Bologna menuntaskan paceklik gelar selama 51 tahun dengan trofi Coppa Italia musim ini. Pada Rabu (14/5) di Stadio Olimpico, Roma, I Rossoblu menumbangkan raksasa Italia, AC Milan.
Motivasi Lama.
Milan baru lima kali menjuarai Coppa Italia, dengan yang terakhir pada 2003. Koleksi Bologna dua buah. Coppa Italia 1974 adalah gelar mayor terakhir klub wilayah Emilia-Romagna ini. Kedua kubu bertemu minggu lalu di San Siro, dengan hasil kemenangan Milan 3-1 usai tertinggal lebih dulu.
Tukar Kans.
Di bagian awal laga, kedua klub bertukar peluang emas. Sundulan Santigao Castro menyambut tendangan bebas Lewis Ferguson bisa ditangkal Mike Maignan. Milan merespons dengan tembakan Luka Jovic yang bisa ditahan kiper Bologna, Lukas Skorupski, secara refleks. Di bagian akhir, sundulan Emil Holm kembali digagalkan Maignan.
Semangat Biru-Merah.
Bologna tampil lebih menggebu-gebu di babak pertama. Penguasaan bola Lorenzo Di Silvestri cs. mencapai 60% di babak pembuka ini. Rossoblu membuat pula 6 tembakan yang separuhnya mengarah ke gawang. Milan hanya membuat 2 percobaan, juga setengahnya menjadi shot on goal.
Ndoye Penentu.
Bologna meneruskan agresivitas mereka di paruh kedua. Dan Ndoye tampil sebagai pembeda setelah mendapat bola liar di dalam kotak setelah tekel Theo Hernandez terhadap Riccardo Orsolini. Delandang asal Swiss itu mengiris dan melepaskan tembakan yang tak terhadang (53′).

Penguasaan Naik, Peluang Stagnan.
Milan menaikkan penguasaan bola hingga menjadi 68% di babak kedua. Namun, jumlah shot on goal Si Merah-Hitam di paruh kedua hanya sebuah. Dengan jumlah percobaan yang sama (5), Bologna menghasilkan 2 shot on goal. Milan gagal membuat peluang bersih setelah tertinggal.
51 Tahun dan 3 Kalah Final.
Bologna menuntaskan 51 tahun penantian setelah Coppa Italia 1974. Buat Vincenzo Italiano, pelatih Bologna, gelar ini merupakan yang pertama dalam kariernya. Piala Italia ini menjadi penutup lezat dari tiga kekalahan yang ia derita bersama Fiorentina, masing-masing di final Coppa Italia dan dua final Liga Europa Conference.
Hasil Belajar.
“Setelah beberapa kekecewaan, saya rasa kami layak mendapatkan gelar ini terutama setelah kami memainkan laga hebat petang ini. Performa luar biasa. Kami sekali lagi tahu apa yang akan Milan lakukan di babak kedua, sehingga kami bisa meresponsnya,” ucap Italiano dikutip Reuters.
Masa Depan Nanti.
“Saat ini saya memikirkan apa lagi yang bisa kami lakukan lebih daripada malam ini. Kami akan mengakhiri musim dengan kebanggaan dan kita akan berbicara soal masa depan saya nanti,” ucap Sergio Conceicao, pelatih Milan, dikutip AFP. “Cukup sederhana, ini musim yang buruk,” ucap bek Rossoneri, Matteo Gabbia.
View this post on Instagram


