Nunez menguasai bola dari Diogo Jota di sisi kanan kotak penalti. Penyerang yang musim lalu dibeli Reds dari Benfica itu bisa menaklukkan Nick Pope. Bola bersarang di tiang jauh.
Saat injury time memasuki menit ketiga, pemain Uruguay itu kembali mengejutkan dengan penyelesaian serupa usai menerima sodoran Mohamed Salah.
Liverpool pun mengukir hasil luar biasa. Manajer Reds, Jurgen Klopp, menilai sangat tinggi kemenangan ini, bahkan melebihi kemenangan empat gol di Anfield pada leg kedua semifinal Liga Champion 2019 melawan Barcelona sehingga bisa melampaui kekalahan 0-3 di Camp Nou.
“Jelas ini adalah kemenangan terbaik bagi saya. Hasil ini lebih sulit daripada laga Barcelona. Dalam seribu lebih pertandingan sebagai pelatih, enggak pernah saya melewati laga seperti ini. Dengan 10 pemain, atmosfer seperti ini, dan lawan seperti ini, saya cukup yakin tidak pernah terjadi sebelumnya. Momen yang langka dan istimewa.
“Saya berkata saat jeda bahwa laga ini bisa menjadi sesuatu yang bisa kita ceritakan kepada cucu-cucu kita. Cucu saya akan lahir 10 hari lagi, dan saya akan menceritakannya kepadanya,” ucap Klopp seperti dikutip Daily Mail.
Pujian khusus ia sematkan buat Nunez. Meski begitu, mantan pelatih Dortmund itu menolak memberikan jaminan starter buat sang pahlawan kemenangan.
“Saya hanya merangkul dan mendorongnya untuk berusaha demi tim. Ia tidak senang tidak tampil sejak awal, tapi saya tidak bisa memuaskan lebih daripada 11 pemain setiap kali bermain sehingga kami mesti stabil.
Kami harus menciptakan cara baru untuk bermain, dan Darwin dapat menjadi bagian kunci di dalamnya. Kekuatan kuncinya luar biasa. Segalanya akan baik-baik saja. Hanya mungkin harus seperti ini,” lanjut Klopp.
Setelah keputusan membatalkan kartu merah Alexis Mac Allister dari pekan lalu, kartu merah VVD segera terasa kontroversial. Bek Belanda itu terlihat mendapatkan bola walau pergerakannya juga turut menjatuhkan Isak. Seperti sudah bisa ditebak, Klopp menyorot kartu merah Van Dijk itu.
“Saya rasa itu bukan kartu merah. Sepertinya tidak banyak kontak, tapi mau bilang apa lagi. Keputusan sudah dibuat, dan saya tak dapat mengubahnya. Apakah saya akan meniupkan peluit untuk kejadian seperti itu dalam latihan? Tentu tidak. Namun, ada alasan mengapa saya bukan wasit!” pungkas Klopp.
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, tidak dapat menyembunyikan kegeramannya melihat timnya keok saat mendapatkan keunggulan sedemikian besar.
“Saya ingin para pemain merasakan sakitnya. Kami yakin saat mencoba menang. Jika tidak bisa, maka harus mencari seri. Kami tidak seharusnya kalah. Tugas saya adalah menenangkan, tapi di tiga laga awal ini terasa ketat. Dan kami mungkin tidak mendapatkan angka yang layak,” sebut Howe.
Dengan kemenangan ini, Klopp mempertegas posisinya sebagai momok besar buat Howe. Jumlah kemenangannya atas Howe menjadi selusin pertandingan, terbanyak dalam kariernya.
Pelatih Tersering Dikalahkan Klopp
12 – Eddie Howe
10 – Dieter Hecking
9 – David Moyes, Sean Dyche, Thomas Schaaf


