Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Bukti Payahnya Performa Napoli Musim ini: Juara Bertahan Terburuk Setelah AC Milan 1996/97
    Liga Italia

    Bukti Payahnya Performa Napoli Musim ini: Juara Bertahan Terburuk Setelah AC Milan 1996/97

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 27, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Karena gagal memetik kemenangan di 7 pekan terakhir (hingga pekan penutup), Napoli resmi menjadi juara bertahan terburuk kedua sepanjang sejarah Serie A setelah AC Milan 1996/97.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Berstatus juara bertahan musim lalu, performa Napoli di Serie A musim ini benar-benar jauh dari mengesankan, khususnya di pekan-pekan akhir.

    Kesan itu terakumulasi dengan kegagalan memetik poin penuh kala ditahan imbang 0-0 oleh tamunya, Lecce, di pekan penutup, Minggu (26/5).

    Keunggulan persentase penguasaan bola (67% berbanding 37%) dan jumlah tembakan (24 berbanding 10) atas Lecce nyatata tetap tak berujung dengan raihan tiga poin.

    Dengan hasil tersebut, Victor Osimhen dkk. berarti tak pernah menang di tujuh pekan terakhir (dari pekan 32 hingga 38).

    Terakhir kali Napoli memetik tiga poin adalah kala menang 4-2 di kandang Monza pada 7 April silam (pekan 31). Setelah itu, raihan poin mereka ngadat.

    Secara berturut-turut, mereka kalah 0-1 dari Empoli, imbang 2-2 vs Roma, imbang 1-1 kontra Udinese, kalah 0-2 dari Bologna, imbang 2-2 vs Fiorentina, dan imbang 0-0 lawan Lecce.

    Tanpa kemenangan di tujuh pekan terakhir juga membuat skuat berjuluk I Partenopei tersebut gagal meraih tiket ke Eropa musim depan.

    Secara keseluruan, Napoli cuma mampu mengumpulkan 53 poin musim dari hasil 13 kali menang, 15 kali imbang, dan 11 kali kalah.

    Dilansir Squawka, pencapaian minim tersebut menjebloskan mereka sebagai tim juara bertahan terburuk kedua sepanjang sejarah Serie A setelah AC Milan (43 poin di musim 1996/97).

    Kala itu, Milan merupakan juara bertahan Serie A 1995/96 berkat tambahan dua amunisi baru, George Weah (dari Paris Saint-Germain) dan Roberto Baggio (Juventus). Apalagi di dalam tim, sudah bertengger nama-nama beken, terutama di sektor pertahanan, seperti Marcel Desailly dan kuarter bek Azzurri, Paolo Maldini, Christian Panucci, Franco Baresi, dan Alessandro Costacurta.

    Di pengujung musim, Milan juara dengan raihan 73 poin dan unggul delapan poin dari Juventus di posisi runner-up.

    Namun, di musim berikutnya (1996/97), performa Milan langsung jeblok meski kedatangan beberapa tambahan amunisi baru seperti Edgar Davids dan Michael Reiziger (Ajax), Christophe Dugarry (Bordeaux), dan Jesper Blomqvist (IFK Gotenberg).

    Faktor hengkangnya pelatih Fabio Capello menjadi salah satu penyebab utama menurunnya performa Rossoneri di musim tersebut.

    Kehadiran Oscar Tabarez selaku pelatih baru, yang kemudian digantikan lagi oleh Ariggo Sachi, tak banyak membantu.

    Milan akhirnya menjadi juara bertahan terburuk sepanjang sejarah Serie A lantaran cuma bisa mengumpulkan 43 poin dan finis di peringkat 11.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    7 pekan terakhir ac milan musim 1996/97 edgar davids fabio capello gagal menang george weah juara bertahan terburuk juara Serie A Liga Italia napoli roberto baggio victor osimhen
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub? 

    June 22, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2025 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.